Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kejurnas ASKI-JKA 2026 Perdana Terapkan Sistem Budo Karate
Kejurnas ASKI-JKA 2026 resmi dihelat, hadirkan atmosfer baru. (IDN Times/Sandy Firdaus)

  • Kejurnas ASKI–JKA 2026 di TMII menjadi ajang pertama yang menerapkan sistem JKA Budo Karate pada hari pertama dan sistem WKF pada dua hari berikutnya.
  • Sebanyak 750 karateka dari 22 Pengprov dan 1 Afiliasi Bank Indonesia berpartisipasi, dengan hasil kejuaraan dijadikan dasar pembinaan atlet menuju level internasional.
  • Penerapan sistem JKA memperketat standar penilaian berbasis teknik, kekuatan, ritme, dan zanshin untuk membentuk karateka berkarakter kuat serta menjaga nilai tradisional budo.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
17 sampai 19 April 2026

Kejurnas ASKI-JKA 2026 berlangsung di Padepokan Pencak Silat Indonesia, TMII, diikuti 750 karateka dari 22 Pengprov dan 1 Afiliasi Bank Indonesia. Hari pertama menggunakan sistem JKA Budo Karate, sedangkan hari kedua dan ketiga memakai sistem WKF.

19 April 2026

Ketua Umum PP ASKI Saepullah Nasution menyampaikan bahwa hasil Kejurnas akan menjadi dasar pemanggilan atlet ke tahap pembinaan lanjutan untuk persiapan kejuaraan internasional.

Mei 2026

Para juara nomor kumite dari Kejurnas ASKI-JKA 2026 yang menggunakan sistem WKF/FORKI dijadwalkan mengikuti Kejurnas FORKI di Soreang, Bandung.

tahun 2027

Pemenang Best of The Best dari Kadet/Junior dan under 21/Senior pada Kejurnas ASKI-JKA 2026 akan dikirim ke Kejuaraan Dunia Gichin Funakoshi ke-17 di Takasaki, Tokyo, Jepang.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kejurnas ASKI–JKA 2026 menjadi ajang pertama yang menerapkan sistem JKA Budo Karate secara resmi di Indonesia, dengan fokus pada teknik dasar, jurus, dan pertarungan berlandaskan filosofi budo.
  • Who?
    Akademi Seni-Beladiri Karate Indonesia (ASKI) sebagai penyelenggara, diikuti 750 karateka dari 22 Pengprov dan 1 Afiliasi Bank Indonesia; Ketua Umum PP ASKI Saepullah Nasution dan Shihan Ucok Marisi Sihotang turut hadir.
  • Where?
    Padepokan Pencak Silat Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.
  • When?
    Pertandingan berlangsung pada 17 hingga 19 April 2026, dengan keterangan resmi disampaikan pada Minggu, 19 April 2026.
  • Why?
    Penerapan sistem baru dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet karate nasional serta mengembalikan esensi karate sebagai seni bela diri yang menekankan disiplin dan karakter.
  • How?
    Sistem JKA diterapkan di hari pertama dengan penilaian ketat terhadap teknik dan kesadaran penuh; hari kedua dan ketiga menggunakan aturan WKF. Hasil kejuaraan menjadi dasar seleksi atlet ke tingkat internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak orang pakai baju putih karate datang ke TMII buat lomba besar. Namanya Kejurnas ASKI-JKA 2026. Ada 750 atlet dari banyak daerah. Hari pertama pakai cara baru namanya sistem JKA, yang ajar disiplin dan sopan. Hari lain pakai aturan dunia. Pemenang nanti bisa ikut lomba di Jepang dan Bandung tahun depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Penerapan sistem JKA Budo Karate dalam Kejurnas ASKI–JKA 2026 menunjukkan komitmen kuat ASKI untuk menyeimbangkan prestasi dan nilai-nilai tradisional. Dengan fokus pada disiplin, etika, dan pengendalian diri, kejuaraan ini tidak hanya menguji kemampuan teknis 750 karateka dari seluruh Indonesia, tetapi juga memperkuat karakter dan integritas mereka dalam semangat seni bela diri sejati.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Akademi Seni-Beladiri Karate Indonesia (ASKI) mencatatkan tonggak penting dalam sejarah pembinaan karate nasional melalui penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) ASKI–JKA 2026.

Untuk pertama kalinya, Kejurnas ASKI menerapkan sistem JKA secara resmi khusus di hari pertama pertandingan. Sementara hari kedua dan ketiga menerapkan sistem peraturan pertandingan Federasi Karate Dunia (WKF).

Penerapan sistem JKA Budo Karate menjadi pembeda utama dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya, yaitu dengan menitikberatkan pada aspek teknik dasar (kihon), jurus (kata), serta pertarungan (kumite) yang berlandaskan filosofi budo yakni disiplin, etika, dan pengendalian diri.

1. Diikuti 750 karateka dari seluruh Indonesia

Kejurnas ASKI-JKA 2026 resmi dihelat, hadirkan atmosfer baru. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Kejurnas ASKI-JKA 2026 yang berlangsung pada 17 sampai 19 April 2026 di Padepokan Pencak Silat Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Kejuaraan ini diikuti oleh 750 karateka ASKI dari 22 Pengprov dan 1 Afiliasi Bank Indonesia.

Ketua Umum PP ASKI, Saepullah Nasution, mengatakan, Kejurnas ASKI–JKA 2026 diharapkan menjadi awal dari transformasi sistem pembinaan karate di Indonesia menuju standar yang lebih tinggi dan berkelanjutan.

"Hasil Kejurnas ini akan menjadi dasar pemanggilan atlet ke tahap pembinaan lanjutan. Mereka yang memenuhi kualifikasi, baik di level junior maupun senior, akan dipersiapkan untuk kejuaraan internasional,” ujar Saepullah dalam keterangannya, dikutip Minggu (19/4/2026).

2. Upaya tingkatkan kualitas atlet

Kejurnas ASKI-JKA 2026 resmi dihelat, hadirkan atmosfer baru. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Ketua Dewan Guru ASKI, Shihan Ucok Marisi Sihotang, mengatakan, penerapan penilaian baru ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan atlet secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi kompetisi, tetapi juga karakter.

“Penerapan sistem JKA Budo Karate menjadi langkah strategis untuk mengembalikan esensi karate sebagai seni bela diri yang utuh, bukan sekadar olahraga kompetitif,” ujar Ucok dalam keterangannya.

3. Standar penilaian diperketat

Kejurnas ASKI-JKA 2026 resmi dihelat, hadirkan atmosfer baru. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Selain itu, standar penilaian dalam Kejurnas ASKI-JKA 2026 ini juga diperketat dengan mengacu pada prinsip-prinsip JKA, termasuk ketepatan teknik, kekuatan, ritme, serta zanshin (kesadaran penuh).

"ASKI berharap, melalui inovasi ini, Kejurnas tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembentukan karateka yang berkarakter kuat, berintegritas, dan mampu bersaing di tingkat internasional tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional," kata Ucok.

Hasil kejuaraan sistem Ippon Sobu JKA Style ini serta pemenang Best of The Best dari Kadet/Junior, under 21/ Senior akan dikirim ke Kejuaraan Dunia Gichin Funakoshi ke-17 pada tahun 2027 di Takasaki, Tokyo, Jepang.

Sedangkan, para juara untuk nomor kumite dari Kejurnas ASKI-JKA 2026 yang menggunakan sistem WKF/FORKI ini nantinya akan dikirm ke Kejurnas FORKI di Soreang, Bandung pada Mei 2026.

Editorial Team