Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perjalanan Amri/Nita di Kejuaraan Dunia 2026, Raih Medali Perunggu!
ilustrasi bulu tangkis (pexels.com/Saif71.com)

Kejuaraan Dunia 2026 resmi berakhir pada Minggu (23 Agustus 2026) di New Delhi, India. Indonesia hanya membawa pulang satu medali dari turnamen tersebut, yakni perunggu yang diraih pasangan ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah. Hasil ini membuat Amri/Nita menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil naik podium pada Kejuaraan Dunia 2026.

Perjalanan Amri/Nita menuju medali perunggu berlangsung melalui beberapa pertandingan sejak babak awal hingga semifinal. Mereka mampu menjaga performa di setiap pertandingan sebelum akhirnya mengakhiri langkah di babak empat besar. Lalu, bagaimana performa Amri/Nita pada setiap babak hingga berhasil meraih medali perunggu di Kejuaraan Dunia 2026?

1. Menang atas pasangan Turki di babak 32 besar

Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah langsung mendapat bye sehingga tidak perlu bertanding pada babak 64 besar. Mereka mengawali perjuangan di babak 32 besar Kejuaraan Dunia 2026 dengan menghadapi pasangan Turki, Emre Sonmez/Yasemen Bektas. Dalam pertemuan pertama kedua pasangan, Amri/Nita mampu menang dua game langsung dengan skor 21-14 dan 21-10.

Pertandingan tersebut berlangsung selama 31 menit dan Amri/Nita mampu mengontrol permainan sejak awal. Mereka tampil lebih konsisten hingga berhasil mengamankan kemenangan tanpa kehilangan satu game pun. Hasil tersebut membawa Amri/Nita melaju ke babak 16 besar Kejuaraan Dunia 2026.

2. Mampu mengatasi perlawanan pasangan unggulan di babak 16 besar

Memasuki babak 16 besar, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah menghadapi pasangan unggulan kesembilan asal Taiwan, Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan. Amri/Nita mampu mengamankan kemenangan dua game langsung dengan skor 21-5 dan 21-18 dalam pertandingan yang berlangsung selama 33 menit. Hasil tersebut sekaligus menyamakan rekor pertemuan kedua pasangan menjadi 1-1.

Kemenangan ini menjadi hasil penting bagi Amri/Nita setelah sebelumnya Ye/Nicole mengalahkan pasangan Indonesia lainnya, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja, pada babak 32 besar. Amri/Nita tampil lebih efektif dan mampu mempertahankan keunggulan hingga memastikan tiket ke perempat final. Dengan hasil tersebut, Amri/Nita semakin dekat dengan peluang meraih medali di Kejuaraan Dunia 2026.

3. Kembali menyingkirkan pasangan unggulan Taiwan di perempat final

Memasuki perempat final, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah kembali bertemu pasangan unggulan asal Taiwan, Yang Po Hsuan/Hu Ling Fang. Pasangan tersebut menempati unggulan kesebelas dan sebelumnya berhasil menyingkirkan ganda campuran Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Boje, yang menjadi unggulan ketiga. Meski menjadi pertemuan pertama, Amri/Nita mampu mengamankan kemenangan dua game langsung dengan skor 21-18 dan 21-9 dalam waktu 35 menit.

Amri/Nita tampil konsisten hingga mampu mengendalikan pertandingan dan memastikan kemenangan tanpa kehilangan game. Hasil ini membuat mereka melangkah ke semifinal sekaligus memastikan satu medali untuk Indonesia. Kemenangan atas pasangan unggulan Taiwan tersebut menjadi langkah penting Amri/Nita dalam perjalanan mereka di Kejuaraan Dunia 2026.

4. Kalah dramatis di semifinal dari pasangan unggulan pertama

Di semifinal, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah harus berhadapan dengan pasangan unggulan pertama asal China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping. Menghadapi pasangan yang saat ini menempati peringkat teratas, Amri/Nita harus bermain tiga game sebelum akhirnya kalah dengan skor 22-20, 14-21, dan 20-22. Pertandingan tersebut berlangsung selama 1 jam 37 menit dan menjadi salah satu laga terpanjang Amri/Nita di Kejuaraan Dunia 2026.

Kekalahan ini sekaligus memperpanjang dominasi Feng/Huang dalam rekor pertemuan menjadi 0-5. Meski gagal melaju ke final, Amri/Nita tetap berhak membawa pulang medali perunggu dari Kejuaraan Dunia 2026. Hasil tersebut menjadi pencapaian penting karena mereka menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil meraih medali pada turnamen ini.

Perjalanan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah di Kejuaraan Dunia 2026 berakhir di semifinal dengan raihan medali perunggu. Hasil ini menjadi pencapaian positif bagi pasangan tersebut karena merupakan penampilan pertama mereka di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article