12 Kiper Pertama yang Gagalkan 2 Penalti dalam 1 Laga Serie A

Stefano Turati menjadi kiper ke-12 dalam sejarah Serie A yang menggagalkan dua penalti pada satu laga, saat Sassuolo kalah 2-6 dari Lazio.
Turati menahan penalti Mattia Zaccagni dan Davide Frattesi, tetapi kartu merah Kristian Thorstvedt pada menit ke-31 membuat Sassuolo bermain dengan sepuluh pemain.
Sebelumnya, David de Gea terakhir mencatat dua penyelamatan penalti dalam satu laga Serie A pada 2024, membantu Fiorentina menang 2-1 atas AC Milan.
Stefano Turati menggagalkan dua penalti pada 27 Oktober 2026. Sayangnya, ia tidak mampu membantu Sassuolo terhindar dari kekalahan atas Lazio. Meski begitu, aksi Turati menambah daftar kiper yang mampu menyelamatkan dua penalti dalam laga Serie A Italia yang sama. Berdasarkan data Transfermarkt per 29 Oktober 2026 pukul 05.00 WIB, Turati merupakan orang ke-12 yang melakukannya sepanjang sejarah kompetisi yang mulai berlangsung pada 1929/1930 ini.
1. Stefano Turati menahan eksekusi Mattia Zaccagni dan Davide Frattesi pada 27 Oktober 2026
Stefano Turati berhasil menahan eksekusi Mattia Zaccagni pada menit 50 dan Davide Frattesi pada menit 61 dalam laga kontra Lazio pada 27 Maret 2026. Sayangnya, ia dan Sassuolo kalah 2-6 akibat bermain dengan sepuluh orang dari babak pertama. Mereka kehilangan Kristian Thorstvedt yang mendapat kartu merah pada menit 31.
2. David de Gea menyelamatkan dua penalti yang membantu Fiorentina menang atas AC Milan pada 6 Oktober 2024
Sebelum Stefano Turati, David de Gea menjadi kiper terakhir yang mampu menyelamatkan dua penalti dalam laga Serie A yang sama. Ini terjadi pada 6 Oktober 2024. Pemain asal Spanyol itu menahan tendangan Theo Hernandez pada menit 45+1 dan Tammy Abraham pada menit 56. Berkatnya, Fiorentina menang 2-1 atas AC Milan.
3. Federico Marchetti membantu Lazio menang 3-1 atas Carpi pada 8 Mei 2016
Federico Marchetti membantu Lazio menang 3-1 atas Carpi pada 8 Mei 2026. Kiper asli Italia ini menahan dua eksekusi penalti Jerry Mbakogu pada menit 12 dan 41. Dua penyelamatan Marchetti tersebut menggagalkan Carpi menyamakan kedudukan.
4. Andrea Consigli menahan dua penalti saat berhadapan dengan Cagliari pada 2 September 2012
Andrea Consigli berhasil menahan eksekusi penalti Joaquin Larrivey pada menit 21 dan Daniele Conti pada menit 29 saat menjaga gawang Atalanta kontra Cagliari pada 2 September 2012. Sayangnya, ia kebobolan oleh gol open-play Albin Ekdal pada menit 90+1. Itu membuat mereka hanya imbang 1-1 setelah unggul lewat gol German Denis pada menit 81.
5. Matteo Sereni menggagalkan 2 penalti Massimo Maccaroneacro pada 23 September 2007, tapi kecolongan 1 rebound
Matteo Sereni menahan tendangan penalti Massimo Maccaroneacro pada menit 23 ketika memperkuat Torino melawan Siena pada 23 September 2007. Aksinya membuat timnya tetap unggul 1-0. Siena kemudian kembali mendapat hadiah penalti pada menit 53. Sereni lagi-lagi menggagalkan eksekusi Maccaroneacro. Sayangnya, ia kecolongan rebound sehingga Torino hanya imbang 1-1.
6. Dua penyelamatan penalti Davide Pinato membuat Atalanta menang clean sheet pada 22 Oktober 2000
Davide Pinato berperan besar dalam kemenangan Atalanta atas Bari pada 22 Oktober 2000. Ia menahan dua eksekusi penalti Daniel Andersson pada menit 72 dan 84. Penyelamatannya membuat Atalanta tetap unggul 2-0 dan mereka berhasil menjaga skor hingga pertandingan selesai.
7. Michelangelo Rampulla membantu Cremonese menahan Hellas Verona 2-2 pada 8 Maret 1992
Cremonese berhasil menahan Hellas Verona 2-2 secara comeback pada 8 Maret 1992. Selain Matjaz Florjancic dan Luigi Gualco yang mencetak gol penyama kedudukan, Michelangelo Rampulla menjadi satu pemain lain yang berperan besar untuk hasil ini. Ia menahan penalti Dragan Stojkovic pada menit 31 dan Marino Magrin pada menit 64 yang mencegah Verona memperbesar keunggulan.
8. Pierluigi Pizzaballa menahan dua penalti, tapi AC Milan kalah dari Fiorentina pada 31 Maret 1974
Pierluigi Pizzaballa berhasil menahan dua tendangan penalti Giancarlo De Sisti pada 31 Maret 1974. Ia melakukannya pada menit 48 dan 52. Sayangnya, ia dan AC Milan kalah 2-3 dari Fiorentina.
9. Franco Superchi membantu Fiorentina menang comeback 4-2 atas AC Milan pada 12 April 1970
Fiorentina menang comeback 4-2 atas AC Milan pada 12 April 1970. Sebelum mencetak 3 gol yang membalikkan keadaan, mereka sempat terancam tertinggal 1-4 karena memberi sang lawan dua hadiah penalti. Namun, Franco Superchi mencegahnya terjadi dengan menahan eksekusi Pierino Prati pada menit 37 dan 41.
10. Lido Vieri menahan dua eksekusi penalti Clemente Gotti pada 18 Desember 1960
Lido Vieri dua kali menghadapi eksekusi penalti Clemente Gotti pada 18 Desember 1960. Ia berhasil menggagalkan keduanya pada menit 33 dan 82. Kontribusinya tersebut membantu Torino menang 3-1 atas Calcio Lecco.
11. Renato Gandolfi menelan kekalahan pada 9 September 1951 meski menggagalkan dua penalti
Renato Gandolfi berhasil menyelamatkan dua tendangan penalti pada 9 September 1951. Ia menebak eksekusi Gino Cappello pada menit 20 dan Cesarino Cervellati pada menit 70. Sayangnya, ia dan Legnano kalah dari Bologna akibat gol tunggal Capello pada menit 57.
12. Filippo Cavalli menahan dua penalti pada 15 April 1951
Kiper perdana yang tercatat mampu menyelamatkan dua penalti dalam laga Serie A yang sama adalah Filippo Cavalli. Momen ini terjadi saat ia dan Juventus membantai Palermo 5-1 pada 15 April 1951. Cavalli menahan eksekusi Cestmir Vycpalek pada menit 59. Ia kemudian gagal clean sheet usai mementahkan tendangan Gino Giaroli pada menit 70, tapi kecolongan rebound.
Menurut Transfermarkt, sudah ada 274 kiper yang menggagalkan tendangan penalti di Serie A per 29 Oktober 2026 per 05.00 WIB. Dua belas orang di atas mampu melakukannya hingga dua kali dalam pertandingan yang sama. Lantas, akankah daftar ini kembali bertambah?























