Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Penyebab Penurunan Performa Jorge Martin di MotoGP San Marino 2026
potret Jorge Martin (commons.wikimedia.org/Oliveraron)
  • Jorge Martin finis kelima di MotoGP San Marino 2026 setelah sempat memimpin sejak lap ketujuh, lalu disalip bertahap hingga tertinggal 14,021 detik dari Marc Marquez.
  • Performa Martin menurun akibat arm pump yang memburuk saat balapan, membuatnya kesulitan mengerem dan membuka gas, meski gejalanya sudah muncul pada latihan Jumat.
  • Martin mempertimbangkan operasi arm pump, tetapi ragu karena jadwal delapan seri dalam sembilan pekan; ia mengoleksi 274 poin, sama dengan Marc Marquez, namun berada di posisi kedua.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jorge Martin meraih hasil kurang memuaskan pada balapan utama MotoGP San Marino 2026. Pembalap Aprilia Racing itu finis kelima di Sirkuit Misano pada Minggu (13/9/2026) malam WIB. Ini menjadi kedua kalinya secara beruntun The Martinator finis di posisi tersebut. Sebelumnya, ia finis di posisi yang sama di GP Aragon.

Martin langsung menyampaikan kendala yang dihadapi sepanjang balapan utama GP San Marino. Ia mengaku terganggu arm pump yang memengaruhi penampilannya saat memacu RS-GP. Padahal, Martin sempat memiliki kans finis terdepan sebelum melorot pada fase akhir balapan.

1. Jorge Martin menuntaskan balapan GP San Marino 2026 di posisi kelima setelah sempat menduduki posisi terdepan

Jorge Martin memulai balapan dari posisi kelima pada balapan utama GP San Marino 2026. Pembalap berkebangsaan Spanyol itu langsung merangsek ke posisi ketiga pada lap pertama. Tak berselang lama, Marco Bezzecchi terjatuh di tikungan 12 pada lap yang sama.

Kejadian itu menyebabkan Martin naik ke posisi kedua. Ia terus membuntuti Marc Marquez untuk mengambil alih posisi terdepan. Usaha Martin membuahkan hasil pada lap ketujuh. Bahkan, ia sempat memperlebar keunggulan atas Marquez menjadi 0,8 detik.

Sayangnya, keunggulan Martin tidak bertahan lama. Marquez kembali ke posisi terdepan pada lap 12. Penurunan posisi Martin tak berhenti sampai di situ. Berselang satu lap, giliran Alex Marquez yang mengasapi pembalap bernomor motor 89 tersebut untuk menduduki posisi kedua.

Pada lap 16, Pedro Acosta merebut posisi ketiga dari Martin. Setelah itu, Fermin Aldeguer menyalip Martin dalam perebutan posisi keempat pada lap 20. Pada akhirnya, Martin melintasi garis finis di posisi kelima dengan jarak 14,021 detik dari Marc Marquez yang memenangi balapan.

2. Jorge Martin mengalami masalah arm pump yang mengganggu performanya pada pertengahan balapan GP San Marino

Jorge Martin menyampaikan masalah yang terjadi selama balapan GP San Marino 2026. Ia mengaku sangat terganggu oleh arm pump. Ini merupakan kondisi medis yang menyebabkan adanya peningkatan tekanan pada bagian lengan bawah. Kondisi tersebut mengakibatkan terbatasnya aliran darah dan mengganggu fungsi otot.

Masalah arm pump membuat Martin kehilangan kendali atas motornya. Sebab, ia kesulitan saat mengerem dan membuka gas. Situasi tersebut berujung pada menurunnya performa Martin sejak pertengahan balapan.

Martin mengungkapkan, dirinya telah mengalami sejumlah masalah saat melakoni sesi latihan Jumat (11/9/2026). Ketika itu, Martin tidak menghadapi masalah yang terlalu berarti. Akan tetapi, masalah tersebut justru memburuk ketika balapan.

"Aku sudah memikirkan hal ini dan mencoba berkendara dengan sangat halus. Ini adalah trek tempat kami semua mengalami kesulitan akibat air pump. Namun, kondisinya benar-benar tersumbat padaku. Aku tidak bisa melakukan apa pun. Semuanya menyalipku karena aku tidak bisa menarik tuas gas," kata Jorge Martin dilansir Motorsport.

3. Jorge Martin masih ragu untuk menjalani operasi di tengah padatnya jadwal pekan balap setelah GP Austria

Masalah arm pump di GP San Marino 2026 membuka peluang Jorge Martin untuk menjalani operasi. Namun, juara MotoGP 2024 itu masih ragu mengenai tindakan medis tersebut. Sebab, Martin akan menghadapi jadwal padat setelah pekan balap GP Austria.

Setelah balapan di Red Bull Ring, pembalap akan menjalani delapan seri balap dalam rentang 9 pekan. Martin juga sedang menghadapi perebutan gelar juara sehingga perlu berhati-hati dalam mengambil keputusan operasi. Sebab, tiap poin sangat berarti bagi Martin demi menjaga kans merengkuh titel juara.

"Sekarang, kami tidak punya waktu untuk melakukan apa pun. Aku harus memulihkan kondisiku dan mencoba fokus di Austria. Kami perlu memahami hal yang harus dilakukan setelah GP Austria. Ada banyak balapan yang berlangsung berdekatan sehingga aku tidak tahu apakah pilihan terbaik adalah menjalani operasi atau tidak," jelas Jorge Martin dilansir Motorsport.

Martin membawa pulang 18 poin dari pekan balap GP San Marino. Sebanyak 11 poin diperoleh saat finis kelima pada balapan utama dan 7 poin saat balapan sprint. Ia kini mengoleksi 274 poin dan memiliki jumlah poin yang sama dengan Marc Marquez. Akan tetapi, Martin turun ke posisi kedua karena memiliki jumlah kemenangan balapan utama lebih sedikit ketimbang Marquez.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article