5 Pengguna Nomor Punggung 7 di Atletico Madrid sebelum Lee Kang In

- Atletico Madrid resmi merekrut Lee Kang-in dari PSG dan langsung memberinya nomor punggung 7, yang sebelumnya dikenakan sejumlah pemain penting klub.
- Antoine Griezmann menjadi pengguna nomor 7 paling menonjol dengan 212 gol dan 101 assist, sekaligus pencetak gol terbanyak sepanjang masa Atletico Madrid.
- Sebelum Lee, nomor 7 juga dipakai Joao Felix, Adrian Lopez, Diego Forlan, dan Luciano Galletti, yang mencatat kontribusi berbeda dalam berbagai era Atletico.
Langkah mengejutkan diambil Atletico Madrid setelah resmi memboyong Lee Kang In dari Paris Saint-Germain (PSG). Bintang muda asal Korea Selatan ini langsung dipercaya mewarisi nomor punggung 7, sebuah nomor yang dikenal sarat akan sejarah di Estadio Metropolitano. Kehadiran Lee Kang In pun diharapkan mampu memberikan angin segar dan kreativitas baru di lini serang skuad Los Colchoneros.
Sebelum resmi dimiliki Lee Kang In, jersey nomor 7 telah menjadi milik nama-nama besar di Atletico Madrid. Berikut adalah lima pemain terakhir yang menggunakan nomor punggung 7 di Atletico Madrid sebelum Lee Kang In.
1. Antoine Griezmann menjadi pencetak gol terbanyak Atletico Madrid
Antoine Griezmann merupakan sosok ikonik yang paling sukses mengukir sejarah manis bersama nomor punggung 7 di Atletico Madrid. Setelah dibeli dari Real Sociedad pada Juli 2014, Griezmann langsung memilih nomor punggung 7 sebagai identitasnya yang bertahan selama lima musim sebelum ia dilepas ke Barcelona pada Juli 2019. Meski sempat menyeberang ke klub rival, ia akhirnya kembali ke pelukan Los Colchoneros pada musim 2021/2022 dan merebut kembali nomor kebanggaannya tersebut.
Selama masa baktinya di ibu kota Spanyol, Griezmann tampil sangat luar biasa di lini depan dan membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa bagi Atletico Madrid. Penyerang asal Prancis ini sukses mencatatkan statistik fantastis berupa torehan 212 gol dan 101 assist bagi Atletico Madrid di semua kompetisi. Setelah total 8 musim berseragam Atletico Madrid, Griezmann akhirnya resmi pindah ke klub MLS, Orlando City, pada Juli 2026.
2. Joao Felix dinilai tidak cocok dengan gaya defensif total ala Diego Simeone
Joao Felix didatangkan dari Benfica dengan dana fantastis yang mencapai 126 juta euro (Rp 2 triliun) untuk mewarisi nomor punggung 7 milik Griezmann setelah ia pindah ke Barcelona. Sejak didatangkan, pemain muda berbakat asal Portugal ini langsung dipercaya menjadi pilar utama di lini penyerangan tim. Bakat alamiah serta teknik tingginya sempat menyihir publik Wanda Metropolitano, namun gaya bermainnya dinilai kurang efektif dengan skema defensif disiplin tinggi yang diterapkan oleh pelatih Diego Simeone.
Selama mengenakan seragam Atletico Madrid, penyerang asal Portugal ini berhasil mengemas total 34 gol dan 18 assist dari 131 pertandingan di semua kompetisi. Ketidakcocokan taktik dan performanya yang fluktuatif membuat dirinya sempat dipinjamkan ke beberapa klub lain. Perjalanan kariernya di Spanyol akhirnya resmi berakhir ketika ia resmi dijual secara permanen ke Chelsea pada Agustus 2024.
3. Adrian Lopez menjadi salah satu pemain penting saat menjuarai LaLiga musim 2013/2014
Adrian Lopez mengenakan jersey nomor 7 saat diboyong secara gratis dari Deportivo La Coruna pada musim panas 2011. Walau lebih sering diplot sebagai penyerang pelapis, namun ia dikenal sebagai pemain yang rajin dan selalu tampil spartan di atas lapangan hijau. Performa terbaiknya terjadi saat ia berhasil mencetak gol-gol krusial yang membantu Atletico Madrid menjuarai LaLiga musim 2013/2014 serta menembus final Liga Champions di musim yang sama.
Dalam kurun waktu tiga musim membela Atletico Madrid, striker asal Spanyol ini berhasil membukukan total 26 gol dan 19 assist dari 142 kali penampilan di semua kompetisi. Kontribusi besarnya pada era awal kebangkitan Diego Simeone menjadikan namanya selalu dihormati oleh para fans Atletico Madrid. Setelah masa keemasannya di Atletico Madrid usai, ia akhirnya dijual ke klub raksasa Portugal, FC Porto, pada Juli 2014.
4. Diego Forlan bomber haus gol yang bawa Atletico Madrid menjuarai Europa League
Diego Forlan merupakan salah satu striker pengguna nomor punggung 7 yang paling mematikan di Atletico Madrid. Selama berseragam Atletico Madrid, bomber legendaris asal Uruguay ini berhasil membentuk duet yang sangat menakutkan bersama Sergio Aguero di lini serang tim Atletico Madrid. Performa puncaknya terjadi saat ia meraih gelar El Pichichi serta mencetak dua gol penentu kemenangan di final Liga Europa 2010.
Catatan individunya selama membela Atletico Madrid sangat mengesankan dengan torehan total 96 gol dan 31 assist dalam 198 penampilan di semua ajang. Ketajaman serta kepemimpinannya di atas lapangan menjadi fondasi utama kembalinya Atletico Madrid ke jajaran klub papan atas Eropa. Kebersamaannya yang indah bersama Los Colchoneros resmi berakhir ketika ia dijual ke klub Serie A, Inter Milan, pada Agustus 2011.
5. Luciano Galletti sang winger lincah pada masa transisi Atletico Madrid
Luciano Galletti dipercaya menjadi pemilik nomor 7 setelah didatangkan dari Real Zaragoza. Winger lincah berkebangsaan Argentina ini mengandalkan kecepatan serta umpan silang akurat sebagai senjata utamanya di sisi sayap. Performa konsistennya mampu memberikan opsi serangan yang variatif bagi klub yang saat itu sedang berada pada masa transisi.
Selama dua musim membela Atletico Madrid, Galletti berhasil mencatatkan 6 gol dan 1 assist dari 68 laga untuk Atletico Madrid di seluruh kompetisi. Meski tidak mempersembahkan trofi bergengsi, kerja kerasnya di lapangan selalu mendapat apresiasi positif dari para penduduk Atletico Madrid. Petualangannya di Spanyol resmi ditutup ketika ia dilepas dan dijual ke klub Liga Yunani, Olympiacos, pada Juli 2007.
Kini, estafet jersey nomor 7 di Atletico Madrid resmi berlanjut ke tangan bintang asal Korea Selatan, Lee Kang In. Mewarisi nomor peninggalan para penyerang legendaris tentu menghadirkan tantangan besar sekaligus ekspektasi tinggi dari publik Estadio Metropolitano. Sangat menarik untuk dinantikan bagaimana kreativitas dan gaya bermain Lee Kang In dalam mengukir babak baru serta menjaga tradisi kejayaan para pemilik nomor 7 terdahulu.





















