Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Super League Diinvasi Pelatih Asing, Liga Thailand Dikuasai Lokal

Super League Diinvasi Pelatih Asing, Liga Thailand Dikuasai Lokal
Persija jalani TC di Thailand, fisik dan taktik digeber Shin Tae Yong. (Dok. Persija)
  • Super League 2026/27 kembali didominasi pelatih asing: 17 klub memakai juru taktik asing, sementara Ade Suhendra menjadi satu-satunya pelatih lokal bersama Java United.
  • Thai League 1 berbanding terbalik dengan 12 pelatih lokal dan empat asing. Di Malaysia Super League, komposisinya seimbang, masing-masing enam pelatih lokal dan asing.
  • Jumlah pelatih lokal di kasta tertinggi Indonesia terus turun: lima pada 2022/23, empat musim berikutnya, satu pada 2025/26, hingga hanya Ade Suhendra pada 2026/27.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Fenomena invasi pelatih asing ke kompetisi kasta tertinggi Indonesia, Super League, masih berlanjut hingga 2026/27. Sama seperti musim sebelumnya, hanya ada satu pelatih lokal yang bakal bertugas di Super League musim 2026/27 nanti.

Adalah Ade Suhendra, satu-satunya pelatih lokal yang akan bertugas di Super League musim depan dengan menangani Java United, meneruskan tongkat estafet Hendri Susilo ketika klub masih bernama Malut United. Sementara, sebanyak 17 klub memberikan kepercayaan kepada pelatih asing demi mengarungi kompetisi musim depan.

  1. 1. Thailand dikuasai pelatih lokal

    Infografis pelatih di Super League 2026/27 (IDN Times / Anjani Asra)
    Infografis pelatih di Super League 2026/27 (IDN Times / Anjani Asra)

    Potret yang kontras jika dikomparasikan dengan kompetisi kasta tertinggi Thailand, Thai League 1. Ketika klub di Indonesia gemar menggunakan pelatih asing, Thai League 1 malah didominasi oleh juru taktik lokal.

    Mayoritas klub menggunakan pelatih lokal dengan proporsi 12 orang. Hanya ada empat juru taktik asing yang memimpin tim di Thai League 1, termasuk eks bek Persib Bandung, Vladimir Vujovic, sebagai pelatih BG Pathum United.

    Sementara, tiga pelatih asing lainnya adalah Mark Jackson (Inggris) yang menangani Buriram United, Dennis Amato (Jerman) memimpin Lamphun Warrior, dan Alexandre Gama (Brasil) dengan kembali menangani Uthai Thani FC.

  2. 2. Gimana di Malaysia nih?

    Infografis pelatih di Super League 2026/27 (IDN Times / Anjani Asra)
    Infografis pelatih di Super League 2026/27 (IDN Times / Anjani Asra)

    Bergeser ke Malaysia, di kasta tertingginya jumlah pelatih asing dan lokal justru berimbang. Setidaknya, ada enam pelatih asing di Malaysia Super League musim 2026/27 yang bertugas, termasuk Xisco Munoz (Spanyol).

    Munoz menjadi salah satu pelatih asing tersukses di Malaysia Super League dengan membawa Johor Darul Ta'zim mencatatkan rekor sebagai klub terlama di dunia yang tak kalah, yakni dalam 109 laga.

    Jika ditotal, ada enam pelatih lokal di Malaysia Super League, sementara sisanya merupakan juru taktik asing yang terdiri dari dua asal Spanyol, satu Singapura, satu Korea Selatan, satu Brunei Darussalam, dan satu Serbia.

  3. 3. Jumlahnya terus menurun dalam empat tahun terakhir

    Infografis pelatih di Super League 2026/27 (IDN Times / Anjani Asra)
    Infografis pelatih di Super League 2026/27 (IDN Times / Anjani Asra)

    Grafik penurunan jumlah pelatih lokal di kompetisi kasta tertinggi Indonesia mulai terlihat sejak musim 2022/23. Saat itu, ada lima pelatih lokal yang memimpin tim di Liga 1 (sebelum namanya diubah menjadi Super League).

    Di musim selanjutnya, cuma ada empat pelatih lokal yang bertugas. Popularitas pelatih lokal makin terdesak di musim 2025/26, ketika hanya Hendri Susilo, pelatih lokal yang menangani Malut United. Kini, cuma Ade Suhendra yang juga meneruskan tugas dari Hendri bersama Java United.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More