5 Klub Liga Top Eropa yang Tersisih pada Fase Liga UCL 2025/2026

- Olympique Marseille tersingkir karena gol dramatis Benfica ke gawang Real Madrid
- Athletic Bilbao gagal berbuat banyak pada penampilan perdana di UCL sejak 2014/2015
- Napoli terkena comeback oleh Chelsea pada matchday terakhir hingga tersisih
Fase liga UEFA Champions League (UCL) 2025/2026 diramaikan 22 klub dari 5 liga top Eropa. Mereka termasuk para unggulan teratas juara kompetisi tersebut. Pada akhir fase liga, tujuh klub liga top Eropa berhasil lolos langsung ke babak 16 besar. Ada pula yang sepuluh lainnya yang bakal berjibaku pada babak playoff untuk masuk fase tersebut.
Sebaliknya, lima klub liga top Eropa akhirnya tersisih pada fase grup. Mereka sedang tampil cukup baik di liga domestik masing-masing, tetapi tak bisa menghasilkan performa serupa di Eropa. Inilah kelima klub tersebut.
1. Olympique Marseille gugur karena gol dramatis Benfica ke gawang Real Madrid
Hanya 24 dari 36 peserta fase liga UCL 2025/2026 yang melaju ke fase knockout. Olympique Marseille yang finis di peringkat 25 pun tersingkir. Proses kegagalan Marseille pun terbilang tragis. Pada matchday 8, raksasa Ligue 1 Prancis itu sempat menempati peringkat 24 klasemen. Namun, mereka akhirnya tergusur karena gol dramatis Benfica.
Marseille dihajar Club Brugge 0-3 pada laga penutup fase liga. Meski kalah, mereka sempat duduk di peringkat 24. Pasalnya, Marseille lebih produktif mencetak gol dari Benfica yang sedang mengungguli Real Madrid 3-2 di tempat lain. Sialnya, Benfica kemudian membuat satu gol lagi lewat tandukan kiper mereka, Anatoliy Trubin, pada menit 98.
Gol Trubin membuat Benfica menang dramatis 4-2 dan unggul selisih gol atas Marseille. Marseille pun turun ke peringkat 25 klasemen dan tersingkir. Dengan demikian, Les Olympiens sudah genap 14 tahun tak berlaga di fase knockout UCL. Terakhir kali Marseille melakukannya adalah pada 2011/2012 saat mereka melaju hingga perempat final.
2. Athletic Bilbao gagal berbuat banyak pada penampilan perdana di UCL sejak 2014/2015
Sementara, penampilan Athletic Bilbao di UCL 2025/2026 adalah yang pertama sejak 2014/2015. Sudah lama absen, Bilbao hanya jadi unggulan terakhir pada undian fase liga. Bilbao pun akhirnya memang gagal berbuat banyak. Mereka hanya meraih delapan poin dan finis di peringkat 29 klasemen.
Bilbao sebenarnya sempat punya peluang lolos pada matchday terakhir. Menjamu Sporting CP, Bilbao menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1. Mereka bakal lolos andai skor itu bertahan hingga akhir. Sayangnya, Bilbao terkena comeback pada babak kedua hingga kalah 2-3 dan tersingkir.
3. Napoli terkena comeback oleh Chelsea pada matchday terakhir hingga tersisih
Napoli juga gagal melewati fase liga UCL 2025/2026 karena terkena comeback pada laga terakhir. Napoli saat itu menjamu Chelsea, tim yang sebenarnya tak punya rekor bagus di Italia. Tuan rumah pun berhasil unggul 2-1 dalam 45 menit pertama laga. Namun, Chelsea bangkit pada babak kedua dan berbalik unggul berkat brace Joao Pedro.
Kalah 2-3 membuat Napoli finis di peringkat 30 klasemen akhir fase liga. Ini adalah kali pertama I Partenopei gagal melewati putaran pertama UCL sejak 2018/2019. Kekalahan dari Chelsea juga menegaskan tren buruk yang sedang mereka derita. Dalam 3 laga terakhir di semua ajang, Napoli 1 kali bermain imbang dan 2 kali kalah.
4. Eintracht Frankfurt jadi bulan-bulanan karena pertahanan buruk
Ada pula satu wakil Bundesliga Jerman yang tersingkir pada fase liga, yaitu Eintracht Franfurt. Tak sekadar gagal lolos, Frankfurt juga menjadi bulan-bulanan. Mereka hanya meraih 1 kemenangan dan 1 hasil imbang dalam 8 laga. Dengan empat poin, Frankfurt pun finis di peringkat 33 klasemen.
Salah satu faktor utama kegagalan Frankfurt adalah pertahanan buruk mereka. Die Adler kebobolan 21 kali di fase liga, hanya kalah dari Kairat Almaty yang finis sebagai juru kunci. Tak hanya di UCL, gawang Frankfurt pun mudah jebol di Bundesliga 2025/2026. Mereka kebobolan 42 kali dalam 19 pekan, setara FC Heidenheim yang menghuni dasar klasemen.
5. Villarreal hanya meraih satu poin dan finis di peringkat 35 klasemen
Terakhir, ada Villarreal, penghuni empat besar klasemen LaLiga Spanyol 2025/2026 setelah 20 pekan. Berkebalikan dengan liga domestik, performa Villarreal di UCL musim ini benar-benar buruk. The Yellow Submarine meraih 1 hasil imbang dan 7 kekalahan dalam 8 pertandingan fase liga.
Villarreal finis di peringkat 35 dari 36 klub peserta. Mereka selamat dari status juru kunci hanya karena unggul selisih gol atas Kairat Almaty. Villarreal bahkan hanya mencetak lima gol, rekor terburuk di fase liga. Karena sudah tersingkir pula dari Copa del Rey, Villarreal pun tinggal berkompetisi di LaLiga pada sisa 2025/2026.
Klub-klub liga top Eropa paling diunggulkan melangkah jauh di UCL 2025/2026. Namun, sudah ada lima klub yang tersingkir pada fase liga. Akankah ada lagi wakil liga top Eropa yang gugur pada babak playoff menuju 16 besar?















