Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Fakta Kemenangan Fajar/Fikri di China Open 2026, Back to Back Juara!
ilustrasi bulu tangkis (pexels.com/Saif71.com)

China Open 2026 telah resmi berakhir setelah berlangsung pada 21–26 Juli 2026 di Changzhou, China. Turnamen BWF Super 1000 tersebut menghadirkan persaingan ketat dari para pebulu tangkis terbaik dunia, termasuk wakil Indonesia di berbagai sektor. Dari seluruh wakil yang berlaga, Indonesia akhirnya membawa pulang satu gelar juara melalui Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di nomor ganda putra.

Fajar/Fikri memastikan diri menjadi juara usai tampil konsisten sepanjang turnamen dan menuntaskan laga final dengan kemenangan. Hasil tersebut sekaligus membuat mereka sukses mempertahankan gelar China Open yang diraih pada edisi sebelumnya atau back to back juara. Lantas, apa saja fakta menarik di balik keberhasilan Fajar/Fikri menjuarai China Open 2026?

1. Fajar/Fikri berhasil mempertahankan gelar juara China Open

Gelar China Open 2026 menjadi trofi kedua secara beruntun yang diraih Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di turnamen ini. Pencapaian tersebut sekaligus menegaskan konsistensi mereka setelah sukses menjadi juara pada edisi 2025. Menariknya, status yang mereka bawa menuju dua gelar tersebut berbeda.

Pada China Open 2025, Fajar/Fikri datang sebagai pasangan baru tanpa status unggulan sebelum akhirnya menjuarai turnamen usai mengalahkan unggulan kedua asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, di partai final. Setahun berselang, mereka tampil sebagai unggulan kedua dan kembali naik podium tertinggi setelah menundukkan unggulan pertama sekaligus pasangan ganda putra nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae. Keberhasilan mengalahkan unggulan teratas di partai final membuat gelar China Open 2026 tentu terasa semakin istimewa bagi Fajar/Fikri.

2. Gelar Super 1000 pertama bagi Indonesia tahun ini

Keberhasilan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di China Open 2026 juga menjadi pencapaian penting bagi bulu tangkis Indonesia. Pasalnya, gelar tersebut merupakan titel BWF Super 1000 pertama yang berhasil diraih Indonesia sepanjang musim 2026. Sebelumnya, Merah Putih beberapa kali mendekati gelar, tetapi belum mampu mengakhirinya dengan hasil maksimal.

Peluang terbaik Indonesia sempat hadir saat Indonesia Open 2026 dengan meloloskan dua wakil ke partai final, yakni Jonatan Christie di sektor tunggal putra serta Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di ganda putra. Namun, keduanya harus puas finis sebagai runner-up setelah gagal mengamankan kemenangan di laga puncak. Karena itu, keberhasilan Fajar/Fikri menjuarai China Open 2026 sekaligus mengakhiri penantian Indonesia untuk meraih gelar BWF Super 1000 pertama pada tahun ini.

3. Menjadi juara dalam dua minggu berturut-turut

Sebelum menjuarai China Open 2026, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lebih dulu meraih gelar di Japan Open 2026. Dengan demikian, mereka berhasil menjadi juara dalam dua pekan berturut-turut pada dua turnamen bergengsi di kalender BWF World Tour. Catatan tersebut menunjukkan konsistensi performa Fajar/Fikri di tengah padatnya jadwal kompetisi.

Menariknya, gelar Japan Open 2026 diraih setelah Fajar/Fikri memenangi final ideal yang mempertemukan dua pasangan ganda putra terbaik dunia saat ini. Mereka sukses mengalahkan unggulan pertama asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, dalam dua game langsung untuk memastikan gelar BWF Super 750. Hasil tersebut kemudian berlanjut di China Open 2026, ketika Fajar/Fikri kembali mengatasi pasangan yang sama untuk mengamankan gelar BWF Super 1000.

4. Rekor pertemuan dengan Kim Won Ho/Seo Seung Jae kini menjadi imbang 3-3

Kemenangan di final China Open 2026 juga membuat rekor pertemuan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dengan Kim Won Ho/Seo Seung Jae kembali seimbang. Laga tersebut merupakan pertemuan keenam bagi kedua pasangan di level internasional. Berkat kemenangan itu, head to head Fajar/Fikri dan Kim/Seo kini sama kuat dengan skor 3-3.

Menariknya, pertemuan pertama kedua pasangan juga terjadi di China Open, tepatnya pada edisi 2025. Saat itu, Fajar/Fikri yang baru menjalani debut sebagai pasangan berhasil menumbangkan unggulan ketiga asal Korea Selatan tersebut dalam dua game langsung pada babak perempat final. Setahun kemudian, mereka kembali mengalahkan Kim/Seo di partai final untuk mempertahankan gelar juara China Open.

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil meraih gelar di Japan Open 2026 dan China Open 2026. Dua gelar tersebut sekaligus menjadi pencapaian penting bagi Indonesia pada turnamen BWF Super 750 dan Super 1000 musim ini. Konsistensi mereka pun menjadi modal berharga untuk menghadapi turnamen berikutnya.

Keberhasilan Fajar/Fikri tidak hanya mempertahankan gelar China Open, tetapi juga menghadirkan gelar BWF Super 1000 pertama Indonesia pada 2026. Hasil ini menunjukkan bahwa mereka mampu tampil konsisten di level tertinggi dalam dua pekan berturut-turut. Menarik untuk menantikan kiprah Fajar/Fikri pada turnamen-turnamen selanjutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article