FPTI: Hendra Basir Dipecat Secara Tidak Hormat

- FPTI resmi memecat Hendra Basir secara tidak hormat karena dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap atlet di lingkungan pelatnas panjat tebing.
- FPTI belum memanggil Hendra untuk dimintai keterangan, dengan alasan fokus utama mereka adalah perlindungan dan keberpihakan pada korban kasus kekerasan seksual.
- Yenny Wahid menegaskan tidak ada ruang damai bagi Hendra, sementara FPTI telah menunjuk pelatih baru tanpa posisi pelatih kepala untuk tim speed putra dan putri.
Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid menegaskan mantan pelatih kepala panjat tebing Indonesia, Hendra Basir diberhentikan secara tidak hormat. Ini menyusul dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang dilakukan Hendra.
“Jadi pelatih kepala telah kita berhentikan dengan tidak hormat,” kata Yenny Wahid dalam konferensi pers di Pelatnas FPTI, Bekasi, Rabu (4/3/2026).
1. Belum panggil Hendra Basir

FPTI mengakui belum memanggil Hendra Basir untuk dimintai keterangan terkait kasus yang menyeret namanya. Ini dilakukan karena FPTI menegaskan posisi mereka yang berpihak pada korban.
“Satu, kita kan memang, dalam perspektif dan sensibilitas dalam kasus ini, kita harus tahu dulu, sisi korban itu seperti apa. Ini kekhasan dalam penanganan kasus-kasus kekerasan seksual ini. Karena sensibilitasnya, kita harus tahu dulu, supaya tahu postur anatomika itu seperti apa, sehingga dengan itu kita bisa menentukan batas-batas, bisa menentukan strategi yang paling tepat untuk melindungi, dan supaya tidak terjadi double violence,” kata Anggota Tim Pencari Fakta (TPF) FPTI, Robertus Robet dalam kesempatan yang sama.
“Kita bisa terjadi double violence. Jadi kita harus pastikan terlebih dahulu ini. Jadi dalam kasus-kasus kekerasan seksual, kita bisa jadi kekerasan ganda,” sambung dia.
Namun, Robet memastikan Hendra tetap akan dipanggil untuk dimintai keterangan nantinya.
2. Tutup ruang damai

Yenny memastikan tidak ada ruang rekonsiliasi dengan Hendra Basir. Pintu damai tertutup dari sisi FPTI setelah dugaan kasus pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang dianggap merupakan pelanggaran berat.
“Rekonsiliasi itu kalau dua-duanya gak salah. Kalau satunya penjahat, ya… Apalagi terduga predator. Tidak ada ruang bagi kita untuk bisa menerima orang semacam itu karena bisa mengancam keselamatan dari para atlet kita,” kata Yenny.
3. Sudah punya pelatih baru

FPTI kini sudah memiliki jajaran pelatih baru. Berbeda dengan jajaran kepelatihan sebelumnya, FPTI kini tidak lagi menerapkan posisi pelatih kepala.
Tim speed Indonesia akan memiliki dua pelatih. Mereka adalah Galar Pandu Asmoro (speed putra) dan Fitriyani (speed putri) didampingi satu assiten pelatih Gunawan Santoso.
















