Honda Butuh Revolusi Agar Bisa Bersaing di MotoGP 2026

- Joan Mir menilai Honda butuh revolusi besar agar bisa bersaing di MotoGP 2026, meski hasil tes pramusim di Buriram menunjukkan performa yang tidak sepenuhnya buruk.
- Mir mengungkapkan potensi motor RC213V menurun dibanding musim sebelumnya, dengan masalah utama pada grip dan daya saing yang belum memuaskan.
- Ia menegaskan level Honda masih tertinggal dari Aprilia dan Ducati, serta mendorong tim untuk berani mencoba konsep baru demi peningkatan performa signifikan.
Jakarta, IDN Times - Keluhan demi keluhan masih dirasakan Joan Mir terkait motor Honda jelang MotoGP 2026. Dia bahkan menyebut, pabrikan asal Jepang itu butuh revolusi agar bisa bersaing.
Selama tes pramusim MotoGP 2026 di Buriram, Honda sejatinya tidak bisa dibilang buruk. Mir bahkan sempat masuk 10 besar catatan waktu terbaik. Namun, dia tetap merasa ada banyak masalah yang harus dibenahi.
1. Potensi RC213V kurang
Mir merasa, setelah musim 2025 yang menjanjikan, potensi RC213V kembali berkurang jelang MotoGP 2026 ini. Dia pun tidak senang dengan segala masalah yang ada ini.
"Saya tak bisa menyebut motor ini (Honda) punya banyak potensi. Saya belum senang, karena motor kami belum sekompetitif itu. Bahkan, grip-nya masih ada masalah," ujar Mir, dilansir Crash.
2. Level Honda masih di bawah Aprilia dan Ducati
Mir mengaku, dengan apa yang dicapai Honda selama tes di Buriram, potensi mereka untuk bersaing sangat minim. Bahkan, dia berani menegaskan bahwa level Honda masih di bawah Aprilia dan Ducati.
"Untuk saat ini, potensi kami masih sangat kuranng. Dari segi level, kami juga masih belum setara dengan Aprilia dan Ducati. Itulah yang kami, dan tentunya saya lihat sekarang," kata Mir.
3. Harus berani mencoba konsep baru
Lebih lanjut, Mir meminta Honda untuk berani berevolusi dengan mencoba konsep baru. Selama ini, pengembangan motor masih mengandalkan konsep lama, sehingga RC213V sulit bersaing.
"Tentu kami masih dalam proses membenahi diri. Kami memang mencoba banyak hal baru, tetapi konsep kami masih sama. Harus ada revolusi agar Honda bisa bersaing di MotoGP 2026," kata Mir.

















