Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kejuaraan balap sepeda gunung ekstrem 76 Ultimate Downhill mencapai puncaknya sekaligus menutup musim 2026 dengan spektakuler di Ternadi Bike Park, Kudus, Jawa Tengah. Puluhan downhiller terbaik dari total 10 kelas yang dilombakan bersaing keras mengeluarkan performa terbaik di sesi Final Run yang berlangsung pada Minggu (1/11). (Dok. 76 Ultimate Downhill)
  • Agung Prio Apriliano merebut juara umum Men Elite 76 Ultimate Downhill 2026 dengan 730 poin, mengakhiri penantian tujuh tahun meski finis kedua pada seri Kudus.
  • Milatul Khaqimah mendominasi Women Elite dengan kemenangan di Kudus dan total sempurna 600 poin, sementara Dimas Aradhana mempertahankan gelar juara umum Men Junior.
  • Penyelenggara menilai inovasi serta rintangan ekstrem sepanjang musim meningkatkan kualitas kompetisi dan pemerataan performa atlet, dengan target prestasi downhill Indonesia di level internasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Dua menit lima puluh tiga detik. Hanya sepanjang itu waktu yang dibutuhkan Agung Prio Apriliano melibas lintasan tanah sepanjang 2.300 meter di Ternadi Bike Park, Kudus.

Saat roda belakang sepeda gunungnya menyentuh garis finis pada Minggu petang yang terik itu, ia memang bukan yang tercepat di seri penutup. Namun, angka di papan skor membocorkan cerita yang lebih besar: Agung resmi menobatkan dirinya sebagai raja baru balap sepeda gunung ekstrem Indonesia.

Kudus hari itu menjadi saksi bisu kulminasi dari panggung 76 Ultimate Downhill 2026. Lintasan Ternadi, yang berdiri gagah dengan elevasi 325 meter dan berlisensi resmi Class 1 dari induk organisasi sepeda dunia (UCI), memang dikenal tak pernah ramah pada kesalahan kecil sekalipun.

Di atas tanah berdebu dan tikungan tajam yang menguji nyawa, puluhan downhiller terbaik negeri ini bertaruh nasib demi poin-poin krusial di babak Final Run.

Di kelas paling bergengsi, Men Elite, ketegangan membuncah sejak rider pertama dilepas. Khoiful Mukhib tampil bak kesetanan, melesat sempurna dan merebut podium pertama seri Kudus dengan catatan 2 menit 51,612 detik. Agung Prio menyusul rapat di posisi kedua, disusul Pandu Satrio Perkasa di urutan ketiga.

Namun, drama downhill tak cuma soal siapa yang menembus garis finis paling awal di satu sore. Ini adalah kalkulasi napas panjang sepanjang musim.

Berkat raihan poin konsisten dari dua seri sebelumnya di Yogyakarta dan Pasuruan, total 730 poin milik pembalap berjuluk Super Prilly ini sudah mustahil dikejar oleh rival terdekatnya, Putra Ganda Arrozak maupun M. Abdul Hakim. Gelar Juara Umum Men Elite resmi menggantung di lehernya.

1. Akhiri perjuangan panjang

Kejuaraan balap sepeda gunung ekstrem 76 Ultimate Downhill mencapai puncaknya sekaligus menutup musim 2026 dengan spektakuler di Ternadi Bike Park, Kudus, Jawa Tengah. Puluhan downhiller terbaik dari total 10 kelas yang dilombakan bersaing keras mengeluarkan performa terbaik di sesi Final Run yang berlangsung pada Minggu (1/11). (Dok. 76 Ultimate Downhill)

Bagi atlet kelahiran Kediri tersebut, trofi ini bukan sekadar piala bergilir biasa. Ini adalah penutup dari dahaga panjang yang membakarnya selama tujuh musim berturut-turut.

“Rasanya sangat memuaskan karena saya akhirnya bisa mengakhiri perjuangan panjang selama tujuh tahun untuk bisa merasakan keberhasilan menjadi juara umum di 76 Ultimate Downhill,” kata Agung Prio.

"Musim ini saya sangat serius dalam menilai performa sendiri, melakukan evaluasi dan tidak berhenti belajar untuk meningkatkan penampilan di setiap kejuaraan. Menurut saya kunci keberhasilan musim ini karena bisa lebih tenang dan fokus menganalisa setiap lintasan dengan baik,” lanjutnya.

Sensasi serupa, bahkan lebih sempurna, terjadi di kategori Women Elite. Milatul Khaqimah memamerkan dominasi tanpa cela sepanjang tahun.

