Jakarta, IDN Times - Dua menit lima puluh tiga detik. Hanya sepanjang itu waktu yang dibutuhkan Agung Prio Apriliano melibas lintasan tanah sepanjang 2.300 meter di Ternadi Bike Park, Kudus.
Saat roda belakang sepeda gunungnya menyentuh garis finis pada Minggu petang yang terik itu, ia memang bukan yang tercepat di seri penutup. Namun, angka di papan skor membocorkan cerita yang lebih besar: Agung resmi menobatkan dirinya sebagai raja baru balap sepeda gunung ekstrem Indonesia.
Kudus hari itu menjadi saksi bisu kulminasi dari panggung 76 Ultimate Downhill 2026. Lintasan Ternadi, yang berdiri gagah dengan elevasi 325 meter dan berlisensi resmi Class 1 dari induk organisasi sepeda dunia (UCI), memang dikenal tak pernah ramah pada kesalahan kecil sekalipun.
Di atas tanah berdebu dan tikungan tajam yang menguji nyawa, puluhan downhiller terbaik negeri ini bertaruh nasib demi poin-poin krusial di babak Final Run.
Di kelas paling bergengsi, Men Elite, ketegangan membuncah sejak rider pertama dilepas. Khoiful Mukhib tampil bak kesetanan, melesat sempurna dan merebut podium pertama seri Kudus dengan catatan 2 menit 51,612 detik. Agung Prio menyusul rapat di posisi kedua, disusul Pandu Satrio Perkasa di urutan ketiga.
Namun, drama downhill tak cuma soal siapa yang menembus garis finis paling awal di satu sore. Ini adalah kalkulasi napas panjang sepanjang musim.
Berkat raihan poin konsisten dari dua seri sebelumnya di Yogyakarta dan Pasuruan, total 730 poin milik pembalap berjuluk Super Prilly ini sudah mustahil dikejar oleh rival terdekatnya, Putra Ganda Arrozak maupun M. Abdul Hakim. Gelar Juara Umum Men Elite resmi menggantung di lehernya.