Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Marquez-Acosta Duet di Ducati? De Javu Rivalitas Panas Rossi-Lorenzo

Marquez-Acosta Duet di Ducati? De Javu Rivalitas Panas Rossi-Lorenzo
Pembalap MotoGP, Pedro Acosta saat sesi latihan bebas 1 (free practice 1) di Sirkuit Mandalika, Jumat (3/10/2025). (IDN Times/Linggauni)
Intinya Sih
  • Livio Suppo menilai potensi duet Marc Marquez dan Pedro Acosta di Ducati bisa mengulang rivalitas legendaris Rossi-Lorenzo yang dulu memacu performa tim Yamaha.
  • Acosta dianggap mampu menjadi pemicu kebangkitan Marquez dengan menghadirkan tekanan kompetitif positif yang menjaga semangat juang sang juara dunia tetap menyala.
  • Suppo percaya kehadiran Acosta bukan ancaman, melainkan motivasi ekstra bagi Marquez untuk membuktikan dirinya masih layak bersaing di level tertinggi MotoGP.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Spekulasi mengenai masa depan line-up Ducati terus memanas. Eks bos tim pabrikan MotoGP, Livio Suppo, memberikan analisis menarik terkait potensi duet Marc Marquez dan si "bocah ajaib" Pedro Acosta di bawah bendera Borgo Panigale.

Suppo menilai kehadiran Acosta bukan sekadar ancaman bagi Marquez, melainkan "bahan bakar" yang bisa memperpanjang napas karier sang juara dunia delapan kali tersebut.

1. Mengulang memori emas Rossi-Lorenzo di Yamaha

Suppo melihat adanya kemiripan besar antara situasi Ducati saat ini dengan momen ikonik Yamaha pada 2008. Kala itu, Yamaha berani memasangkan bintang muda Jorge Lorenzo dengan sang legenda Valentino Rossi.

Hasilnya? Rivalitas internal yang sangat sengit justru membuat performa tim melesat.

“Ini seperti saat Yamaha menempatkan Lorenzo bersama Valentino. Jorge terbukti memperpanjang karier Rossi; ia (Rossi) bahkan berhasil memenangkan dua gelar dunia lagi setelah itu,” ujar Suppo, dikutip Crash.

Menurutnya, persaingan internal yang sehat adalah faktor kunci yang membuat pembalap veteran tetap memiliki motivasi tinggi untuk bertarung di baris depan.

2. Pedro Acosta sebagai 'Pemicu' kebangkitan Marquez

Meskipun Marc Marquez masih dianggap berada di level elit, ia memerlukan tantangan baru yang konstan. Kehadiran pembalap muda dengan kecepatan luar biasa seperti Pedro Acosta dinilai mampu menciptakan tekanan kompetitif yang positif di dalam garasi Ducati.

Suppo menegaskan t,ekanan dari rekan setim yang lebih muda sering kali menjadi cara terbaik untuk menguji sejauh mana konsistensi seorang juara bertahan.

"Memiliki pembalap muda yang sangat cepat di samping Anda akan menyegarkan kembali semangat juang. Itu memunculkan kembali api kompetisi yang mungkin sedikit meredup seiring berjalannya waktu," kata Suppo.

3. Bukan ancaman, tapi motivasi ekstra

Alih-alih merasa terintimidasi, pembalap sekelas Marc Marquez justru diprediksi akan menyambut tantangan ini dengan tangan terbuka.

Bagi pembalap dengan mentalitas juara, memiliki rival kuat di tim yang sama adalah cara tercepat untuk membuktikan bahwa mereka belum habis.

Jika duet Marc Marquez dan Pedro Acosta terwujud, MotoGP 2025 diprediksi akan menjadi salah satu musim paling eksplosif sepanjang sejarah, mengulang dinamika "tembok pemisah" yang dulu pernah menghiasi garasi Yamaha.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Sport

See More