Rider asal Lumajang yang membela tim Nukeproof Axess Racing ini menyapu bersih kompetisi, mengunci podium puncak di Kudus dengan kurun 3 menit 15,950 detik, sekaligus mengantongi 600 poin sempurna di tabel klasemen akhir.

2. Sangat bangga dan bersyukur

Kejuaraan balap sepeda gunung ekstrem 76 Ultimate Downhill mencapai puncaknya sekaligus menutup musim 2026 dengan spektakuler di Ternadi Bike Park, Kudus, Jawa Tengah. Puluhan downhiller terbaik dari total 10 kelas yang dilombakan bersaing keras mengeluarkan performa terbaik di sesi Final Run yang berlangsung pada Minggu (1/11). (Dok. 76 Ultimate Downhill)

Mila menumbangkan perlawanan sengit dari Nilna Murni Ningtyas dan Ayu Tria Andriana yang harus puas mengekor di belakangnya. Bagi Mila, keberhasilan ini adalah buah kesabaran yang ia semai sejak pertama kali naik tingkat ke kelas utama tiga tahun lalu.

“Saya sangat bangga dan bersyukur akhirnya sukses jadi juara umum di 76 Ultimate Downhill 2026. Saya sudah menanti momen ini sejak pertama kali bersaing di kelas Women Elite pada 2023. Semoga keberhasilan ini semakin memotivasi saya untuk berlatih lebih giat lagi dan kembali tampil konsisten tahun depan sehingga bisa mempertahankan gelar juara umum. Saya sadar tantangan mempertahankan kesuksesan itu jauh lebih sulit,” ujar Mila.

Generasi baru pun tak mau ketinggalan mengukir cerita emas. Dari kelompok Men Junior, Dimas Aradhana membuktikan bahwa bakat mudanya bukan sekadar keberuntungan sesaat. Pemuda asal Yogyakarta ini berhasil mempertahankan gelar juara umum secara beruntun, bersiap melompat ke kelas para raja, Men Elite, musim depan bersama Nazwa Agazani dan Ahmad Nasywa.

Kejuaraan tahun ini memang sengaja dirancang lebih menggigit. Agnes C. Wuisan dari pihak 76 Rider menuturkan bahwa rintangan ekstrem di tiap seri sengaja disiapkan untuk melatih mental bertanding atlet lokal agar tak canggung saat dipatok standar internasional.

“Overall sepanjang musim meini kami merasa puas. Karena tujuan utama dalam meningkatkan kualitas kompetisinya tercapai. Mulai dari seri pertama hingga seri terakhir ini kami menghadirkan berbagai perubahan dan inovasi baru,” beber Agnes.

"Harapan besarnya adalah performa atlet-atlet downhill Indonesia semakin berkembang secara merata. Tidak hanya prestasi di level nasional saja, tapi makin bisa bicara banyak di level internasional,” sambungnya.

3. Peta persaingan balap sepeda gunung tanah air kini jauh lebih merata

Kejuaraan balap sepeda gunung ekstrem 76 Ultimate Downhill mencapai puncaknya sekaligus menutup musim 2026 dengan spektakuler di Ternadi Bike Park, Kudus, Jawa Tengah. Puluhan downhiller terbaik dari total 10 kelas yang dilombakan bersaing keras mengeluarkan performa terbaik di sesi Final Run yang berlangsung pada Minggu (1/11). (Dok. 76 Ultimate Downhill)

Optimisme senada dihembuskan Founder Indonesian Downhill, Parama Nugraha. Ia melihat peta persaingan balap sepeda gunung tanah air kini jauh lebih merata dan menjanjikan untuk melangkah lebih jauh dari sekadar kompetisi domestik.

“Menurut saya atlet-atlet prestasi kita saat ini sudah mengalami banyak peningkatan kualitas yang cukup merata. Saya berharap baik atlet Men Elite maupun Women Elite dapat berbicara banyak di level kejuaraan tingkat asia maupun duniai,” ucapnya.

Tahun depan 76 Ultimate Downhill akan kembali digelar tentunya dengan berbagai peningkatan yang lebih baik lagi,” lanjut Parama.

Ketika deru mesin sepeda mati dan asap debu di Ternadi Bike Park perlahan menyatu dengan udara sore Kudus, kompetisi musim ini resmi melipat layarnya. Namun bagi Agung Prio dan para jawara, perayaan ini hanyalah jeda singkat sebelum garis start musim depan kembali memanggil.

Curated For You

Editorial Team

Related Article