Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi basket (pexels.com/Henrikas Mackevicius)
  • Memphis Grizzlies memulai rebuild 2026/2027 setelah melepas Desmond Bane, Jaren Jackson Jr., dan Ja Morant, lalu menjadikan rookie pilihan ketiga draft, Cameron Boozer, bagian fondasi muda tim.
  • Boozer datang dengan rekam jejak kuat: juara nasional SMA, peraih emas bersama AS, serta National Player of the Year setelah membukukan 22,5 poin, 10,2 rebound, dan 4,1 assist di Duke.
  • Dalam lima laga NBA pertamanya, Boozer mencetak triple-double pada usia 19 tahun 103 hari, menjadi forward termuda melampaui rekor LeBron James, sekaligus membantu Grizzlies menang lima kali beruntun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Era baru Memphis Grizzlies resmi dimulai di NBA 2026/2027. Sejak musim lalu, mereka telah berencana untuk membangun ulang tim (rebuild) dengan melepas Desmond Bane ke Orlando Magic. Setelah itu, mereka memindahkan Jaren Jackson Jr ke Utah Jazz pada pertengahan musim. Akhirnya, sebelum musim ini dimulai, Grizzlies melepas Ja Morant kepada Portland Trail Blazers.

Grizzlies pun tidak menjalani proses rebuild dengan tangan kosong. Mereka memiliki beberapa pemain muda potensial mulai dari Zach Edey, Cedric Coward, hingga Jaylen Wells. Fondasi itu makin kuat dengan kehadiran Cameron Boozer, rookie jebolan Duke University yang dipilih di urutan ketiga NBA Draft 2026.

Meski belum lama menapakkan kaki di lapangan sembari mengenakan seragam Grizzlies, Boozer telah membuktikan kemampuannya layak untuk diperhitungkan. Bahkan, ia telah mengukir rekor bersejarah dalam laga kelimanya di NBA. Berikut profil Cameron Boozer, rookie potensial Grizzlies pada 2026/2027.

1. Anak dari mantan pemain bintang Utah Jazz

Cameron Boozer lahir pada 18 Juli 2007 di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat. Ia mempunyai saudara kembar bernama Cayden Boozer. Sang ayah, Carlos Boozer, pernah bermain di NBA selama 13 musim. Bahkan, namanya sempat terpilih sebagai All-Star saat membela Utah Jazz pada 2007 dan 2008.

Melihat sang ayah yang bersinar di panggung NBA, Cameron Boozer terinspirasi untuk memiliki karier basket yang jauh lebih hebat darinya. Mulai kelas 6 SD, ia menjalani sesi latihan yang semakin intens bersama beragam pelatih, juga termasuk ayahnya. Ketika tiba saatnya menjalani pendidikan SMA, Boozer memilih Christopher Columbus High School.

Bersama mereka, Boozer berhasil memenangi kejuaraan nasional pada 2025 dan empat gelar juara tingkat negara bagian. Ia juga dinobatkan sebagai Gatorade Player of the Year dua kali dan co-MVP di ajang McDonald’s All-American 2025. Di level internasional, Boozer sukses menyabet medali emas bersama tim nasional Amerika Serikat di FIBA U-17 World Cup 2024 dan FIBA U-16 AmeriCup 2023. 

2. Terus bersinar sebagai prospek di Duke University

Setelah lulus SMA, Cameron Boozer memutuskan untuk menimba ilmu di Duke University yang juga merupakan almamater Carlos Boozer. Tanpa berlama-lama, ia langsung bermain dominan pada tahun pertamanya. Boozer mencatat rata-rata 22,5 poin, 10,2 rebound, dan 4,1 assist dengan efisiensi field goal 55,6 persen. Perolehan poin, rebound, dan assist-nya merupakan yang terbanyak di antara semua pemain Duke pada 2025/2026.

Dengan tinggi 203 cm, Boozer merupakan pemain yang versatile. Ia tampil mentereng baik di paint area maupun di luar garis busur besar. Kemampuan playmaking-nya pun terbilang solid untuk seorang forward. Boozer sekaligus mampu memberikan pertahanan yang kuat di sisi bertahan. Ia juga mencatat total 22 double-double, salah satu dari yang terbanyak di antara seluruh pemain NCAA pada musim itu. 

Semua pencapaian tersebut membuat Boozer berhasil meraih banyak penghargaan bergengsi, termasuk National Player of the Year. Ia juga sekaligus menjadi pemain Duke kedua yang meraih penghargaan tersebut sebagai pemain tahun pertama. Sayang, langkah Boozer dan Duke di March Madness 2026 harus berhenti di Elite 8 setelah kalah dramatis dari University of Connecticut dengan skor akhir 73-72.

3. Rebut rekor impresif LeBron James pada awal 2026/2027

Potensi Cameron Boozer yang menjanjikan akhirnya mencuri perhatian Memphis Grizzlies yang sedang mencari sosok pemain muda bersinar baru. Kepercayaan itu tidak disia-siakan olehnya. Per Oktober 2026, Boozer langsung bersinar pada awal musim pertamanya dengan torehan 15,4 poin, 10,8 rebound, dan 6,2 assist. 

Berhadapan dengan Golden State Warriors di laga keduanya, Boozer tampil fenomenal dengan double-double 25 poin, 13 rebound, dan 6 assist. Tidak berhenti di situ, Boozer juga mencetak triple-double 18 poin, 12 rebound, dan 12 assist melawan Portland Trail Blazers di laga kelimanya. Capaian tersebut membuatnya menjadi pemain termuda kedua yang mampu mencetak triple-double setelah Josh Giddey pada 2 Januari 2022. 

Selain itu, Cameron Boozer juga menjadi forward termuda dalam sejarah NBA yang mampu melakukan hal tersebut. Rekor itu sebelumnya diraih oleh LeBron James pada 19 Januari 2005. Saat itu, James berusia 20 tahun 20 hari, sedangkan Boozer berusia 19 tahun 103 hari ketika mencatat triple-double perdananya.

Aksi Cameron Boozer yang impresif sebagai seorang rookie ini berhasil membawa Grizzlies memenangi lima laga pertama mereka. Awalnya diprediksi untuk menjadi salah satu tim terburuk pada musim ini, mereka justru menjadi satu-satunya tim yang tidak terkalahkan di NBA per Oktober 2026. Apakah Boozer dan Grizzlies dapat mempertahankan tren ini sepanjang musim?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article