- GP Portugal 2025 - P1;
- GP Valencia 2025 - P1;
- GP Thailand 2026 - P1;
- GP Brasil - P1;
- GP Amerika - P1;
- GP Spanyol - P2;
- GP Prancis - P2; dan
- GP Catalunya - P4.
Rekor Podium Beruntun Marco Bezzecchi Terhenti di MotoGP Catalunya

Sejak akhir musim lalu, Marco Bezzecchi tercatat sebagai pembalap paling kompetitif di lintasan. Tengok saja performanya di seri main race MotoGP, rider Aprilia Racing itu pernah memimpin lebih dari 120 putaran Grand Prix. Berkat kepercayaan dirinya di atas RS-GP, Bezzecchi bahkan merebut podium sebanyak tujuh kali berturut-turut.
Namun, deretan podium beruntun milik Bezzecchi itu harus terhenti di seri MotoGP Catalunya. Di sirkuit bernama resmi Circuit de Barcelona-Catalunya ini, Aprilia seperti kehilangan keberuntungannya. Tak ada pembalap Aprilia di podium Catalunya. Hasil yang berkebalikan dari seri sebelumnya di Prancis saat pabrikan Noale memborong podium 1-2-3.
1. Bezzecchi finis keempat di seri Catalunya
Marco Bezzecchi gagal mempertahankan deretan podium yang ia raih. Di Catalunya, Bezzecchi hanya menempati posisi keempat saja saat finis balapan utama. Itu pun setelah hasilnya terkatrol lantaran pembalap lain terkena penalti.
Start dari urutan ke-12 di grid, Bezzecchi tak bisa merangsek ke bagian depan. Ia hanya bisa bersaing di papan tengah pada balapan yang sempat diwarnai dua bendera merah itu. Bezzecchi kebanyakan bersaing di posisi kedelapan dan ketujuh.
Setelah 12 lap, hasil asli Bezzecchi saat melewati chequered flag adalah finis di posisi keenam. Ia naik peringkat berkat dua pembalap di depannya terkena penalti turun posisi. Ai Ogura (Trackhouse Racing) turun dari P4 ke P8 dan Joan Mir (Honda HRC Castrol) turun dari P2 ke P13.
2. Alasan Bezzecchi tampil buruk di Catalunya
Secara historis, riwayat penampilan Bezzecchi di trek sepanjang 4,6 km ini memang buruk. Sejak mengaspal di kelas premier pada 2022, Bezzecchi selalu finis di luar sepuluh besar. Bezzecchi pernah finis runner-up di Catalunya hanya ketika beraksi di Moto3 pada 2018 lalu.
Pada 2026, Bezzecchi tetap terseok-seok di Catalunya. Meski masuk langsung ke sesi kualifikasi Q2, ia tak bisa memperbaiki catatan waktunya. Ia malah terjatuh pada momen krusial sehingga menempati posisi terbawah di sesi itu. Tak memulai balapan dari bagian depan, Bezzecchi kehilangan momentum untuk bersaing.
Sepanjang pekan, Bezzecchi merasa kurang percaya diri dengan bagian depan motornya. Ia kehilangan sentuhan di bagian pengereman. Saat memasuki tikungan dan berakselerasi, Bezzecchi tak nyaman.
“Ini akhir pekan yang berat. Jujur saja, aku memulai dengan baik pada Jumat. Namun, aku kemudian sedikit terhambat, dan kecepatanku selalu hampir sama. (Pembalap) lain terus meningkat dan aku tidak bisa,” ujar rider bernomor 71 itu dilansir Crash.
Saat main race, rata-rata ritme balap (race pace) Bezzecchi lebih lambat 0,353 detik dibandingkan Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46 Racing Team) yang menang. Tak heran jika selisih waktu finis mereka mencapai lebih dari 4,6 detik. Meski begitu, dari hasil ini Bezzecchi mengemas 13 poin yang membuatnya tetap menjadi pemimpin klasemen dengan gap 15 poin dari rekan setimnya, Jorge Martin.
3. Rekor tujuh podium beruntun milik Bezzecchi terhenti
Bezzecchi mengumpulkan tujuh podium beruntun sejak seri Portugal musim 2025. Dari jumlah itu, lima di antaranya merupakan kemenangan beruntun. Podium dan kemenangan beruntun itu jadi yang terlama dalam 1 dekade kariernya di ajang Grand Prix.
Berikut ini deretan podium Bezzecchi sejak seri Portugal musim 2025 hingga seri terakhir di Catalunya:
Marco Bezzecchi kehilangan rekor podium beruntun miliknya. Meski begitu, Bezzecchi masih memimpin klasemen sementara MotoGP 2026. Pembalap Aprilia Racing itu tetap punya kans besar dalam perebutan titel musim ini.


















