Gandeng Komunitas, PB Padel Jaksel Gelar Unity Cup 2026

- PB PI Jakarta Selatan menggelar Unity Cup 2026 Vol. I di Bango Padel Parc, Jaksel.
- Kompetisi ini melibatkan 16 pemilik lapangan padel dan 96 pemain amatir maupun profesional.
- PB PI Jakarta Selatan berharap klub lokal membentuk pelatihan atau akademi untuk mencetak atlet.
Jakarta, IDN Times - Demam olahraga padel di ibu kota terus menunjukkan grafik yang meroket tajam. Mengakomodasi antusiasme tersebut, Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Jakarta Selatan menggelar kompetisi bertajuk Unity Cup 2026 Vol. I.
Turnamen yang mengusung konsep "seru-seruan" ini diselenggarakan di Bango Padel Parc, Jaksel, Sabtu (22/8/2026). Ajang ini bukan sekadar untuk pamer skill, melainkan dirancang khusus sebagai wadah edukasi dan silaturahmi bagi seluruh komunitas pencinta padel di Jaksel.
1. Gebrakan agresif persatukan pemilik lapangan dan pemain
Unity Cup sukses menyedot animo tinggi, dengan melibatkan berbagai klub yang tersebar di wilayah Jaksel. Tercatat, ada 16 pemilik lapangan padel di wilayah tersebut dan 96 pemain amatir maupun profesional yang ikut turun.
Wakil Ketua Umum PBPI, Mochtar Sarman, menilai ajang ini sebagai langkah paling agresif dari pengurus tingkat kota dalam memperkuat tali silaturahmi antarkomunitas. Meski dibalut dengan konsep yang "fun", panitia tetap merancang format turnamen yang kompetitif demi menjaga gengsi persaingan.
"Saya rasa ini bagus untuk komunitas, sekalian kita juga mengedukasi apa itu padel dan apa keuntungannya," ujar Mochtar.
2. Padel bukan cuma "gaya-gayaan"
Di tengah popularitasnya yang sedang naik daun, olahraga padel kerap kali dicap sebagai sebagai olahraga "gaya-gayaan". Mochtar Sarman menegaskan ajang macam ini sangat krusial untuk membuktikan sisi positif dari ekosistem olahraga padel kepada masyarakat luas.
"Acara ini sangat positif, jadi padel jangan dilihat beritanya yang negatif terus, tolong didukung," kata Mochtar.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Umum PB PI Jakarta Selatan, Ahmad Rizki Sadig, yang berharap pertumbuhan olahraga ini diarahkan pada jalur yang lebih terstruktur.
"Sekarang ini masih semuanya bersifat berjalan sendiri-sendiri sebagai sebuah lifestyle. Jadi, dengan adanya PB PI ini ingin mengakomodasi, mewadahi semua kepentingan. Bisnisnya jalan, hobinya jalan, prestasinya juga jalan," ucap Rizki.
3. Dorong klub lokal jadi mesin pencetak atlet nasional
Selain memfasilitasi hobi dan ajang silaturahmi, Unity Cup 2026 membawa misi besar untuk menjadikan klub-klub lokal sebagai motor penggerak pencetak atlet berprestasi. PB PI berharap para pemilik lapangan tidak hanya menyewakan tempat, tetapi juga berinisiatif membentuk program pelatihan atau akademi pembinaan usia dini.
"Harapannya klub-klub atau pemilik lapangan juga bisa memproduksi atlet, jadi pelatihan tidak hanya dikoordinasi oleh PB PI, tetapi juga disetir oleh klub," tulis Rizki.


















