Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Intip Peluang Veda Ega di Moto3 Indonesia 2026, Bisa Podium?
Potret Veda Ega. (Dok. Red Bull).
  • Veda Ega Pratama membawa 105 poin dan menempati peringkat delapan klasemen sementara Moto3 menjelang balapan kandang di Mandalika.

  • Posisi start menjadi perhatian utama karena Veda sebelumnya memulai balapan dari urutan 16.

  • Target 10 besar dinilai realistis, sementara peluang menuju lima besar hingga podium tetap terbuka.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
pekan lalu

Veda finis ke-11 pada seri Jepang dan mencatat top speed 225,9 km/jam.

Minggu (11/10/2026)

Veda akan menjalani balapan utama Moto3 di Pertamina Mandalika International Circuit.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Veda Ega Pratama akan menjalani balapan kandang Moto3 dengan target masuk 10 besar hingga berpeluang meraih podium.
  • Who?
    Veda Ega Pratama menjadi pembalap yang dinilai memiliki peluang bersaing di balapan Moto3 oleh Priandhi Satria.
  • Where?
    Balapan utama berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit.
  • When?
    Balapan utama dijadwalkan pada Minggu (11/10/2026).
  • Why?
    Veda memiliki 105 poin, berada di peringkat delapan klasemen sementara, dan akan tampil di sirkuit kandang.
  • How?
    Veda perlu mendapatkan posisi start lebih baik, menjaga ketahanan ban, membaca situasi, memilih momentum menyalip, dan mempertahankan fokus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Veda Ega mau balapan Moto3 di Mandalika, tempat yang dekat dengan negaranya. Ia sudah punya 105 poin dan berada di urutan delapan. Priandhi Satria bilang Veda bisa masuk 10 besar atau naik podium. Veda perlu mendapat posisi start bagus, menjaga ban, membaca balapan, dan tetap fokus.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Veda Ega memiliki modal yang cukup baik untuk menghadapi balapan di Mandalika. Peringkat kedelapan klasemen dan catatan top speed 225,9 km/jam menunjukkan kapasitas bersaingnya. Dukungan pengetahuan tentang sirkuit kandang juga membuka ruang bagi Veda untuk menjaga konsistensi dan mengejar hasil yang lebih tinggi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Veda Ega Pratama akan melakoni debut balapan kandangnya sejak berkiprah di Moto3. Kendati debut, Veda memiliki modal positif untuk mengincar posisi depan pada balapan utama di Pertamina Mandalika International Circuit, Minggu (11/10/2026).

Veda datang dengan mengantongi 105 poin dan berada di peringkat delapan klasemen sementara Moto3. Karena balapan di sirkuit kandang, eks Direktur Utama MGPA sekaligus pengamat motorsport, Priandhi Satria, menilai Veda punya kans untuk naik podium.

1. Posisi kualifikasi jadi PR utama

Potret Veda Ega. (Dok. Red Bull).

Veda sebenarnya juga datang dengan mencatat top speed 225,9 km/jam saat finis ke-11 di seri Jepang pada pekan lalu. Namun, Veda dinilai masih terhambat oleh posisi start yang tercecer jauh, urutan 16. Untuk memudahkannya naik podium, Veda wajib mencari tempat terbaik pada kualifikasi.

"Bagi Veda, peluang untuk menembus 10 besar cukup terbuka, bahkan kesempatan menuju podium juga layak diperhitungkan. Namun, ia perlu mendapatkan posisi start yang lebih baik agar tidak menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mengejar rombongan depan," kata Priandhi Satria.

2. Faktor adaptasi sirkuit dan manajemen ban di balapan rapat

Ilustrasi Veda Ega (nomor 9) di tikungan. (Dok. Red Bull).

Karakter persaingan Moto3 yang sangat ketat menuntut Veda tak hanya mengandalkan kecepatan motor semata. Kemampuan membaca situasi, menjaga ketahanan ban, serta kecermatan memilih momentum untuk menyalip saat berada di dalam rombongan besar akan menjadi penentu hasil akhir.

"Veda memiliki modal yang cukup baik untuk menghadapi Pertamina Grand Prix of Indonesia di Mandalika. Posisi kedelapan klasemen menunjukkan bahwa ia mampu bersaing di Moto3. Tantangannya sekarang adalah menjaga konsistensi," ujar Priandhi.

3. Hasil realistis 10 besar, tapi punya potensi tembus podium

Potret pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama. (IDN Times/Tino).

Bagi Priandhi, finis posisi 10 besar menjadi hasil realistis yang mudah didapat Veda. Namun, peluang mengamankan posisi lima besar hingga podium tetap terbuka lebar selama Veda sanggup menjaga fokus penuh sepanjang balapan.

"Podium tentu bukan sesuatu yang mustahil, tetapi harus diperjuangkan melalui rangkaian sesi yang baik. Veda perlu memanfaatkan pengetahuannya tentang Mandalika, tampil kuat sejak kualifikasi, dan tidak kehilangan fokus," ucap Priandhi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article