Apa Bunyi Piagam Olimpiade yang Diduga Dilanggar Infantino?

- IOC menilai Presiden FIFA, Gianni Infantino, melanggar prinsip kelima Piagam Olimpiade karena terlibat dalam Board of Peace bentukan Donald Trump yang dianggap berbau politik.
- Infantino menyetujui penggunaan dana FIFA sebesar 75 juta dolar AS untuk rekonstruksi lapangan di Gaza, langkah yang dinilai tidak netral secara politik oleh IOC.
- Presiden IOC Kristy Coventry menegaskan akan melakukan investigasi terhadap tindakan Infantino, mengingat prinsip kelima mewajibkan netralitas politik dan otonomi organisasi olahraga.
Jakarta, IDN Times - Komite Olimpiade Internasional (IOC) menduga Presiden FIFA, Gianni Infantino, melakukan pelanggaran atas poin lima dari 7 Prinsip Fundamental Piagam Olimpiade. Pelanggaran ini, ditegaskan oleh Presiden IOC, Kristy Coventry, terjadi karena Infantino terlibat dalam Board of Peace bentukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Dalam kesepakatan di BoP, Infantino menyetujui FIFA menggelontorkan dana hingga 75 juta dolar Amerika Serikat (Rp1,2 triliun) sebagai bagian dari rekonstruksi lapangan sepak bola yang hancur akibat perang di Gaza. Kesepakatan ini, dianggap IOC, kental dengan aroma politik.
Selain itu, gestur Infantino sebelumnya juga sudah kental dengan aroma politik, yang salah satunya adalah memberikan piagam penghargaan kepada Trump. Lantas, sebenarnya bagaimana bunyi dari prinsip Piagam Olimpiade yang diduga dilanggar Infantino?
1. Poin lima di Piagam Olimpiade jelas nilainya
Dilansir dari dokumen Piagam Olimpiade, poin lima dalam 7 Prinsip Fundamental, menyebutkan seluruh komunitas olahraga yang tergabung dalam Olympic Movement wajib mengaplikasikan netralitas politik. Mereka juga memiliki hak dan obligasi atas otonomi yang mengontrol aturan olahraga, menentukan sendiri struktur dan pengelolaan dalam organisasinya. Hal ini wajib dilakukan agar tercipta kedamaian dalam komunitas bermasyarakat.
"Dengan mempertimbangkan olahraga berlangsung dalam kerangka masyarakat, organisasi olahraga dalam Olympic Movement wajib menerapkan netralitas politik. Mereka memiliki hak dan kewajiban otonomi, mencakup kebebasan untuk menetapkan dan mengendalikan aturan olahraga, menentukan struktur serta tata kelola organisasi, menikmati hak untuk menyelenggarakan pemilihan yang bebas dari pengaruh pihak luar, serta tanggung jawab untuk memastikan prinsip-prinsip tata kelola baik diterapkan," begitu bunyi poin lima dari 7 Prinsip Fundamental Piagam Olimpiade.
2. IOC akan lakukan investigasi
Coventry menyatakan pihaknya tak akan tinggal diam. IOC akan melakukan investigasi atas apa yang dilakukan Infantino dalam gerakannya gabung ke BoP. Sebab, menurutnya gestur tersebut sudah menjadi sinyal jika Infantino telah berperan dalam politik di tataran global.
"Piagam Olimpiade sangat jelas dengan apa yang diharapkan dari setiap anggotanya. Kami akan menindaklanjuti dan melakukan riset atas dokumen yang sudah ditandatangani," kata Coventry di sela-sela Olimpiade Musim Dingin Italia, dilansir ESPN.
3. Indonesia sempat kena sanksi akibat hal serupa
Pelanggaran atas pasal lima dalam Piagam Olimpiade sebenarnya sudah sempat dijatuhkan sanksinya kepada Indonesia. Itu ketika Indonesia menolak kehadiran atlet Israel dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik pada 2025 lalu.
IOC saat itu mengimbau kepada seluruh federasi olahraga dunia, untuk mencoret Indonesia dari proses pencalonan sebagai tuan rumah sebuah turnamen berskala dunia. Hal ini berlaku sampai Indonesia memberikan jaminan jika semua pihak bisa masuk ke wilayahnya, tanpa memandang dari negara mana mereka berasal.


















