Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Marc Marquez Kasih Sinyal Pensiun dari MotoGP, Kapan?
Pembalap MotoGP, Marc Marquez pada MotoGP Mandalika 2026. (IDN Times / Linggauni)
  • Marc Marquez menyebut peluang pensiun dalam tiga tahun ke depan mencapai 70 persen.

  • Kontraknya bersama Ducati Lenovo berlangsung hingga 2028, sementara riwayat cedera menjadi pertimbangan penting.

  • Marquez ingin mengakhiri karier dengan perasaan lega dan berdamai dengan perjalanan balapnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2020

Marquez mengalami cedera parah pada lengan kanannya. Ia harus menjalani serangkaian operasi.

2025

Marquez mengalami cedera bahu akibat kecelakaan di MotoGP Indonesia. Pada tahun yang sama, ia merebut gelar juara dunia MotoGP ketujuh bersama Ducati.

2026

Marquez berada di jalur perburuan gelar MotoGP 2026, alias juara dunia kedelapannya.

2028

Kontrak Marquez bersama Ducati Lenovo berakhir setelah dua musim.

tiga tahun ke depan

Marquez menyebut ada 70 persen kemungkinan dirinya pensiun dan 30 persen kemungkinan masih membalap.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Marc Marquez mengungkap rencana pensiun dari MotoGP, dengan peluang mencapai 70 persen dalam tiga tahun ke depan.
  • Who?
    Marc Marquez, pembalap asal Spanyol yang kini membela Ducati Lenovo.
  • Where?
    Di lintasan balap MotoGP, termasuk saat Marquez membela Ducati Lenovo.
  • When?
    Marquez memperpanjang kontrak hingga 2028 dan saat ini mengejar gelar MotoGP 2026.
  • Why?
    Riwayat cedera serius dan kondisi fisik menjadi pertimbangan penting bagi Marquez.
  • How?
    Marquez menyampaikan peluang pensiun 70 persen dan ingin mengakhiri karier dengan perasaan damai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Marc Marquez bilang mungkin berhenti balapan MotoGP dalam tiga tahun. Ia masih punya kontrak dengan Ducati sampai 2028. Tubuhnya pernah cedera parah karena kecelakaan. Sekarang ia masih mengejar gelar juara dunia 2026. Ia ingin berhenti dengan hati lega dan tidak menyesal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Marquez memiliki gambaran yang cukup jelas mengenai akhir kariernya. Ia tetap menghargai pencapaian bersama Ducati, tidak menggantungkan keputusan pensiun pada jumlah gelar, serta ingin menutup perjalanan panjangnya di dunia balap dengan perasaan lega dan berdamai dengan dirinya sendiri.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kabar mengejutkan datang dari Marc Marquez. Pembalap berjuluk The Baby Alien akhirnya blak-blakan mengenai rencana pensiunnya dari MotoGP.

Marquez mengakui masa baktinya di lintasan balap kemungkinan hanya tinggal beberapa tahun lagi. Momen gantung helm itu kemungkinan besar dapat terjadi setelah kontraknya bersama Ducati Lenovo berakhir.

1. Peluang pensiun capai 70 persen

Pembalap Ducati Lenovo Team Marc Marquez memacu kecepatan sepeda motornya pada balapan MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, KEK Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Minggu (11/10/2026). (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

Marquez baru memperpanjang kontraknya bersama Ducati untuk dua musim, hingga 2028. Artinya, pembalap berpaspor Spanyol itu berpotensi mengakhiri kontrak tersebut saat berusia 35 tahun.

Ketika ditanya soal kemungkinan mengikuti jejak Valentino Rossi yang terus membalap hingga usia kepala empat, Marquez justru bersikap pesimistis. Persentasenya kecil untuk mengikuti jejak sang legenda sekaligus mantan rivalnya.

"Saya katakan ada 70 persen kemungkinan pensiun dalam tiga tahun ke depan. Lalu, 30 persen kemungkinan saya masih akan membalap," kata Marquez kepada Autosport, dikutip dari Crash.

2. Fisik tak lagi bisa dibohongi

Pembalap MotoGP, Marc Marquez. (IDN Times/Linggauni)

Mengikuti jejak The Doctor dengan terus membalap hingga usia 40-an tampaknya bukan pilihan realistis bagi Marquez. Apalagi, dia memiliki riwayat cedera serius akibat sejumlah kecelakaan sepanjang kariernya.

Pada 2020, Marquez mengalami cedera parah pada lengan kanannya yang membuatnya harus menjalani serangkaian operasi. Masalah kebugarannya kembali menjadi sorotan setelah mengalami cedera bahu akibat kecelakaan di MotoGP Indonesia 2025.

Rentetan insiden tersebut bahkan sempat memunculkan spekulasi mengenai kelanjutan kariernya di lintasan. Meski berhasil melakukan comeback fenomenal dan merebut gelar juara dunia MotoGP ketujuhnya pada 2025 lalu bersama Ducati, kondisi fisiknya tetap menjadi pertimbangan penting.

3. Siap pensiun dengan perasaan damai

Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, saat mengaspal di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika (AFP / Sony Tumbelaka)

Saat ini, Marquez tengah berada di jalur perburuan gelar MotoGP 2026, alias juara dunia kedelapannya. Namun, The Baby Alien menegaskan, jumlah gelar yang berhasil dikoleksinya nanti tidak akan memengaruhi keputusan untuk pensiun.

Gelar juara dunia bersama Ducati pada musim lalu memberinya kepuasan tersendiri setelah melewati masa-masa sulit akibat cedera. Menurutnya, pencapaian tersebut telah mengubah cara pandangnya terhadap akhir karier sebagai pembalap.

"Gelar itu mengubah cara saya pensiun nanti. Mulai sekarang, menang satu gelar lebih banyak atau sedikit tidak akan mengubah apa pun," ujar Marquez.

Marquez ingin mengakhiri karier dengan perasaan lega setelah menghabiskan sebagian besar hidupnya di dunia balap. Dia berharap bisa meninggalkan MotoGP tanpa penyesalan dan berdamai dengan perjalanan kariernya.

"Ketika pensiun, saya akan melakukannya sebagai orang yang bebas, berdamai dengan diri saya sendiri," ujar Marquez.

Curated For You

Editorial Team

Related Article