Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
MotoGP 2026 Jadi Tarian Terakhir Francesco Bagnaia Bareng Ducati
Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, saat mengaspal di Sirkuit Jerez, Spanyol (AFP / Pierre-Philippe Marcou)

Jakarta, IDN Times - Ducati Corse akhirnya mengumumkan nasib pembalap andalannya, Francesco Bagnaia. MotoGP 2026 dipastikan menjadi tarian terakhir Bagnaia bersama tim berjuluk The Bologna Bullets tersebut.

Kabar itu disampaikan Ducati Corse pada Rabu (24/6/2026) sore WIB. Pengumuman ini tentu membuat banyak penggemarnya kecewa, mengingat Bagnaia telah menjelma sebagai ikon dari tim pabrikan Italia tersebut.

"Ducati Corse telah mengonfirmasi kepergian Francesco Bagnaia pada akhir 2026, setelah delapan musim yang membawa kombinasi tersebut meraih gelar juara dunia dua kali," tulis keterangan resmi Ducati Corse, dikutip dari laman resmi MotoGP.

1. Perjalanan Bagnaia bersama Ducati

Bagnaia memulai kiprahnya bersama Ducati pada 2019, saat usianya 22 tahun. Kala itu, dia naik kelas dari Moto2, namun bergabung lebih dulu dengan Ducati Pramac Racing selaku tim satelit.

Seiring dengan performanya yang terus menanjak, Bagnaia kemudian promosi ke tim pabrikan Ducati pada dua tahun berselang. Bagnaia langsung mencuri perhatian dalam musim debutnya.

Pria kelahiran Turin, Italia, itu tak butuh waktu lama untuk menjadi juara. Gelar itu didapat pada musim keduanya, sekaligus menyudahi puasa gelar Ducati selama 15 tahun, lalu mempertahankannya di musim berikutnya.

Performa menjanjikan Bagnaia membawa Ducati menyudahi puasa gelar 15 tahun. Dia berhasil menjuarai MotoGP 2022, serta sukses mempertahankan gelar di musim berikutnya.

Bagnaia bahkan nyaris hattrick menjadi juara dunia. Nahas, dia gagal memenangkan persaingan ketat dengan Jorge Martin dalam perebutan gelar MotoGP 2024.

2. Bagnaia sosok penting di balik kebangkitan Ducati

Bagnaia berstatus pembalap Ducati dengan kemenangan terbanyak, 31 kali. Dia juga merengkuh 62 podium dan 27 pole position bersama tim pabrikan Italia tersebut. CEO Ducati, Claudio Domenicali, mengeklaim Bagnaia sebagai sosok penting dibalik kebangkitan tim.

"Pecco adalah seorang juara baik di dalam maupun di luar lintasan. Selain bakatnya yang luar biasa, rasa hormatnya terhadap kerja tim, ketersediaannya terhadap orang-orang yang berkolaborasi, dan profesionalisme yang selalu ditunjukkan dalam mewakili Ducati menempatkannya di antara protagonis terpenting dalam sejarah kami," ujar Domenicali.

3. Prestasi Bagnaia bareng Ducati abadi

General Manager Ducati Corse, Luigi Dall'Igna, juga mengakui kehebatan Bagnaia. Dedikasi serta prestasi yang diberikan oleh sang pembalap akan selalu dikenang oleh Ducati dan para penggemarnya.

"Pecco akan selamanya tetap menjadi juara dalam sejarah Borgo Panigale dan dalam sejarah pribadi saya juga. Dengan Ducati, dia mewujudkan mimpi masa kecilnya, dan kami mencapai mimpi kami bersamanya," ujar Dall'Igna.

Editorial Team

Related Article