Ketegangan yang sempat terjadi antara Jorge Martin dan Aprilia akibat sengketa kontrak kini tak lagi terlihat. Kedua pihak menunjukkan sinergi yang kuat pada fase awal MotoGP 2026. Martin mengungkapkan, dirinya dan tim telah melupakan dinamika yang sempat terjadi tahun lalu. Itu bisa terjadi karena kedua pihak saling memahami kondisi satu sama lain.
"Situasinya sangat luar biasa. Kami sangat menyatu. Aku pikir kami semakin dekat ketimbang sebelumnya setelah diriku menjalani operasi dan mereka memahami perjuangan emosional serta fisik yang aku alami. Mereka siap berusaha sekuat tenaga untukku dan aku akan melakukan hal yang sama untuk mereka," jelas Jorge Martin dilansir Corsedimoto.
Komunikasi antara Martin dan Aprilia semakin membaik dari waktu ke waktu. Juara MotoGP 2024 itu mengaku mengadakan diskusi tiap pekan untuk memahami cara meningkatkan performa saat menghadapi pekan balap. Kerja sama tersebut membuahkan hasil positif di atas lintasan.
Martin berhasil finis terdepan pada balapan sprint GP Amerika Serikat. Selain itu, ia juga finis kedua secara beruntun pada balapan utama GP Brasil dan Amerika Serikat. Torehan tersebut berpengaruh pada posisinya di klasemen pembalap.
Martin bercokol di peringkat kedua lewat perolehan 77 poin. Ia tertinggal 4 poin dari rekan setimnya, Marco Bezzecchi. Ini menempatkan Martin sebagai salah satu penantang titel juara di MotoGP 2026.
Martin masih belum terlalu memikirkan tentang gelar juara. Ia ingin fokus pada tiap pekan balap demi mencapai hasil terbaik. Akankah momentum positif yang sedang terjadi dapat terjaga hingga berbuah titel prestisius?