Hull City, Tim Promosi yang Menembus Top 3 Pekan Ketiga EPL 2026/2027

- Hull City kembali ke EPL setelah sembilan tahun, lolos lewat final playoff Championship 2026 berkat gol Oli McBurnie pada menit ke-95 melawan Middlesbrough.
- Di bawah Sergej Jakirovic, Hull City menempati peringkat ketiga setelah tiga laga: menang atas Manchester United dan Coventry, serta imbang melawan Aston Villa tanpa kebobolan.
- Setelah belanja lebih dari 150 juta poundsterling untuk sekitar 18 pemain, Hull tetap diprediksi Opta memiliki risiko degradasi tertinggi, 38,7 persen.
Hull City datang sebagai tim kuda hitam yang sukses mengejutkan para pesaingnya di English Premier League (EPL) 2026/2027. Berstatus sebagai tim promosi dari kasta kedua Liga Inggris, EFL Championship, mereka berhasil mengalahkan Manchester United 2-0 dan Coventry City 1-0 serta menahan Aston Villa tanpa gol. Alhasil, Hull City kini bertengger di peringkat ketiga klasemen EPL 2026/2027, tepat di bawah Manchester City dan Arsenal sekaligus unggul atas Chelsea dan Brentford per Kamis (10/9/2026).
1. Hull City kembali ke panggung Premier League setelah 9 tahun melalui jalur playoff
Hull City merupakan salah satu klub Inggris yang cukup sering mengalami pasang surut. Klub dengan julukan The Tigers ini mencicipi kasta tertinggi Liga Inggris untuk pertama kalinya pada 2008/2009. Mereka sebenarnya sempat menempati peringkat ke-3 klasemen pada pekan kesembilan sebelum performanya merosot dan harus puas finis di peringkat ke-17.
Terdegradasi semusim setelahnya, Hull City kembali menembus panggung Premier League pada 2013/2014. Sayangnya, The Tigers hanya bertahan selama 2 musim sebelum turun kasta ke EFL Champioship pada 2014/2015 setelah finis di peringkat ke-18. Mereka kemudian kembali ke EPL pada 2016/2017, tetapi lagi-lagi harus terdegradasi dan menghabiskan sekitar sembilan musim di kasta kedua Liga Inggris.
Penantian panjang Hull City untuk merasakan atmosfer kompetisi EPL terbayar setelah menaklukkan Middlesbrough 1-0 dalam final playoff EFL Championship 2026 di Wembley, Sabtu (23/5/2026). Gol kemenangan ini dicetak Oli McBurnie, striker asal Skotlandia, yang mampu memanfaatkan bola muntah hasil tepisan kiper, Sol Brynn, pada menit ke-95. Klub asal Yorkshire tersebut pun dipastikan melaju ke EPL pada 2026/2027 bersama Coventry City dan Ipswich Town.
2. Sergej Jakirovic menjadi aktor penting yang membawa Hull City menembus kasta teratas Liga Inggris
Tak dapat dimungkiri kalau kedatangan Sergej Jakirovic ke MKM Stadium pada Juli 2025 membawa perubahan drastis bagi perjalanan Hull City. Pelatih asal Bosnia dan Herzegovina ini tiba ketika klub harus menjalani sanksi embargo transfer pada 2025/2026 akibat keterlambatan melakukan pembayaran kepada Aston Villa terkait peminjaman Louie Barry. Sanksi tersebut mengakibatkan The Tigers tidak bisa secara leluasa mendatangkan pemain baru di bursa transfer.
Melihat situasi klub saat itu, Hull City sempat diprediksi sebagai kandidat yang berpotensi terjerumus ke zona degradasi menuju League One, kasta ketiga Liga Inggris. Namun, berkat tangan dinginnya, Jakirovic berhasil mematahkan prediksi tersebut dengan membawa The Tigers menjuarai final playoff EFL Championship 2026 sekaligus mengamankan tiket promosi ke Premier League. Berdasarkan data resmi klub, Jakirovic telah mencatat 27 kemenangan, 12 keimbangan, dan 18 kekalahan dari 57 pertandingan di semua kompetisi sejak menangani Hull City pada Juli 2025.
Jakirovic dikenal sebagai pelatih yang tidak kaku dalam meracik strategi. Eks pelatih Dinamo Zagreb dan Kayserispor ini memang sering menggunakan 4-3-3 sebagai formasi dasar, tetapi susunannya dapat berubah menjadi 5-4-1 atau 5-2-3 sepanjang pertandingan, tergantung pada kebutuhan dan karakter lawan. Jakirovic juga tidak menjadikan penguasaan bola sebagai prioritas utama karena Hull City lebih mengandalkan transisi cepat dan counter attack untuk menciptakan peluang.
