Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ketua KOI: Olahraga Indonesia Sedang Tidak Baik-baik Saja

Ketua KOI: Olahraga Indonesia Sedang Tidak Baik-baik Saja
Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari di Rapat Anggota Tahunan 2026 (IDN Times/Margith Damanik)
Intinya Sih
  • Ketua KOI Raja Sapta Oktohari menegaskan kondisi olahraga Indonesia sedang tidak baik, terutama karena keterbatasan anggaran yang menghambat berbagai kegiatan pembinaan dan persiapan atlet.
  • Okto menyoroti bahwa perjalanan atlet ke luar negeri untuk pelatihan atau try out tidak bisa disamakan dengan perjalanan dinas pegawai kementerian, karena memiliki tujuan dan kebutuhan berbeda.
  • Ia mengajak pengurus cabang olahraga serta Menpora untuk bersatu memperjuangkan kepentingan atlet, memastikan suara mereka terdengar demi kemajuan olahraga nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, blak-blakan mengatakan, olahraga Indonesia sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja, terutama jika bicara soal anggaran yang didapatkan.

"Saya katakan olahraga Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Betul gak?! Terutama masalah duit," kata Okto, sapaan akrab Raja Sapta dalam sambutannya saat membuka Rapat Anggota Tahunan KOI 2026 di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu (9/5/2026).

1. Atlet ke luar negeri bukan perjalanan dinas

Ketua KOI: Olahraga Indonesia Sedang Tidak Baik-baik Saja
Ketua KOI, Raja Sapta Oktohari di kantor Kemenpora, Jumat (20/2/2026). (IDN Times/Tino).

Okto menyoroti masalah perjalanan ke luar negeri untuk para atlet dan tim pendukung, mulai dari menggelar pemusatan latihan hingga try out. Okto menyuarakan, perjalanan atlet ke luar negeri tak bisa disamakan dengan perjalanan dinas karyawan kementerian.

“Gak benar kalau atlet berangkat ke luar negeri dibilang perjalanan dinas. Ngawur! Betul?! Yang namanya perjalanan dinas itu berlaku untuk orang kementerian. Kalau atlet maupun official berangkat ke luar negeri untuk training center atau try out, itu tidak bisa disamakan dengan perjalanan dinas," ujar Okto.

2. Siap bantu Menpora untuk bersuara

-
Ketua KOI Raja Sapta Oktohari (kiri), Menpora Erick Thohir (kanan), Dubes Indonesia untuk Malaysia Mohammad Iman Hascarya Kusumo (kanan) di kantor Kemenpora, Jumat (20/2/2026). (IDN Times/Tino).

Okto menyadari efisiensi anggaran yang tengah terjadi mengganggu jalannya pelatnas hingga persiapan sejumlah cabang olahraga menuju Asian Games. Okto menegaskan, dia dan sejumlah cabang olahraga siap membantu Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, untuk bersuara.

“Jadi kalau Pak Menteri butuh, kita bisa menyuarakan melalui 72 cabang olahraga yang ada di seluruh Indonesia,” kata Okto.

3. Ajak pengurus federasi ikut perjuangkan kepentingan atlet

45af927e-e43c-4af2-843b-d8d95298bf4b.jpg
Menpora Erick Thohir (kanan), Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari (kiri). (Dok. KOI).

Okto juga mengajak para pengurus cabang olahraga untuk ikut bersuara. Ia menegaskan, yang harus diperjuangkan adalah kepentingan para atlet.

“Kita di sini berkumpul untuk basa-basi atau untuk berjuang?! Jadi, bapak-ibu sekalian, Pak Menpora, jangan ragu-ragu. Suara Anda adalah kepentingan para atlet Indonesia dan para pengurus olahraga Indonesia,” kata Okto.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Related Articles

See More