Donald Trump Dukung Infantino di Tengah Kontroversi FIFA

- Donald Trump mendukung Gianni Infantino tetap memimpin FIFA, menyebutnya pemimpin luar biasa yang membawa kesuksesan Piala Dunia dan keuntungan komersial.
- Kedekatan Trump-Infantino disorot setelah pemberian Peace Prize serta intervensi yang membuat kartu merah Folarin Balogun ditangguhkan pada Piala Dunia 2026.
- UEFA, AFC, dan CONCACAF menolak langkah Infantino, termasuk rencana menjual saham Piala Dunia melalui FIFA Forward Enterprise, lalu mengajukan mosi tidak percaya.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memanaskan kontroversi yang menyelimuti Presiden FIFA, Gianni Infantino. Secara terang-terangan, Trump mendukung Infantino agar tetap bertahan dan melanjutkan kepemimpinannya di FIFA.
Trump menyatakan Infantino merupakan sosok yang tepat untuk memimpin FIFA. Bagi Trump, menyingkirkan Infantino dari kursi presiden FIFA adalah kesalahan besar.
"FIFA akan melakukan kesalahan besar, mempertimbangkan berbagai alasan, jika berencana untuk mengganti Presiden Gianni Infantino," ujar Trump dalam akun Truth Social miliknya, dilansir USA Today.
1. Trump puji Infantino
Infantino, menurut Trump, merupakan pemimpin luar biasa yang bisa memberikan keuntungan komersial besar kepada FIFA. Atas fakta itu, Trump merasa Infantino harus bertahan.
"Dia fantastis dan telah membuktikan diri sebagai pemimpin organisasi yang menggelar Piala Dunia tersukses empat kali. Jika dia pergi, maka tak bisa sukses lagi atau untung," kata Trump.
2. Gak heran Trump bela Infantino
Hubungan Trump dengan Infantino memang mesra. Bahkan, Infantino sempat memberikan Peace Prize kepada Trump, yang akhirnya dicemari oleh keputusan untuk menyerang Iran bersama Israel.
Trump juga bisa melakukan intervensi, diakomodir oleh FIFA, ketika kartu merah Folarin Balogun ditangguhkan dalam Piala Dunia 2026. Keputusan tersebut pada akhirnya menuai kecaman dari dunia internasional, menjadi awal dari kekacauan yang terjadi, hingga akhirnya Infantino melancarkan rencana kontroversial lainnya, menjual saham Piala Dunia ke pihak swasta.
3. Karena intervensi Trump juga, Infantino melemah posisinya

Presiden Argentina, Javier Milei, memperhatikan Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara dalam pertemuan perdana "Board of Peace" yang digelar oleh Presiden AS Donald Trump di US Institute of Peace, Washington DC, Kamis (19/2/2026). (Foto: AFP/Saul Loeb). Dari dua momen ini, posisi Infantino mulai goyah. UEFA adalah pihak yang paling keras mengecam Infantino, mulai dari kasus Balogun.
Apalagi, saat itu keputusan penangguhan kartu Balogun dilakukan agar Amerika Serikat bisa tampil dengan kekuatan penuh saat melawan Belgia, yang merupakan anggota UEFA.
Setelahnya, efek domino muncul ketika Infantino mau mendirikan FIFA Forward Enterprise (FFE) demi menjual saham Piala Dunia. Tak cuma UEFA, AFC dan CONCACAF dengan tegas menolaknya. Ketiga konfederasi ini akhirnya mengeluarkan mosi tidak percaya dan bisa saja menarik anggota-anggotanya dari turnamen resmi FIFA di masa mendatang andai Infantino tidak mundur.


















