Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Juara Bertahan yang Singkirkan Bayern Munich di Fase Gugur UCL

4 Juara Bertahan yang Singkirkan Bayern Munich di Fase Gugur UCL
Allianz Arena (unsplash.com/Josip Ivankovic)
Intinya Sih
  • PSG melaju ke final Liga Champions 2025/2026 setelah menyingkirkan Bayern Munich di semifinal dengan agregat 6-5, berpeluang mempertahankan gelar juara dua musim beruntun.
  • Empat juara bertahan pernah menghentikan langkah Bayern di fase gugur: Borussia Dortmund (1997/1998), Inter Milan (2010/2011), Real Madrid (2016–2018), dan kini Paris Saint-Germain (2025/2026).
  • Kemenangan PSG atas Bayern menempatkan mereka sejajar dengan Real Madrid sebagai tim juara bertahan yang mampu mengalahkan Bayern Munich dalam perjalanan menuju trofi Liga Champions.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Paris Saint-Germain (PSG) sukses melaju ke final Liga Champions Eropa 2025/2026 dan berpeluang meraih gelar juara selama 2 musim beruntun. Sebagai juara bertahan pada edisi kali ini, mereka mencapai partai puncak usai menyingkirkan Bayern Munich di semifinal. Setelah menang 5-4 di markas sendiri pada leg pertama, Les Parisiens menahan imbang Die Roten 1-1 di Allianz Arena pada pertemuan kedua. Dengan pencapaian ini, PSG menjadi tim yang menyandang juara bertahan keempat yang pernah menghentikan langkah Bayern pada fase gugur.

1. Borussia Dortmund kubur mimpi Bayern Munich pada perempat final musim 1997/1998

Sesama klub Jerman, Borussia Dortmund, menjadi juara bertahan pertama yang mengubur mimpi Bayern Munich pada fase gugur Liga Champions. Momen tersebut terjadi saat kedua tim tersebut bertemu pada perempat final 1997/1998. Pada musim sebelumnya, Die Borussen meraih gelar juara usai mengalahkan 3-1 Juventus di final.

Pada leg pertama melawan Dortmund, Bayern Munich yang tampil di hadapan pendukung sendiri ditahan imbang tanpa gol. Lalu, Die Borussen memastikan satu tempat pada fase berikutnya usai menang tipis 1-0 pada pertemuan kedua. Satu-satunya gol itu dicetak Stephane Chapuisat pada menit 109.

2. Inter Milan singkirkan Bayern Munich pada babak 16 besar edisi 2010/2011

Inter Milan keluar sebagai kampiun di Liga Champions 2009/2010. Mereka layak mengangkat trofi usai menaklukkan Bayern Munich dengan skor 2-0 di final. Menariknya, kedua tim kembali bertemu pada babak 16 besar musim berikutnya.

Lagi-lagi, Nerazzurri mampu melewati perlawanan Die Roten pada 2010/2011. Pada leg pertama, Inter Milan kalah tipis 0-1 sebagai tuan rumah. Namun, mereka mampu menang 3-2 pada pertemuan kedua dan berhak lolos ke fase berikutnya dengan keunggulan gol tandang.

3. Real madrid menghadirkan mimpi buruk bagi Bayern Munich pada 2016/2017 dan 2017/2018

Real Madrid menyandang status sebagai juara bertahan pada 2016/2017 usai menang atas Atletico Madrid di final musim sebelumnya. Pada perempat final, mereka harus melewati perlawanan Bayern Munich jika ingin mempertahankan gelar juara. Los Blancos pun sukses melaju ke semifinal usai unggul agregat 6-3. Real Madrid lantas melaju kencang hingga sukses kembali mengangkat trofi usai menang telak 4-1 atas Juventus di partai puncak.

Tak cukup sekali, Real Madrid kembali menjadi mimpi buruk bagi Bayern Munich pada fase gugur 2017/2018. Kali ini, Los Blancos menyingkirkan Die Roten pada semifinal. Pada leg pertama, Real Madrid menang 2-1 sebagai tim tamu di Allianz Arena. Lalu saat tampil di markas sendiri pada pertemuan kedua, Los Blancos ditahan imbang 2-2. Kemudian saat bertemu Liverpool di final, Real Madrid menang 3-1 dan memastikan diri sebagai juara Liga Champions dalam 3 musim beruntun.

4. Paris Saint-Germain mengubur mimpi Bayern Munich pada semifinal edisi 2025/2026

Paris Saint-Germain menyandang status sebagai juara bertahan di Liga Champions 2025/2026 usai tampil ganas hingga membantai Inter Milan di final musim sebelumnya. Pada edisi terbaru ini, mereka kembali tampil ciamik. Les Parisiens sukses mengunci satu tempat di partai puncak usai menyingkirkan Bayern Munich pada semifinal.

Pada leg pertama, PSG dan Bayern menyuguhkan pertandingan yang begitu menarik. Namun, Les Parisiens sukses keluar sebagai pemenang dengan unggul tipis 5-4. Lalu pada pertemuan kedua di Allianz Arena, PSG mampu menahan imbang Bayern dengan skor 1-1. 

Dengan keunggulan atas Bayern Munich pada semifinal, Paris Saint-Germain berpotensi mempertahankan gelar juara pada 2025/2026. Mereka akan berduel dengan Arsenal dalam laga penentuan. Jika menang, Les Parisiens akan sejajar dengan Real Madrid sebagai juara bertahan yang mampu mengangkat trofi Liga Champions usai menyingkirkan Bayern Munich pada fase gugur.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Related Articles

See More