Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
KONI Pusat Gandeng Densus 88, Olahraga Jadi Sarana Cegah Radikalisme
KONI jajaki kerja sama dengan Densus 88, olahraga jadi sarana cegah radikalisme. (Dok. KONI)
  • KONI Pusat menjajaki kerja sama dengan Densus 88 Antiteror Polri untuk mencegah intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme melalui kegiatan olahraga.

  • KONI memperkenalkan kampanye “Mimpi Besar Sekolah Kelar: No Drop Out, Just Level Up” guna mendorong generasi muda menuntaskan pendidikan sambil aktif berolahraga.

  • Densus 88 menilai olahraga dapat membentuk sportivitas, persahabatan, kepatuhan aturan, dan saling menghormati, sementara pencegahan terorisme memerlukan pendidikan serta keterlibatan banyak pihak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menjajaki kerja sama dengan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri untuk memperkuat pencegahan intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) melalui kegiatan olahraga.

Penjajakan kerja sama tersebut dilakukan melalui kunjungan rombongan KONI Pusat ke Gedung Presisi, Jakarta. Rombongan dipimpin Staf Ahli Ketua Umum KONI Pusat, Letkol Purn Hamka Handaru. Ia didampingi Kepala Bidang Media dan Humas KONI Pusat Tirto Prima Putra, Wakil Kepala Bidang Ayu Dyah Pasha dan Martinez dos Santos, serta Deborah Imanuella.

1. Ada kampanye yang KONI perkenalkan

KONI jajaki kerja sama dengan Densus 88, olahraga jadi sarana cegah radikalisme. (Dok. KONI)

Dalam pertemuan tersebut, KONI Pusat memperkenalkan kampanye bertajuk "Mimpi Besar Sekolah Kelar: No Drop Out, Just Level Up". Kampanye ini bertujuan mendorong generasi muda menyelesaikan pendidikan sekaligus aktif berolahraga untuk mengembangkan potensi dan membangun karakter.

"Kami hadir dari KONI Pusat membawa semangat kolaborasi, prestasi olahraga itu tidak hanya dimiliki KONI tapi semuanya terlibat. Bahu membahu untuk membangun prestasi," kata Hamka dalam keterangan resmi.

2. KONI dan Densus 88 dorong olahraga sebagai sarana pencegahan

KONI jajaki kerja sama dengan Densus 88, olahraga jadi sarana cegah radikalisme. (Dok. KONI)

Kepala Densus 88 Antiteror Polri, Irjen Pol Tubagus Ami Prindani, menyambut baik penjajakan kolaborasi tersebut. Dia menyebut pertemuan itu sebagai langkah untuk memperkuat sinergi antarlembaga sekaligus membuka peluang kegiatan nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, olahraga tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi. Aktivitas ini juga mengandung nilai-nilai pembentukan karakter, seperti sportivitas, persahabatan, kepatuhan terhadap aturan, dan sikap saling menghormati.

"Kami berharap dapat membahas berbagai peluang konkret dan terukur, baik kegiatan olahraga bersama, pemanfaatan media dan lain sebagainya," ujar Ami.

Sementara itu, Kasubdit Kontra Narasi AKBP R. Mufakih menegaskan bahwa penanggulangan terorisme tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Upaya pencegahan juga membutuhkan keterlibatan lebih banyak pihak.

"Teroris bisa dibunuh dengan senjata tapi terorisme dapat dibunuh dengan pendidikan (ide yang lebih baik)," ujarnya.

3. KONI dorong generasi muda tetap sekolah dan olahraga

KONI jajaki kerja sama dengan Densus 88, olahraga jadi sarana cegah radikalisme. (Dok. KONI)

Kepala Bidang Media dan Humas KONI Pusat, Tirto Prima Putra, menjelaskan kampanye "Mimpi Besar Sekolah Kelar" dirancang sebagai wadah untuk menghubungkan olahraga prestasi dengan pembangunan sosial masyarakat.

Melalui program tersebut, KONI Pusat ingin mendorong generasi muda agar tetap mengutamakan pendidikan dan mengisi waktu dengan kegiatan olahraga. Secara teknis, kampanye ini juga diarahkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat melalui sosialisasi berbagai cabang olahraga oleh KONI di daerah.

"Olahraga memiliki peran yang inklusif. Kita tidak memandang siapa mereka atau latar belakangnya. Ketika mereka merasa nyaman melalui olahraga, tujuan akhirnya adalah menumbuhkan rasa cinta terhadap Indonesia, dengan Garuda di dada dan bendera Merah Putih sebagai simbol kebanggaan," terang Tirto.

Melalui kegiatan yang terarah, kolaborasi KONI dan Densus 88 ini diharapkan dapat memperluas akses generasi muda terhadap aktivitas positif, memperkuat karakter, serta menjaga keberlanjutan pendidikan dan prestasi olahraga.

Curated For You

Editorial Team

Related Article