Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Momen Ikonis Derrick Rose di NBA

ilustrasi basket
ilustrasi basket (pexels.com/Gergo Kiss)
Intinya sih...
  • Memulai sekaligus memimpin era baru di kota Chicago
  • Kejutkan juara bertahan dengan tampil dominan sebagai rookie
  • Derrick Rose jadi MVP termuda dalam sejarah NBA
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Derrick Rose resmi mendapatkan penghormatan istimewa dari Chicago Bulls. Mereka telah mengistirahatkan nomor punggungnya pada Sabtu (24/1/2026). Rose adalah pemain kelima dalam sejarah Bulls yang nomor punggungnya dipensiunkan. Ia menyusul Scottie Pippen, Michael Jordan, Bob Love, dan Jerry Sloan.

Rose bermain selama 15 musim di NBA, 7 di antaranya bersama Bulls (2008—2016). Ia telah mengukir beragam momen ikonis dan bersejarah sepanjang kariernya. Momen-momen ini berhasil membuat Derrick Rose menjadi sosok yang dicintai dan diidolakan para penggemar NBA di seluruh dunia.

1. Memulai sekaligus memimpin era baru di kota Chicago

Chicago Bulls memilih Derrick Rose di urutan pertama NBA Draft 2008. Ini merupakan momen yang spesial bagi mereka. Pasalnya, Bulls hanya memiliki kemungkinan 1,7 persen untuk memilih di urutan pertama kala itu.

Seiring berjalannya waktu, Rose terus berkembang menjadi calon bintang yang menjanjikan. Pada musim pertamanya, ia tampil impresif dengan torehan 16,8 poin dan 6,3 assist. Rose kemudian dinobatkan sebagai Rookie of the Year NBA 2009. Setelah 10 tahun tanpa Michael Jordan, Bulls akhirnya menemukan sosok yang potensial untuk memimpin mereka menuju kesuksesan dalam jangka panjang.

2. Kejutkan juara bertahan dengan tampil dominan sebagai rookie

Derrick Rose dan Chicago Bulls catat rekor menang kalah 41-41 pada 2008/2009. Di playoff, mereka langsung berhadapan dengan juara bertahan Boston Celtics pada putaran pertama. Celtics diprediksi akan memenangi seri ini dengan mudah. Namun, Rose ternyata telah menyusun rencana lain.

Rose langsung tampil dominan di game pertama sekaligus laga debutnya di playoff. Bermain di kandang Celtics, ia berhasil mengumpulkan 36 poin, 11 assist, dan 4 rebound. Perolehan poinnya itu menyamai rekor poin terbanyak dalam laga debut di playoff milik Kareem Abdul-Jabbar.

Bulls sukses mencuri kemenangan dari Celtics melalui overtime dengan skor akhir 105-103 di game pertama. Meski gagal melaju ke babak selanjutnya, mereka tetap berhasil memaksa tim asuhan Doc Rivers ini untuk bertanding sampai tujuh game. Derrick Rose mencatat rata-rata 19,7 poin, 6,4 assist, dan 6,3 rebound sepanjang seri.

3. Derrick Rose jadi MVP termuda dalam sejarah NBA

Transformasi Derrick Rose menjadi bintang NBA berjalan konsisten. Ia dinobatkan sebagai All-Star tiga kali beruntun sejak musim keduanya. Rose mendapat reputasi sebagai pemain guard yang atletis dan ganas. Selain itu, dia juga dikenal sebagai MVP termuda dalam sejarah NBA.

Rose memenangi trofi itu saat berusia 22 tahun pada 2010/2011. Catatan statistiknya memuaskan dengan 25 poin, 7,7 assist, dan 4,1 rebound. Kala itu, Rose absen dalam satu laga saja sepanjang musim. Ia berhasil membawa Bulls untuk memimpin Wilayah Timur dengan rekor 62-20.

Derrick Rose menjadi pemain Bulls kedua setelah Michael Jordan yang berhasil meraih gelar MVP. Ia juga merupakan pemain kelima dalam sejarah NBA yang mampu mengumpulkan setidaknya 2.000 poin, 600 assist, dan 300 rebound dalam semusim.

4. Cetak tembakan penentu kemenangan di panggung bergengsi NBA

Derrick Rose dan Chicago Bulls sudah semakin dekat untuk menjadi juara NBA. Di playoff 2011, mereka berhasil melaju hingga Final Wilayah Timur. Sayang, mimpi itu runtuh seketika. Setahun berikutnya, Rose mengalami cedera anterior cruciate ligament (ACL) robek pada putaran pertama playoff. Sejak itu, dia tidak pernah menjadi pemain yang sama lagi.

Meski performa Rose menurun secara keseluruhan, ia masih diandalkan untuk mencetak skor di momen-momen krusial. Salah satunya ketika berhadapan dengan LeBron James dan Cleveland Cavaliers di game ketiga putaran pertama playoff 2015. Skor imbang 96-96 dengan sisa waktu 10,8 detik. Tripoin Rose meluncur dengan sempurna tepat setelah waktu habis.

Bulls akhirnya unggul 2-1 dari Cavaliers berkat tembakan tersebut. Derrick Rose sendiri mencetak 30 poin di game ini. Para penggemar Bulls bersorak bahagia di United Center setelah menyaksikan momen ikonik itu.

5. Derrick Rose emosional setelah mengumpulkan 50 poin

Setelah Chicago Bulls, Derrick Rose aktif berkelana di NBA. Ia sempat mengenakan seragam New York Knicks, Cleveland Cavaliers, Minnesota Timberwolves, Detroit Pistons, dan Memphis Grizzlies. Saat bersama Timberwolves, Rose mengukir salah satu momen legendaris dalam kariernya.

Berhadapan dengan Utah Jazz pada 31 Oktober 2018, Rose berhasil membukukan 50 poin, 6 assist, dan 4 tripoin. Perolehan poinnya itu merupakan yang terbanyak dalam satu pertandingan sepanjang kariernya. Rose terlihat tidak mampu menahan tangis saat diwawancarai setelah pertandingan berakhir.

Tidak sedikit yang memprediksi bahwa karier Derrick Rose di NBA sudah berakhir setelah mengalami beragam cedera berat. Kendati demikian, Rose tetap berjuang untuk bangkit dan kerja kerasnya terbayar. Rose berhasil mencetak setidaknya 40 poin untuk pertama kalinya dalam 7 tahun terakhir saat itu.

Meski tidak pernah meraih gelar juara, Derrick Rose telah memberikan banyak cerita penuh kenangan sepanjang kariernya. Nomor punggungnya yang telah digantung di langit-langit United Center menjadi saksi bisu perjuangannya di NBA. Momen Derrick Rose apa yang menjadi favorit kalian?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Sport

See More

5 Pemain Top Prancis yang Membela Sevilla Sedekade Terakhir

29 Jan 2026, 16:00 WIBSport