Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
MotoGP Disebut Menuju Kehancuran Karena Jadwal yang Kelewat Padat
ilustrasi MotoGP (unsplash.com/Ken So)
  • Pengamat Italia Carlo Pernat menilai MotoGP terancam menuju kehancuran karena total 44 balapan, termasuk Grand Prix dan Sprint Race, membuat jadwal kompetisi terlalu padat.

  • Menurut Pernat, beban fisik akibat jadwal padat membuat pembalap lebih rentan cedera; kecelakaan saat Sprint bahkan dapat membuat mereka absen pada balapan Minggu.

  • Absennya pembalap ternama dinilai merugikan secara komersial karena penggemar yang telah membeli tiket berpotensi tidak bisa menyaksikan idolanya berlaga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Carlo Pernat bilang MotoGP bisa jadi rusak karena balapannya terlalu banyak. Ada 44 balapan besar dan Sprint. Pembalap jadi capek dan lebih mudah jatuh atau cedera. Jorge Martin pernah cedera parah. Fans juga sedih karena sudah beli tiket, tapi pembalap kesukaan mereka tidak bisa balapan. Sekarang, beberapa pembalap terkenal mungkin tidak ikut balapan di Sepang 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah kritik atas jadwal padat, perhatian Carlo Pernat pada cedera pembalap dan kekecewaan penonton menegaskan bahwa keselamatan atlet serta pengalaman penggemar tetap menjadi unsur yang diperhatikan dalam MotoGP. Fakta bahwa dampak Sprint Race dibahas secara terbuka juga menunjukkan persoalan ini telah dikenali dengan jelas oleh pengamat kompetisi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pengamat balap motor asal Italia, Carlo Pernat, memprediksi bahwa MotoGP sekarang tengah menuju kehancuran. Ada beberapa sebab yang membuatnya berani berkata demikian.

Saat ini, MotoGP memang lebih padat. Dengan total balapan yang lebih banyak, ditambah Sprint Race, ada fisik pembalap yang terkuras lebih. Hal itu memberi dampak buruk bagi para pembalap.

1. Para pembalap mulai rutin cedera

Pernat melihat, para pembalap MotoGP sekarang mulai lebih gampang terkena cedera. Terbaru, ada Jorge Martin yang sempat harus menepi lama karena mengalami cedera parah. Semua karena jadwal padat.

"Kami sudah mengatakan, dan sayangnya prediksi kami terbukti benar, bahwa jika seorang pembalap terjatuh saat Sprint, dia mungkin tidak bisa balapan pada Minggu. Itulah yang sering terjadi," kata Pernat, dilansir "GPOne".

2. Fans selalu tak bisa melihat para pembalap terbaik berlaga

Pernat mengungkapkan, absennya para pembalap terbaik di sebuah seri adalah dampak buruk juga secara komersial. Sebab, fans pada akhirnya harus kecewa. Sudah bayar tiket, tapi tak bisa melihat sang idola.

"Jika melihat siapa saja yang tidak bisa balapan, ada lima pembalap ternama yang terancam absen pada balapan berikutnya (di Sepang 2026). Ini gila! Kondisi ini jelas juga berkaitan dengan Sprint Race," kata Pernat.

3. MotoGP berjalan menuju kehancuran

Pernat pun memperingatkan, jika hal ini terus berulang, MotoGP pun bergerak menuju kehancuran. Mereka seperti sedang melaju kencang menabrak tembok, tanpa rem atau penghalang sama sekali.

"Saya selalu mengatakan bahwa MotoGP sedang menuju kehancuran, dan saya masih mengatakannya hingga hari ini. Total 44 balapan antara Grand Prix dan Sprint Race adalah penyebabnya," ujar Pernat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article