Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kawhi Leonard Imbangi Bob McAdoo dalam Rekor 20 Poin Beruntun Clippers
ilustrasi basket NBA (unsplash.com/appshunter.io)
  • Kawhi Leonard mencetak 23 poin saat membawa Los Angeles Clippers menang 137-117 atas New Orleans Pelicans, sekaligus menyamai rekor Bob McAdoo dengan 37 laga beruntun mencetak minimal 20 poin.
  • Meski sering cedera selama enam musim bersama Clippers, performa Leonard tetap impresif musim ini dengan rata-rata 27,9 poin, 6,3 rebound, 3,7 assist, dan 2 steal per pertandingan.
  • Leonard telah dua kali juara NBA dan dua kali jadi Finals MVP bersama Spurs dan Raptors, namun belum berhasil meraih gelar bersama Clippers sejak bergabung pada 2019.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Los Angeles Clippers berhasil menyelamatkan wajah mereka di hadapan pendukung sendiri di Intuit Dome, Inglewood, California, Amerika Serikat. Mereka mengalahkan tamunya, New Orleans Pelicans, dengan skor 137-117 pada Minggu (1/3/2026) waktu setempat. Clippers keluar sebagai pemenang berkat salah satu pemain bintang veteran mereka, Kawhi Leonard.

Leonard bahkan mencetak rekor di pertandingan itu. Menurut cuitan Tomer Azarly, ClutchPoints, di X (dahulu Twitter), sang pemain telah mengimbangi Bob McAdoo dalam perolehan 20 poin beruntun terbanyak dalam sejarah tim setelah pertandingan melawan Pelicans. Begini detailnya:

1. Kawhi Leonard telah mencetak 20 poin sebanyak 37 kali beruntun untuk Los Angeles Clippers

Kawhi Leonard tampil gemilang dalam kemenangan Los Angeles Clippers atas New Orleans Pelicans. Dia mengoleksi 23 poin, 5 assist, 3 rebound, dan 1 steal. Perolehan poinnya membuahkan rekor baru.

Leonard kini menduduki peringkat tiga untuk urusan mencetak 20 poin beruntun terbanyak sepanjang sejarah Clippers. Hingga pertandingan melawan Pelicans tadi, dirinya telah memperoleh 20 poin dalam 37 pertandingan beruntun. Rekor itu sekaligus membuat Leonard mengimbangi Bob McAdoo yang juga mengoleksi 37 kali 20 poin beruntun dalam kariernya bersama Clippers.

Musim regeuler NBA 2025/2026 sendiri masih cukup panjang. Leonard bisa menambah rekornya agar melewati McAdoo. Dia hanya butuh mencetak 20 poin sekali lagi pada pertandingan berikutnya.

2. Dalam kondisi sehat, Kawhi Leonard bisa diandalkan Los Angeles Clippers

Kawhi Leonard merupakan seorang pemain bintang veteran. Dia lama berkarier di NBA. Leonard tengah memasuki musim ke-14 sepanjang kariernya dan ke-6 bersama Los Angeles Clippers pada 2025/2026 ini.

Sayangnya, selama 6 musim bersama tim asal Los Angeles itu, karier Leonard kerap tertahan cedera. Dia berkali-kali hanya bisa duduk di pinggir lapangan. Pada musim lalu, Leonard bahkan hanya tampil 37 kali. Dia tidak pernah bisa tampil lebih dari 68 pertandingan per musim sejak bergabung bersama mereka pada 2019.

Meski begitu, dalam kondisi sehat, pengaruh Kawhi Leonard begitu terasa untuk Los Angeles Clippers. Buktinya terjadi pada pertandingan melawan New Orleans Pelicans. Sepanjang 2025/2026 ini, dirinya juga telah mencetak rata-rata 27,9 poin, 6,3 rebound, 3,7 assist, dan 2 steal.

3. Punya prestasi mentereng, tetapi belum sempat juara bersama Los Angeles Clippers

Kawhi Leonard bukanlah pemain sembarangan. Sebab, lemari prestasinya penuh dengan trofi. Sepanjang kariernya di NBA, misalnya, Leonard telah dua kali keluar sebagai juara.

Gelar juara NBA terakhirnya cukup fenomenal. Dia mengantarkan Toronto Raptors ke podium tertinggi untuk pertama kali dalam sejarah pada 2019. Dia bahkan keluar sebagai Finals Most Valuable Player (Finals MVP).

Sementara itu, gelar juara pertamanya terjadi saat membela tim pertamanya, San Antonio Spurs. Dia membantu mereka mengalahkan supertim, Miami Heat, yang diisi superstar macam LeBron James, Dwyane Wade, dan Chris Bosh. Saat itu, Leonard juga terpilih sebagai Finals MVP.

Semusim membela Raptors, Kawhi Leonard pindah ke Los Angeles untuk membela Clippers. Namun, karena masalah kesehatan, dia tidak bisa maksimal selama berada di sana. Leonard belum sempat juara bersama timnya yang sekarang. Meski begitu, dengan segala rekor yang dicatatkannya, dia masih punya potensi untuk mewujudkan misi menjadi juara lagi. Mungkinkah?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team