Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Evaluasi Diri Usai Tur Eropa, Ini Pengakuan Raymond/Joaquin

Evaluasi Diri Usai Tur Eropa, Ini Pengakuan Raymond/Joaquin
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin melaju ke perempat final All England 2026 (dok. PP PSBI)
Intinya Sih
  • Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin menyelesaikan tur Eropa 2026 dengan tampil di All England, Swiss Open, dan Orleans Masters, berakhir di perempat final Orleans Masters setelah kalah dari wakil Denmark.
  • Keduanya mengaku masih kesulitan beradaptasi dengan kondisi lapangan dan shuttlecock yang berbeda di tiap turnamen, sehingga perlu mempercepat kemampuan penyesuaian diri mereka.
  • Selain aspek teknis, Raymond/Joaquin juga menyoroti pentingnya kontrol emosi dan fokus selama menjalani tiga turnamen berturut-turut agar performa lebih stabil ke depannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, mengevaluasi diri usai menjalani rangkaian tur Eropa 2026. Raymond/Nikolaus dimainkan di tiga turnamen, yakni All England 2026, Swiss Open 2026, dan Orleans Masters 2026.

Terakhir, Raymond/Joaqin berlaga di Orleans Masters 2026 dan finis di babak perempat final usai kalah dari wakil Denmark, Christian Faust Kjaer/Rasmus Kjaer dengan skor 18-21, 21-12, 14-21.

1. Adaptasi harus cepat

Ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di semifinal All England 2026
Ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di semifinal All England 2026 (dok.PP PBSI)

Menjalani tiga turnamen di dua level berbeda, Raymond/Joaquin mengaku belajar banyak soal adaptasi dengan lapangan. Menurut mereka, kondisi di All England, Swiss Open, dan Orleans Masters terbilang berbeda dan mereka kesulitan beradaptasi.

“Ketika ikut tiga turnamen begini, kami juga harus cepat beradaptasi dengan perubahan situasi lapangan. Kami belum bisa cepat menyesuaikan terutama di sini dengan kondisi shuttlecock yang benar-benar berbeda dengan saat All England dan Swiss Open,” kata Raymond.

2. Belajar kontrol emosi

Ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di semifinal All England 2026
Ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di semifinal All England 2026 (dok.PP PBSI)

Selain soal teknis, Raymond/Joaqin juga belajar mengontrol emosi. Mereka mempelajari cara menjaga fokus melewati turnamen Super 1000 All England 2026 dan Super 300 Swiss Open serta Orleans Masters.

“Kami harus belajar kontrol emosi. Tidak mudah menjalani tur Eropa yang tiga turnamen ini terutama dari segi menjaga fokus pikirannya. Ini harus dikuatkan lagi,” kata Joaquin.

3. Hasil tiga turnamen tur Eropa

Ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di semifinal All England 2026
Ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di semifinal All England 2026 (dok.PP PBSI)

Hasil Raymond/Joaquin di tiga turnamen tur Eropa tak terbilang stabil. Pada All England 2026, pasangan muda Indonesia itu tampil solid dan finis di semifinal.

Sepekan setelahnya, Raymond/Joaquin malah babak belur dan kalah di putaran pertama Swiss Open 2026. Pekan lalu, keduanya terhenti di delapan besar Orleans Masters 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in Sport

See More