Keputusan Fabio Quartararo memilih Honda untuk mengarungi MotoGP 2027 menimbulkan rasa penasaran bagi sejumlah pihak. Sebab, pabrikan tersebut belum menciptakan kemajuan sepanjang musim ini. Itu ditambah dengan adanya keluhan dari pembalap Honda imbas dari pendekatan yang lebih hati-hati terkait pembaruan motor. Situasi tersebut juga dialami oleh Yamaha.
Meski begitu, Quartararo menemukan adanya sejumlah perbedaan antara Honda dan Yamaha, baik di dalam maupun luar lintasan. Pembalap berusia 27 tahun itu melihat Honda bekerja lebih cepat serta memiliki rencana yang dibutuhkan untuk bersaing dengan pabrikan lain. Pandangan Quartararo bukanlah sekadar isapan jempol.
Pada Oktober 2024, Honda resmi mengumumkan bergabungnya Romano Albesiano sebagai direktur teknis. Sebelumnya, pria asal Italia itu menjadi bagian dari proyek MotoGP Aprilia selama 11 tahun. Penunjukan Albesiano sekaligus mengubah tradisi Honda saat direktur teknis selalu diisi oleh insinyur Jepang. Pengalamannya selama berada di kelas utama penting untuk jalannya pengembangan proyek motor versi terbaru.
Kemudian, Honda selangkah lebih maju perihal proyek motor 2027. Mereka telah melakukan pengetesan untuk pertama kalinya di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada Desember 2025. Sejak itu, mereka terus bekerja menyongsong regulasi baru meski hanya sedikit detail yang muncul perihal kapabilitas motor tersebut.
Kehadiran Aleix Espargaro dan Takaaki Nagakami sebagai pembalap penguji kian memperkuat proyek Honda. Itu belum termasuk dengan potensi kedatangan Davide Brivio yang resmi meninggalkan Trackhouse Racing pada akhir 2026. Brivio diperkirakan bakal mengisi peran senior di Honda.