Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Indonesia Bawa Pulang 6 Medali di Kejuaraan Dunia Para Panahan 2026
Tim Indonesia mengamankan total enam medali dari Kejuaraan Dunia para panahan 2026 series Bangkok (dok.NPC Indonesia)
  • Tim para panahan Indonesia meraih enam medali di Kejuaraan Dunia Para Panahan 2026 Bangkok, terdiri dari tiga emas, satu perak, dan dua perunggu, menempatkan Indonesia sebagai runner up di bawah India.
  • Pelatih Rameez Ali menyebut hasil ini memuaskan meski beberapa target awal tidak tercapai, karena beberapa nomor justru berhasil menyumbang emas di luar prediksi tim.
  • Riyanti Ananda menjadi sorotan dengan torehan dua emas dan satu perunggu, menunjukkan performa gemilang meski baru bergabung pelatnas sejak Agustus 2025.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Agustus 2025

Riyanti Ananda mulai mengikuti pelatihan nasional untuk persiapan menghadapi kejuaraan internasional.

30 Maret hingga 4 April 2026

Kejuaraan Dunia Para Panahan 2026 seri Bangkok digelar di Thailand. Tim para panahan Indonesia meraih enam medali, terdiri dari tiga emas, satu perak, dan dua perunggu.

April 2026

Pelatih Rameez Ali Surya Negara menilai hasil enam medali cukup memuaskan meski beberapa target awal tidak tercapai. Riyanti Ananda menjadi sorotan setelah menyumbang dua emas dan satu perunggu bagi Indonesia.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Tim para panahan Indonesia meraih enam medali pada Kejuaraan Dunia Para Panahan 2026 seri Bangkok, terdiri dari tiga emas, satu perak, dan dua perunggu.
  • Who?
    Atlet Indonesia seperti Riyanti Ananda, Kholidin, Noviera Ross, Arif Firmansyah, Teodora Audi Ayudia Ferelly, dan Setiawan berperan dalam perolehan medali tersebut bersama pelatih Rameez Ali Surya Negara.
  • Where?
    Pertandingan berlangsung di Bangkok, Thailand, sebagai bagian dari rangkaian Kejuaraan Dunia Para Panahan 2026.
  • When?
    Turnamen diselenggarakan pada 30 Maret hingga 4 April 2026.
  • Why?
    Capaian ini merupakan hasil kerja keras tim nasional untuk mencapai target prestasi internasional meski beberapa nomor belum memenuhi sasaran awal yang ditetapkan pelatih.
  • How?
    Melalui penampilan konsisten di berbagai nomor recurve dan compound, para atlet berhasil mengamankan enam medali serta menempatkan Indonesia di posisi kedua klasemen akhir di bawah India.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tim panahan Indonesia tanding di Thailand dan bawa enam medali. Ada tiga emas, satu perak, dan dua perunggu. Indonesia jadi juara dua, kalah dari India. Pelatihnya senang tapi bilang belum semua target kena. Atlet namanya Riyanti hebat banget, dia dapat dua emas dan satu perunggu, semua orang bangga padanya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Prestasi enam medali yang diraih tim para panahan Indonesia di Kejuaraan Dunia 2026 menunjukkan kekuatan adaptasi dan semangat juang tinggi para atlet. Meskipun beberapa target awal tidak tercapai, keberhasilan meraih tiga emas dari nomor yang sebelumnya tak diprediksi menandakan potensi besar dan kemampuan tim untuk tampil gemilang di luar ekspektasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Tim para panahan Indonesia membawa pulang total enam medali dari Kejuaraan Dunia Para Panahan 2026 series Bangkok, Thailand. Turnamen berlangsung pada 30 Maret hingga 4 April 2026.

Skuad Garuda berhasil mengamankan tiga medali emas, satu perak, dan dua medali perunggu. Capaian ini menempatkan Indonesia sebagai runner up dalam ajang tersebut. Tepat satu peringkat di bawah India yang keluar menjadi juara umum dengan capaian total 13 medali (tujuh emas, tiga perak, dan tiga perunggu).

1. Masih belum sesuai target

Arif Firmansyah/Teodora Audi Ayudia Ferelly memenangkan perak emas Kejuaraan Dunia para panahan 2026 series Bangkok nomor mixed team compound (dok.NPC Indonesia)

Tim pelatih para panahan Indonesia, Rameez Ali Surya Negara, mengatakan, capaian enam medali yang diraih skuad Garuda terbilang memuaskan. Walaupun, jika bicara dari beberapa nomor justru target awal tim Indonesia tak seluruhnya tercapai.

"Bila berbicara target awal, sebenarnya nomor yang kita targetkan malah tidak tercapai. Kita kalah dari Taiwan di nomor double men recurve. Tetapi kita bisa mendapatkan tiga emas dari nomor yang sebelumnya tidak kita prediksikan. Mixed team recurve targetnya perunggu, double women recurve target perak dan mixed team compound target perunggu, tetapi bisa dapat emas," kata Rameez Ali.

2. Riyanti jadi sorotan

Riyanti Ananda/Noviera Ross memenangkan perak emas Kejuaraan Dunia para panahan 2026 series Bangkok nomor double womens recurve (dok.NPC Indonesia)

Sementara itu, atlet para panahan, Riyanti Ananda mengaku bangga dengan capaian total tiga medali dari Kejuaraan Dunia para panahan 2026 seri Bangkok. Ini dianggap Riyanti menjadi pijakan awal dalam upaya mempersembahkan prestasi maksimal untuk Indonesia.

"Harapannya ke depan saya bisa selalu memberikan yang terbaik untuk Indonesia dan NPC Indonesia," kata Riyanti.

Rameez Ali secara terbuka mengapresiasi capaian apik Riyanti. Meskipun pesaing berdatangan dari negara-negara langganan Paralimpiade, Riyanti dinilai mampu tampil tenang dan mencatatkan bidikan terbaik.

"Riyanti baru mengikuti pelatihan nasional pada bulan Agustus 2025, tetapi bisa tampil maksimal. Capaian dua emas dan satu perunggu merupakan prestasi yang patut diapresiasi," kata Rameez Ali.

3. Daftar peraih medali untuk Indonesia

Riyanti Ananda/Kholidin memenangkan medali emas Kejuaraan Dunia para panahan 2026 series Bangkok nomor mixed team recurve (dok.NPC Indonesia)

Berikut daftar wakil Indonesia yang meraih medali di Kejuaraan Dunia Dunia para Panahan 2026:

Medali emas:

1. Riyanti Ananda/Noviera Ross (Double womens recurve)

2. Riyanti Ananda/Kholidin (Mixed team recurve)

3. Kholidin (Recurve men open)

Medali perak:

1. Arif Firmansyah/Teodora Audi Ayudia Ferelly (Mixed  team compound)

Medali perunggu:

1. Setiawan (Recurve men open) 

2. Riyanti Ananda (Recurve women open)

Editorial Team