Penghormatan Soekarno Cup 2026 untuk Korban Gempa NTT

- Gempa magnitudo 7,7 mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026, menimbulkan duka nasional menjelang HUT ke-81 Indonesia.
- Soekarno Cup 2026 menggelar hening cipta sebelum pertandingan di Surabaya, Gresik, dan Bangkalan sebagai doa bagi korban gempa NTT.
- Penyelenggara menegaskan solidaritas kemanusiaan melampaui rivalitas, sekaligus mengajarkan simpati dan empati kepada pemain muda.
Jakarta, IDN Times - Bencana gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), menyisakan duka mendalam, Sabtu (15/8/2026). Musibah ini menjadi kabar duka bagi seluruh rakyat Indonesia menjelang perayaan HUT ke-81.
Kepedihan di NTT turut merambat dan dirasakan insan sepak bola yang tengah berlaga di Soekarno Cup 2026 yang berlangsung di Jawa Timur. Mereka langsung memberikan penghormatan tepat setelah kabar duka itu berdengung ke penjuru tanah air.
1. Hening cipta serentak di tiga wilayah pertandingan
Sesaat sebelum peluit kick-off dibunyikan pada Sabtu (15/8/2026), atmosfer stadion yang biasanya bising mendadak senyap. Para pemain, wasit, ofisial, panitia, hingga penonton di tribune serentak menundukkan kepala untuk mendoakan para korban gempa di wilayah NTT.
Prosesi hening cipta ini dilaksanakan di berbagai stadion yang tersebar di wilayah Surabaya, Gresik, dan Bangkalan. Dalam keterangan resmi turnamen, beberapa penonton yang diketahui memiliki kerabat di wilayah terdampak tampak tak kuasa meneteskan air mata.
"Mengheningkan cipta ini merupakan bentuk simpati dan doa terbaik kami untuk saudara-saudara di Flores, NTT, agar diberi kekuatan dan ketabahan menghadapi musibah ini," kata juru bicara turnamen, Anang Ma'ruf.
2. Kemanusiaan di atas segalanya
Anang menjelaskan mengheningkan cipta ini adalah bentuk nyata solidaritas dari dunia olahraga. Mantan pemain Timnas Indonesia itu mengingatkan di balik panasnya rivalitas di lapangan, ada rasa persaudaraan sebangsa yang pantang putus.
"Mengheningkan cipta ini merupakan bentuk simpati dan doa terbaik kami untuk saudara-saudara di Flores, NTT, agar diberi kekuatan dan ketabahan menghadapi musibah ini," ujar Anang.
3. Tetap junjung solidaritas meski rivalitas berlanjut
Bagi Soekarno Cup, sepak bola harus bisa menjadi corong untuk menggaungkan semangat persaudaraan di tengah musibah seperti ini. Aksi solidaritas ini juga dinilai menjadi pelajaran berharga bagi para pemain muda tentang makna simpati dan empati.
"Di balik semangat kompetisi dan olahraga, ada rasa persaudaraan bangsa yang tak boleh terputus," ujar Anang.




















