Kemenpora Gandeng Kemendikdasmen, Apa Kolaborasinya?

- Menpora Erick Thohir dan Mendikdasmen Abdul Mu'ti menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat sinergi bidang olahraga demi membangun karakter generasi muda Indonesia.
- Kolaborasi ini menyatukan program unggulan seperti O2SN dan POPNAS agar pembinaan atlet pelajar lebih terarah serta mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo.
- Kemenpora berencana memaksimalkan fasilitas olahraga di sekolah-sekolah Kemendikdasmen sebagai sarana pengembangan talenta muda di seluruh Indonesia.
Jakarta, IDN Times – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, resmi menjalin sinergi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti. Keduanya menandatangani nota kesepemahanan terkait sinergi di bidang olahraga untuk membangun karakter generasi muda, Jumat (13/3/2026).
Langkah kolaboratif ini diambil demi mewujudkan visi pemerintah agar para pelajar tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga tangguh secara fisik dan mental. Sinergi dua kementerian ini diharapkan mampu mencetak talenta muda unggul yang siap mengharumkan nama bangsa di masa depan.
1. Sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo

Erick menegaskan, kolaborasi ini merupakan wujud nyata dari pelaksanaan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Visi tersebut menitikberatkan pada pentingnya membangun pemuda yang berkarakter kuat serta menjadikan olahraga sebagai simbol kedigdayaan bangsa.
"Saya apresiasi karena Pak Menteri ini punya pemikiran dan komitmen agar murid SD, SMP, SMA tidak hanya berprestasi tapi juga sehat jasmani dan rohani," kata Erick dalam keterangannya.
2. Sinergikan O2SN hingga Pekan Olahraga Pelajar

Melalui kesepakatan ini, sejumlah program unggulan dari kedua kementerian yang sebelumnya berjalan terpisah akan disinergikan. Beberapa di antaranya adalah integrasi ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) milik Kemendikdasmen dengan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) binaan Kemenpora.
"Kita bisa lihat program-program ini nanti akan kita sinergikan baik yang namanya industri dengan atlet tetapi juga banyak program yang kita kerjasamakan yang selama ini belum maksimal misalnya Pekan Olahraga Pelajar, Bapak punya O2SN dan sebagainya dan ini menjadi bagian penting dalam pembangunan pendidikan kedepan," ujar mantan Presiden Inter Milan tersebut.
3. Manfaatkan infrastruktur sekolah secara maksimal

Erick juga menyoroti keunggulan infrastruktur yang dimiliki oleh jaringan Kemendikdasmen di seluruh pelosok Indonesia. Fasilitas olahraga di lingkungan sekolah dinilai jauh lebih merata dan siap untuk dimaksimalkan sebagai wadah bibit atlet baru.
"Ini menjadi bagian penting untuk kami bisa melanjutkan dan mengeksekusi target-target tersebut," ucap pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PSSI itu.


















