5 Kesalahan Umum Pemain Padel Pemula yang Sering Diabaikan

Padel menjadi salah satu olahraga raket yang belakangan ini makin populer di Indonesia. Perpaduan antara tenis dan squash membuat padel terasa menyenangkan, mudah dipelajari, dan cocok dimainkan oleh berbagai usia. Tidak heran jika banyak pemula tertarik mencoba olahraga ini tanpa ragu.
Namun, kemudahan tersebut sering kali membuat pemain pemula mengabaikan hal-hal mendasar. Banyak kesalahan kecil yang terlihat sepele, tetapi berdampak besar pada performa dan risiko cedera. Jika dibiarkan, kesalahan ini justru bisa menghambat perkembangan kemampuan bermain padel.
1. Terlalu fokus pada tenaga, bukan teknik

Banyak pemain pemula mengira pukulan keras adalah kunci utama dalam padel. Akibatnya, mereka sering memukul bola dengan tenaga berlebihan tanpa memperhatikan posisi tubuh dan ayunan raket. Padahal, padel lebih mengutamakan kontrol dibandingkan kekuatan.
Kesalahan ini membuat bola sering keluar lapangan atau mudah dikembalikan lawan. Selain itu, penggunaan tenaga berlebihan juga meningkatkan risiko cedera pada pergelangan tangan dan bahu. Teknik yang tepat justru membantu pemain menghemat energi dan bermain lebih konsisten.
2. Salah memosisikan diri di lapangan

Posisi tubuh menjadi aspek penting dalam permainan padel, terutama karena lapangan yang lebih kecil. Pemula sering berdiri terlalu dekat dengan net atau terlalu jauh ke belakang tanpa alasan yang jelas. Posisi ini membuat mereka kesulitan mengantisipasi arah bola.
Akibatnya, pemain menjadi reaktif dan sering terlambat memukul bola. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini menurunkan kepercayaan diri saat bermain. Memahami posisi ideal membantu pemain membaca permainan dengan lebih baik.
3. Jarang memanfaatkan dinding lapangan

Salah satu ciri khas padel adalah penggunaan dinding sebagai bagian dari permainan. Sayangnya, banyak pemula justru menghindari bola yang memantul dari dinding karena merasa tidak terbiasa. Mereka menganggap pantulan dinding sebagai situasi sulit yang harus dihindari.
Padahal, dinding bisa menjadi keuntungan jika dimanfaatkan dengan benar. Dengan memahami sudut pantulan, pemain bisa memiliki waktu lebih untuk mengatur pukulan. Penggunaan dinding yang tepat juga membuat permainan menjadi lebih strategis.
4. Kurang berkomunikasi dengan pasangan bermain

Padel umumnya dimainkan secara ganda sehingga kerja sama menjadi kunci utama. Pemula sering bermain sendiri-sendiri tanpa komunikasi yang jelas dengan pasangan. Hal ini memicu kebingungan saat bola datang di area tengah lapangan.
Kurangnya komunikasi juga membuat pergerakan menjadi tidak efektif. Situasi ini sering berujung pada tabrakan kecil atau bola yang terlewat begitu saja. Komunikasi sederhana dapat meningkatkan koordinasi dan kenyamanan bermain.
5. Mengabaikan pemanasan dan pendinginan

Banyak pemain pemula langsung bermain tanpa melakukan pemanasan yang cukup. Mereka menganggap padel sebagai olahraga ringan yang tidak membutuhkan persiapan khusus. Padahal, gerakan cepat dan repetitif tetap membebani otot dan sendi.
Tanpa pemanasan dan pendinginan, risiko cedera menjadi lebih tinggi. Tubuh juga cenderung terasa kaku setelah bermain. Kebiasaan ini bisa menghambat konsistensi bermain dalam jangka panjang.
Memahami kesalahan umum pemain padel pemula adalah langkah awal untuk berkembang lebih cepat. Dengan memperbaiki teknik, posisi, serta kebiasaan bermain, pengalaman bermain padel akan terasa lebih menyenangkan dan aman. Jika kamu baru mulai bermain padel, cobalah evaluasi permainanmu dan terapkan tips ini agar progresnya semakin terasa.


















