Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Performa Ganda Putri Indonesia dalam 5 Edisi Terakhir Asian Games

4 min read
Performa Ganda Putri Indonesia dalam 5 Edisi Terakhir Asian Games
ilustrasi bulu tangkis (unsplash.com/Saif71.com)
  • Ganda putri Indonesia gagal meraih medali pada Asian Games 2026; Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum tersingkir di babak pertama, sementara Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari gugur pada babak kedua.
  • Dalam lima edisi terakhir, pencapaian terbaik datang pada 2014 lewat emas Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii, disusul perunggu Greysia Polii/Apriyani Rahayu pada 2018.
  • Sektor ganda putri mengalami tren menurun setelah meraih medali pada 2014 dan 2018, karena seluruh wakil Indonesia juga gagal membawa pulang medali di Asian Games 2022.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Asian Games 2026 resmi berakhir pada Minggu (4/10/2026). Bulu tangkis menjadi cabor yang menyumbangkan medali terbanyak bagi Indonesia di ajang olahraga empat tahunan tersebut. Meski begitu, tidak semua sektor dari cabor tepok bulu itu menyumbangkan medali. Salah satu sektor yang gagal membawa pulang medali dari nomor individu adalah ganda putri.

Kegagalan itu pun menambah panjang catatan pasang surut hasil yang diraih skuad srikandi tanah air dalam beberapa penyelenggaraan terakhir. Berikut ulasan mengenai performa ganda putri Indonesia dalam lima edisi terakhir Asian Games per 2026.

  1. 1. Gugur pada babak kedua di Asian Games 2010

    Indonesia mengangkut dua ganda putri ke Asian Games 2010. Mereka adalah Meiiana Jauhari/Greysia Polii dan Shendy Puspa Irawati/Nitya Krishinda Maheswari. Keduanya gagal menyumbangkan medali untuk Indonesia. Mereka kompak gugur pada babak kedua. Duet Shendy/Nitya kalah di tangan unggulan kelima asal China, Wang Xiao Li/Yu Yang. Mereka kalah telak 2 game langsung dengan skor 10-21 dan 11-21. Sementara, pasangan Meiliana/Greysia yang diunggulkan di urutan ketujuh tumbang di hadapan ganda putri nonunggulan asal Taiwan. Mereka takluk dari Hsieh Pei Chen/Wang Pei Rong 2 game langsung dengan skor tipis 19-21 dan 18-21.

  2. 2. Meraih emas di Asian Games 2014

    Ganda putri menyumbangkan medali di Asian Games 2014. Setelah hasil buruk pada edisi sebelumnya, kali ini ganda putri menyumbangkan emas lewat duet Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii. Mereka memastikan emas setelah menundukkan unggulan pertama asal Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi, pada laga final 2 game langsung dengan skor 21-15 dan 21-9. Selain Nitya/Greysia, ganda putri Indonesia juga membawa Suci Rizky Andini/Tiara Rosalia Nuraidah. Sayangnya, mereka tumbang lebih awal pada babak kedua dari Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi asal Jepang lewat drama 3 game dengan skor 22-20, 16-21, dan 6-21.

  3. 3. Mengamankan perunggu di Asian Games 2018

    Ganda putri Indonesia kembali menyumbangkan medali di Asian Games 2018. Kali ini, medali yang diraih adalah perunggu lewat pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Duet itu menyabet perunggu setelah mencapai semifinal dan dikalahkan Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi asal Jepang. Mereka keok 2 game langsung dengan skor 15-21 dan 17-21. Selain Greysia/Apriyani, ganda putri Indonesia juga diperkuat Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta. Namun, mereka gagal meraih medali setelah kalah 2 game langsung pada babak kedua dari Yuki Fukushima/Sayaka Hirota asal Jepang dengan skor 13-21 dan 17-21.

  4. 4. Tumbang pada babak kedua di Asian Games 2022

    Ganda putri Indonesia mengalami penurunan performa di Asian Games 2022. Setelah konsisten menyumbang medali dalam dua edisi sebelumnya, sektor ini harus gigit jari pada edisi ini. Dua ganda putri yang diutus di edisi ini, Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi dan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, sama-sama gagal meraih medali. Mereka kompak gugur pada babak kedua dari ganda putri unggulan. Febriana/Amalia kalah 2 game langsung dari Chen Qing Chen/Jia Yi Fan asal China dengan skor 5-21 dan 17-21. Sementara itu, Apriyani/Fadia harus mundur saat berhadapan dengan Yuki Fukushima/Sayaka Hirota asal Jepang karena mengalami cedera.

  5. 5. Gagal menyumbangkan medali di Asian Games 2026

    Ganda putri Indonesia kembali gagal menyumbangkan medali di Asian Games 2026. Dua ganda putri Indonesia yang dikirim pada edisi ini sama-sama tersingkir sebelum perempat final. Duet Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum langsung angkat koper pada babak pertama. Mereka kalah dari Pearly Tan/Thinaah Muralitharan asal Malaysia 2 game langsung dengan skor 13-21 dan 11-21. Ganda putri Indonesia lainnya, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, gugur pada babak kedua setelah kalah dari Baek Ha Na/Lee So Hee asal Korea Selatan. Mereka tumbang dalam duel alot 3 game dengan skor 16-21, 21-15, dan 9-21.

    Capaian ganda putri Indonesia dalam lima edisi terakhir Asian Games masih naik turun. Namun, yang perlu menjadi perhatian adalah kegagalan membawa pulang medali dalam dua edisi terakhir setelah dua edisi sebelumnya selalu berkalung medali. Rentetan hasil minus di Asian Games 2022 dan 2026 ini patut menjadi alarm keras bagi PBSI untuk segera melakukan pembenahan total pada sektor ganda putri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More