3. Hull City rela jor-joran belanja pemain untuk memperkuat skuad demi menyambut Premier League 2026/2027
Setelah terbebas dari pembatasan transfer, Hull City akhirnya dapat bergerak lebih agresif di bursa transfer. Menurut laporan The Guardian, The Tigers telah menggelontorkan dana lebih dari 150 juta pound sterling atau sekitar Rp3,5 triliun dengan kurs Rp23.760 per pound sterling demi mengamankan sekitar 18 pemain, di antaranya Nobel Mendy, Konstantinos Tzolakis, Lucas Herrington, dan Ilyas Ansah. Klub yang pertama kali berdiri pada 1904 ini juga resmi mempermanenkan Joe Gelhardt dari Leeds United setelah sang striker mampu menunjukkan performa impresif dan produktif sepanjang 2025/2026 di EFL Championship.
Keberanian pihak manajemen Hull City menginvestasikan dana sebesar itu untuk belanja pemain sejalan dengan potensi peningkatan pendapatan yang diraup klub setelah promosi ke kasta pertama Liga Inggris. Berdasarkan laporan Deloitte, klub yang memenangkan final playoff EFL Championship dan meraih tiket promosi ke kasta tertinggi Liga Inggris diperkirakan memperoleh pendapatan minimal 205 juta pound sterling (Rp4,9 triliun) selama 3 musim dan bahkan bisa meningkat menjadi sekitar 365 juta pound sterling (Rp8,7 triliun) jika mampu bertahan di Premier League pada musim pertamanya. Ditambah, The Tigers telah melepas kiper, Ivor Pandur, kepada Rangers sebesar 6 juta pound sterling (Rp143 miliar) serta gelandang, Aidon Shehu, kepada Panathinaikos dengan nilai 2,5 juta pound sterling (Rp59 miliar) untuk membantu menjaga kondisi keuangan klub sekaligus menghindari potensi pelanggaran profit and sustainability rules (PSR) yang dapat berujung kepada pengurangan poin.
Selama tiga laga pertama EPL 2026/2027, para rekrutan anyar Hull City berhasil menunjukkan performa yang menjanjikan. Nobel Mendy, misalnya, telah bermain selama 191 menit dan mencetak 1 gol saat menghadapi Manchester United sebelum ditarik keluar karena cedera dan digantikan Lucas Herrington yang tak kalah impresif. Konstantinos Tzolakis, kiper Yunani yang pernah membela Olympiacos, langsung mendapat kepercayaan sebagai starter dengan total 270 menit bermain dan belum kebobolan.
4. Hull City ternyata tidak diperhitungkan untuk finis di papan atas Premier League 2026/2027
Opta, perusahaan analis olahraga yang pernah memprediksi Timnas Spanyol sebagai juara Piala Dunia 2026 melalui superkomputernya, telah membuat sekitar 10 ribu skenario untuk memproyeksikan jalannya Premier League 2026/2027. Hasilnya, Hull City diprediksi mempunyai peluang terdegradasi tertinggi sebesar 38,7 persen, mengungguli Ipswich Town (31,2 persen) dan Coventry City (27,9 persen). Sebaliknya, peluang The Tigers finis di lima besar hanya sekitar 4,2 persen, berbeda dengan Ipswich Town (6,0 persen) dan Coventry City (7,5 persen) yang memiliki kans lebih besar untuk menembus posisi ini.
Sebagai catatan, superkomputer Opta pernah membuat prediksi kalau Leeds United, Burnley, dan Sunderland yang sama-sama berstatus tim promosi pada EPL 2025/2026 akan langsung terjerumus ke EFL Championship. Namun, apa yang terjadi di lapangan justru berbanding terbalik dengan yang tertulis di atas kertas. Dari ketiga tim promosi, Leeds United dan Sunderland justru mampu bertahan di kasta tertinggi Liga Inggris, sementara Burnley menjadi satu-satunya tim promosi yang gagal selamat dari zona degradasi bersama West Ham United dan Wolverhampton Wanderers.
Berkaca pada musim lalu, meski Opta pernah menjadikan Timnas Spanyol sebagai kandidat terkuat juara Piala Dunia 2026, superkomputer ini ternyata tidak selalu mampu memperkirakan kejutan yang terjadi sepanjang musim. Ketika Hull City sudah bertengger di papan atas klasemen EPL 2026/2027, Ipswich Town dan Coventry City yang secara statistik mempunyai peluang degradasi lebih rendah masih harus berjuang menyelamatkan diri dari zona merah. Dengan kata lain, selama The Tigers mampu mempertahankan performanya hingga akhir musim, mereka berpotensi mematahkan prediksi Opta seperti yang pernah dilakukan Leeds United dan Sunderland musim lalu.
Kiprah Hull City di kasta tertinggi Liga Inggris tentu tidak akan mudah. Pada Sabtu (12/9/2026) pukul 21.00 WIB, The Tigers akan melawat ke Stamford Bridge untuk menantang Chelsea, tim Big Six Premier League kedua yang mereka hadapi setelah Manchester United. Duel ini akan menjadi ujian berikutnya bagi pasukan Sergej Jakirovic untuk mempertahankan rekor nirbobol mereka di EPL sekaligus mempertahankan statusnya sebagai tim underdog yang patut diwaspadai pada 2026/2027.


















