Jejak Veda Ega di Sirkuit Mandalika Hingga Cetak Sejarah

- Veda Ega Pratama mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang meraih podium di Moto3 Brasil setelah start dari posisi keempat dan finis dramatis di peringkat tiga.
- Kesuksesan Veda merupakan hasil pembinaan panjang melalui berbagai ajang nasional dan internasional, termasuk Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series yang digelar MGPA bersama Pride Motorsport.
- Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika berperan penting sebagai tempat latihan dan simbol sport tourism Indonesia, didukung InJourney untuk mendorong prestasi serta pariwisata nasional.
Jakarta, IDN Times - Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, berhasil mencatatkan sejarah dalam balapan Moto3 seri Brasil di Aytron Senna Curcuit, Goiania, Brasil, Minggu (22/3/2026). Dalam momen itu, Veda menorehkan tinta emas dengan menjadi orang Indonesia pertama yang merebut podium Moto3.
Veda yang tergabung di Honda Team Asia memulai balapan dari posisi keempat. Dia langsung melesat ke posisi ketiga selepas start, menempel Joel Esteban dan Valentin Perrone.
Namun, persaingan ketat yang terjadi membuat posisi grid berubah cepat. Veda silih berganti disalip di awal-awal balapan ini sehingga sempat turun ke posisi 10 hingga lap 12. Dengan kesabarannya, Veda bisa memulihkan posisinya hingga finis di peringkat tiga secara dramatis.
1. Proses panjang bukan hasil instan

Torehan Veda di Moto3 bukan merupakan hasil instan. Ada proses panjang yang dijalani oleh Veda. Mulai dari berlatih di sirkuit seadanya kala masih anak-anak, hingga berkembang lewat berbagai seri balapan nasional serta internasional.
Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika juga menjadi salah satu bagian dalam perkembangan Veda. Tercatat, dia sempat beberapa kali memacu motornya di sana, mulai dari balapan Asia Talent Cup, Pertamina Mandalika Racing Series, Asia Road Racing Championship, hingga Red Bull Rookies Cup.
"MGPA juga bekerja sama dengan Pride Motorsport mengadakan ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pertamina Mandalika Racing Series, yang memang dirancang secara regulasi untuk membuat pembalap semakin mahir mengendarai motornya di lintasan balap dengan standar penyelenggaraan internasional. Tujuannya membuat mereka semakin terbiasa dengan berbagai sirkuit di luar negeri yang memiliki standar homologasi yang sama," kata Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, dalam keterangannya.
"Veda Ega Pratama mengikuti seri Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series pada 2023 di kelas National Sport 250 cc dan pada 2024 mengikuti kejurnas tersebut di kelas National Sport 600 cc. Ini bukti pembinaan bagi para pembalap yang kami lakukan tanpa henti," lanjutnya.
2. Sering dipakai buat latihan

Tak cuma mengaspal di Mandalika, tapi Veda juga memanfaatkan keberadaan sirkuit tersebut sebagai lokasi latihannya. Momentum track day dimanfaatkan Veda demi memacu kemampuannya berlatih di atas kuda besi.
"Ini jadi bukti, sirkuit bukan cuma sekadar lokasi balap, tapi juga untuk meningkatkan kualitasnya," ujar Priandhi.
3. Ujung tombak sport tourism

Direktur Utama InJourney Holding, selaku holding yang membawahi ITDC dan MGPA, Maya Watono, menyampaikan apresiasi atas pendapaian Veda. Dia menilai, Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika menjadi ujung tombak proyek sport tourism, dengan tujuan peningkatan prestasi olahraga sekaligus penunjang untuk mendorong popularitas lima destinasi wisata prioritas nasional.
"Kami bangga atas prestasi yang diraih Veda Ega Pratama yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di level dunia. InJourney berperan sebagai bagian dari support system yang terus mendorong dan mendukung pembalap Indonesia untuk dapat bersaing secara global," ujarnya.


















