Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Ada Duet Baru di Ganda Putri Indonesia?

WhatsApp Image 2025-10-26 at 19.59.19.jpeg
Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti juara di Sper 100 Indonesia Masters II 2025 (dok.PP PBSI)
Intinya sih...
  • Performa kedua pasangan ganda putri belum memuaskan sejak September 2025.
  • Pertimbangan dalam pembentukan duet baru berdasarkan keahlian masing-masing pemain.
  • Target pelatih untuk dua pasangan baru adalah menyamai atau melebihi performa dua pasangan lainnya di Indonesia Masters 2026.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pelatnas PBSI meracik dua pasangan baru dari sektor ganda putri. Pelatih ganda putri Indonesia, Karel Mainaky, mengaku keputusan ini diambil bukan tanpa alasan.

Sebelumnya, dua pasangan dicerai. Apriyani Rahayu yang semula kembali ditandemkan dengan Siti Fadia Silva Ramadhanti kini dipasangkan dengan Lanny Tria Mayasari. Sementara, Fadia diduetkan dengan Amalia Cahaya Pratiwi.

1. Hasil keduanya tak memuaskan

Ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti mengunci kemenangan dalam laga 16 besar Australian Open 2025
Ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti mengunci kemenangan dalam laga 16 besar Australian Open 2025 (dok.PP PBSI)

Karel mengakui performa Apri/Fadia dan Lanny/Tiwi saat dipasangkan terbilang tak memuaskan. Sejak Hong Kong Open pada September 2025 lalu, kedua pasangan belum berhasil meraih hasil optimal dari BWF World Tour level atas. 

Capaian terbaik Apri/Fadia adalah juara Super 100 Indonesia Masters II 2025. Sementara, Lanny/Tiwi maksimal menjadi runner up Astana International Challenge 2025 di Kazakhstan.

"Kami sudah memberikan kesempatan beberapa pertandingan kepada Apri/Fadia dan Lanny/Tiwi. Tapi, hasilnya belum memuaskan dan saya kira sudah tidak bisa lagi diteruskan. Sebagai pelatih, saya harus cepat mengambil keputusan. Jadi, saya kembali putar menjadi Fadia/Tiwi dan Apri/Lanny," kata Karel dalam keterangan tertulis.

2. Pertimbangan dalam duet baru

Ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi melawan Inggris di fase Grup D Piala Sudirman 2025 (dok. PP PBSI)
Ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi melawan Inggris di fase Grup D Piala Sudirman 2025 (dok. PP PBSI)

Karel juga punya alasan tersendiri mengapa Apriyani dipasangkan dengan Lanny dan Fadia bersama Tiwi. Keahlian masing-masing pemain menjadi pertimbangan paling dasar Karel.

"Pertimbangannya Fadia lebih membutuhkan yang punya kekuatan di belakang dan Tiwi punya itu. Sementara, Apri sekarang membutuhkan pasangan yang bisa rotasi dan punya tenaga, Lanny saya rasa bisa mengisi pos tersebut," kata Karel.

3. Target untuk dua pasangan baru

RachelFebi lawan ApriyaniFadia
Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum usai berlaga melawan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti. (Dok. PP PBSI)

Tak main-main, dua racikan baru ini langsung dapat PR berat dari Karel. Dia berharap, Apri/Lanny dan Fadia/Tiwi bisa setidaknya menyamai dua pasangan lainnya yakni Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari dan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum saat berlaga di Indonesia Masters 2026 mendatang.

"Untuk pertandingan pertama setidaknya di Daihatsu Indonesia Masters 2026 nanti, harapan saya ya mereka bisa menyamai atau bahkan kalau bisa melebihi dua pasangan lainnya yang sudah lumayan progresnya, Ana/Trias dan Rachel/Febi," ujar Karel.

Karel meyakini, jika keempat pasangan bisa menciptakan persaingan yang rapat, maka akan berdampak baik untuk peringkat masing-masing.

"Jadi, persaingannya bisa lebih bagus, untuk mau tembus ke atas lagi. Kalau dalam sini ada persaingan yang lebih ketat akan mendukung untuk bisa tembus lagi ke atas," ujar Karel.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Sport

See More

Manchester United Ogah Angkat Darren Fletcher Jadi Caretaker

12 Jan 2026, 23:39 WIBSport