Performa Aston Martin Jeblok saat Tes Pramusim Perdana F1 2026

Formula 1 telah melangsungkan tes pramusim perdana menyongsong musim 2026. Bahrain International Circuit menjadi tuan rumah sesi tes yang digelar pada 11--13 Februari 2026. Seluruh tim ikut dalam tes pramusim, tak terkecuali Aston Martin.
Sayangnya, performa Aston Martin kurang meyakinkan selama tes pramusim pertama. Tim yang berbasis di Silverstone, Inggris, tersebut tertinggal cukup jauh dari pesaingnya berdasarkan catatan waktu tercepat. Aston Martin kini berkejaran dengan waktu untuk mengatasi masalah pada AMR26 sebelum F1 2026 resmi bergulir.
1. Aston Martin menduduki posisi paling buncit dalam catatan waktu terbaik dan jumlah lap pada tes pramusim pertama
Aston Martin menutup tes pramusim pertama Formula 1 2026 dengan capaian kurang impresif. Mereka memutari sirkuit sebanyak 206 lap selama 3 hari. Hal itu menempatkan Aston Martin sebagai tim dengan jumlah lap paling sedikit pada sesi tersebut.
Catatan waktu Aston Martin juga tertinggal dari pesaing. Tim dengan warna khas hijau itu membukukan waktu tercepat 1 menit 38,165 detik lewat Fernando Alonso pada hari ketiga. Sementara itu, Lance Stroll menorehkan waktu terbaiknya pada hari pertama lewat raihan 1 menit 39,883 detik.
Catatan tersebut membuat Aston Martin berada di posisi juru kunci dalam daftar waktu terbaik selama tes pertama di Bahrain. Mereka tertinggal 4,496 detik dari Mercedes. Lance Stroll langsung memperingatkan timnya untuk mencari cara meningkatkan performa AMR26. Pembalap asal Kanada itu mengungkapkan rencana tim menyusul hasil tes pramusim pertama yang tidak sesuai harapan.
"Kami berusaha meningkatkan performa mobil tiap hari. Aku pikir kami juga akan membawa pembaruan pada mesin dan sasis. Kami akan melihat posisi kami saat balapan di Australia dan memantau perkembangannya sepanjang musim ini. Kami sedang berusaha keras dan itulah yang kami bisa lakukan sekarang," kata Lance Stroll dilansir Motorsport Week.
2. Mike Krack tak mengelak Aston Martin punya permasalahan yang harus diselesaikan dalam pengembangan AMR26
Mike Krack tak menampik performa Aston Martin tidak mengesankan pada tes pramusim pertama Formula 1 2026. Pria yang menjabat sebagai Chief Trackside Officer itu menilai AMR26 punya potensi untuk tampil dengan performa lebih baik. Walau begitu, Krack mengaku timnya perlu bekerja lebih keras dalam mengembangkan mobil tersebut demi mengejar ketertinggalan dari pesaing mereka di kejuaraan.
"Hal terpenting adalah memulai terlebih dahulu. Sebelum kami mengembangkan mobil sepenuhnya, penting bagi kami untuk bisa turun saat sesi shakedown di Barcelona. Meski agak terlalu awal, kami mengalami banyak masalah kecil yang harus diselesaikan dan itu membutuhkan waktu. Jadi, begitu hal itu tercapai dan proses berjalan lancar, kami bisa menganalisis mobil, mengidentifikasi kelemahan serta potensi pengembangannya," jelas Mike Krack dikutip Motorsport.
3. Aston Martin akan menentukan prioritas yang tepat demi menambal kekurangan pada AMR26
Mike Krack berhati-hati dalam membicarakan target Aston Martin di Formula 1 2026. Itu tak lepas dari performa kurang menjanjikan AMR26 setelah tes pramusim pertama di Bahrain. Krack menegaskan timnya akan menentukan prioritas yang tepat dalam menyelesaikan masalah yang terjadi pada AMR26. Apalagi, Aston Martin tak punya banyak waktu sebelum seri perdana Formula 1 2026 digelar pada 6--8 Maret 2026 di Albert Park, Australia.
"Waktunya tidak banyak. Kami harus akui hal tersebut. Namun, aku rasa kami akan menetapkan daftar prioritas yang tepat dan mulai bekerja. Kami akan berada di posisi lebih baik pekan depan," ujar Mike Krack dilansir Motorsport.
Aston Martin masih punya kesempatan menguji mobil mereka pada tes pramusim kedua di Bahrain pada 18--20 Februari 2026. Data yang diperoleh dari sesi tersebut akan penting bagi mereka dalam menentukan arah pengembangan jelang bergulirnya Formula 1 2026. Bisakah Aston Martin menambal kekurangan yang ada pada mobil mereka? Kita nantikan saja!
















