Performa Indonesia dalam 5 Edisi Terakhir Kejuaraan Asia per 2025

Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2026 tinggal menghitung hari. Kejuaraan tahunan bergengsi itu akan memulai laga perdananya pada Selasa (7/4/2026) mendatang di Ningbo Olympic Sports Center Gymnasium, Ningbo, China, dan akan berakhir pada Minggu (12/4/2026).
Dalam beberapa edisi terakhir, Indonesia sebagai salah satu negara unggulan selalu konsisten membawa pulang medali. Meski begitu, jumlah dan warna medali yang diraih masih cukup bervariasi. Berikut performa Indonesia dalam lima edisi terakhir Kejuaraan Asia per 2025.
1. Meraih 1 perak dan 1 perunggu di Kejuaraan Asia 2019
Kejuaraan Asia 2019 menjadi salah satu edisi terburuk bagi Indonesia. Pada edisi yang berlangsung di Wuhan, China, itu Indonesia hanya meraih 2 medali, yakni 1 perak dan 1 perunggu. Dua medali tersebut sama-sama berasal dari sektor ganda, yakni ganda putra dan ganda putri. Sektor ganda putra yang diwakili Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menyumbangkan perak setelah kalah pada partai final dari Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe asal Jepang. Sementara itu, sektor ganda putri mengamankan perunggu setelah Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta menembus perempat final.
2. Membawa pulang 1 emas, 1 perak, dan 3 perunggu di Kejuaraan Asia 2022
Kejuaraan Asia 2022 menjadi edisi terbaik Indonesia dalam lima tahun terakhir. Skuad Merah Putih saat itu membawa pulang lima medali dari Manila, Filipina. Medali tersebut terdiri dari 1 emas, 1 perak, dan 3 perunggu yang berasal dari 3 sektor berbeda. Emas diraih duet Pramudya Kusumawardana/Yeremia Eric Yoche Yacob Rambitan dari sektor ganda putra. Perak disumbangkan Jonatan Christie dari sektor tunggal putra yang menelan kekalahan pada laga final. Sementara itu, perunggu diraih Chico Aura Dwi Wardoyo dari sektor tunggal putra, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dari sektor ganda putra, dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dari sektor ganda campuran.
3. Menyabet 1 emas dan 1 perunggu di Kejuaraan Asia 2023
Indonesia mengakhiri Kejuaraan Asia 2023 yang berlangsung di Dubai, Uni Emirat Arab, dengan menyabet dua medali. Medali tersebut berasal dari sektor tunggal putra dan ganda campuran yang berupa 1 emas dan 1 perunggu. Anthony Sinisuka Ginting dari sektor tunggal putra menjadi satu-satunya peraih emas setelah memenangkan duel final kontra andalan Singapura, Loh Kean Yew. Sementara itu, untuk perunggu disabet duet Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja dari sektor ganda campuran yang saat itu baru dipasangkan.
4. Mengamankan satu emas di Kejuaraan Asia 2024
Hasil Indonesia mengalami sedikit penurunan di Kejuaraan Asia 2024. Pada edisi yang dilaksanakan di Ningbo, China, ini Indonesia hanya mengamankan satu medali. Meski begitu, medali tersebut adalah emas yang lagi-lagi berasal dari sektor tunggal putra. Kali ini, giliran Jonatan Christie yang menaiki podium tertinggi. Ia mengamankan emas setelah menumpas Li Shi Feng selaku wakil tuan rumah pada laga final.
5. Hanya merengkuh dua perunggu di Kejuaraan Asia 2025
Kejuaraan Asia 2025 menjadi edisi terburuk bagi Indonesia dalam lima tahun terakhir. Pada edisi ini, Indonesia hanya merengkuh dua medali yang keduanya sama-sama perunggu. Dua perunggu tersebut berasal dari sektor ganda putra dan ganda campuran. Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana menjadi peraih perunggu di sektor ganda putra setelah kalah pada semifinal dari wakil China, Chen Bo Yang/Liu Yi. Di sektor ganda campuran, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu yang sukses merengkuh perunggu setelah dijegal Hiroki Midorikawa/Natsu Saito asal Jepang pada semifinal.
Performa Indonesia terbilang menurun dalam lima edisi terakhir Kejuaraan Asia meskipun konsisten mengamankan medali. Di Kejuaraan Asia 2026, Indonesia akan mengandalkan pemain yang tidak jauh berbeda dengan edisi sebelumnya. Akankah hasilnya sama atau justru terjadi peningkatan?


















