Ducati Tiru Aprilia di MotoGP 2026, Fokus Aero Belakang

- Ducati mulai ubah strategi pengembangan motor dengan fokus pada aerodinamika belakang, mengikuti tren rival untuk menjaga daya saing menghadapi regulasi baru MotoGP 2026.
- Aprilia menjadi inspirasi utama Ducati setelah sukses mengoptimalkan sayap belakang yang meningkatkan stabilitas dan akselerasi, membuat Ducati lebih adaptif terhadap inovasi kompetitor.
- Aerodinamika belakang kini jadi pusat persaingan baru di MotoGP, di mana setiap tim berlomba mencari konfigurasi terbaik demi performa maksimal di lintasan.
Jakarta, IDN Times - Ducati mulai mengubah pendekatan dalam pengembangan motor untuk menghadapi persaingan ketat MotoGP 2026. Pabrikan asal Italia itu kini melirik inovasi rival, khususnya di sektor aerodinamika belakang, demi menjaga daya saing di lintasan.
Dengan regulasi yang membatasi pengembangan aero bagian depan, fokus pengembangan beralih ke bagian belakang motor. Area ini kini menjadi titik krusial yang menentukan performa, terutama dalam hal stabilitas dan akselerasi.
1. Ducati mulai ikuti jejak rival
Dalam seri MotoGP Amerika Serikat, Ducati memperkenalkan paket aerodinamika belakang terbaru. Komponen tersebut mencakup sayap tambahan di bagian belakang, termasuk “leg wings” yang dipasang pada motor milik Marc Marquez dan Francesco Bagnaia.
Langkah ini menandai perubahan strategi Ducati. Jika sebelumnya dikenal sebagai pionir inovasi, kini mereka mulai mengadopsi konsep yang lebih dahulu dikembangkan kompetitor untuk meningkatkan performa motor.
2. Aprilia jadi acuan pengembangan
Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, secara terbuka mengakui Aprilia Racing menjadi referensi dalam pengembangan aero belakang.
Aprilia dinilai sukses mengoptimalkan penggunaan sayap di area belakang, termasuk di sekitar kaki pembalap, yang terbukti memberikan peningkatan performa musim ini.
“Jelas kami harus melihat siapa yang memimpin, Aprilia tampil sangat baik, jadi kenapa tidak melihat mereka,” ujar Tardozzi, dikutip Crash.
Pernyataan ini menegaskan Ducati kini lebih adaptif, dengan menjadikan performa rival sebagai tolok ukur pengembangan teknologi.
3. Aero belakang jadi medan baru persaingan
Pembatasan regulasi di sektor depan membuat aerodinamika belakang menjadi “medan perang” baru di MotoGP. Setiap tim kini berlomba-lomba menemukan konfigurasi terbaik untuk menyesuaikan karakter sirkuit dan gaya balap pembalap.
Perubahan kecil di sektor ini bisa memberikan dampak besar terhadap performa motor secara keseluruhan, mulai dari kecepatan tikungan hingga efisiensi akselerasi.
Dengan arah pengembangan yang semakin fokus pada detail aerodinamika, persaingan di MotoGP 2026 diprediksi akan semakin ketat. Inovasi di sektor belakang bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan faktor penentu dalam perebutan kemenangan di lintasan.

















