Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pembalap Dewa United Sabet Gelar Nasional Shifter 2026

Pembalap Dewa United Sabet Gelar Nasional Shifter 2026
Pembalap Dewa United Motorsport, Romy Tahrizi. (Dok. Istimewa).
Share Article

Jakarta, IDN Times - Perjalanan panjang Kejurnas Eshark Rok Cup Indonesia 2026 yang berlangsung dalam enam putaran akhirnya dituntaskan dengan persaingan yang mendebarkan pada awal September ini. Pembalap Dewa United Motorsport, Romy Tahrizi, menyegel gelar utama di kelas Shifter 150.

Kepastian gelar juara tersebut diraih secara dramatis pada balapan pamungkas di Sentul Karting Circuit. Sebelum seri terakhir ini digelar, Romy sejatinya masih tertahan di peringkat kedua klasemen dengan selisih 15 poin dari pemuncak.

  1. 1. Konsistensi jadi modal juara

    Sepanjang musim yang bergulir sejak Januari, performa Romy terbilang impresif dan stabil. Dari enam putaran, ia sukses mengemas empat podium pertama, sekali runner-up, dan hanya sekali gagal finis.

    Keberhasilannya membalikkan keadaan di seri terakhir tak lepas dari kolaborasi apik antara pembalap dan dukungan mekanik Dewa United Motorsport. Pada dasarnya, konsistensi dari segala aspek menjadi resep di balik gelar ini.

    "Gelar ini tentu sangat berarti bagi saya karena perjuangannya tidak mudah," kata Romy Tahrizi dalam keterangan resminya.

  2. 2. Sempat terganggu hujan abu vulkanik Anak Krakatau

    Perjuangan Romy menyegel gelar pada seri pamungkas nyaris saja tertunda imbas aktivitas Gunung Anak Krakatau. Balapan di Sentul sempat terancam dibatalkan secara menyusul paparan abu vulkanik dari erupsi.

    Kondisi tersebut membuat permukaan aspal menjadi licin, serta membuat jarak pandang pembalap menjadi terbatas. Beruntung, setelah tertunda hampir empat jam, balapan akhirnya bisa dilanjutkan usai petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk menyemprot dan membersihkan lintasan.

    "Sepanjang musim kami harus menjaga konsistensi, mempersiapkan fisik, menjaga fokus, dan terus melakukan evaluasi dari satu seri ke seri berikutnya. Apalagi persaingan di kelas Shifter 150 sangat ketat dan saya juga harus mampu menjaga kondisi di tengah kesibukan sebagai lawyer," ujar Romy Tahrizi.

  3. 3. Incar atmosfer internasional

    Gelar di kelas Shifter 150 tak lantas membuat Romy merasa cepat puas. Ia justru semakin lapar untuk menyabet berbagai prestasi, khususnya mencicipi atmosfer internasional.

    "Jika ada kesempatan, (saya ingin) mencoba berkompetisi di level internasional," ujar Romy.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More