Xavi Jadi Pilihan Ketiga Timnas Belanda: Saya Tidak Peduli

- Xavi Hernandez resmi menjadi pelatih tim nasional Belanda menggantikan Ronald Koeman.
- Ia tidak mempermasalahkan posisinya sebagai kandidat ketiga setelah Pep Guardiola dan Arne Slot menolak tawaran.
- Xavi ingin Belanda bermain dominan, proaktif, dan membangun energi baru untuk masyarakat Belanda.
Jakarta, IDN Times - Xavi Hernandez resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru Tim Nasional Belanda. Eks pelatih Barcelona tersebut menggantikan Ronald Koeman setelah kepergiannya usai Piala Dunia 2026.
Xavi mendapat tugas membawa Oranje bangkit dan tampil lebih atraktif. Menariknya, Xavi mengawali era barunya setelah sempat berada di urutan ketiga dalam daftar kandidat pelatih Belanda.
Namun, Xavi tetap santai menanggapi posisi tersebut dan menegaskan dirinya tidak mempermasalahkannya.
1. Xavi santai tak jadi pilihan pertama

Manajer Manchester City, Pep Guardiola (AFP / Glyn Kirk) Xavi mengaku tidak merasa terganggu dengan fakta dirinya bukan pilihan pertama KNVB. Ia bahkan menanggapi situasi tersebut dengan candaan ketika ditanya mengenai proses pemilihan pelatih baru Belanda.
Direktur teknis KNVB, Nigel de Jong, sebelumnya mengungkapkan, nama Xavi masuk dalam daftar empat kandidat pelatih baru Belanda setelah dua nama besar lainnya seperti Pep Guardiola dan Arne Slot. Namun, keduanya menolak tawaran, sementara kandidat lainnya adalah pelatih tim muda Belanda, Michael Reiziger.
“Yah, itu bukan posisi yang buruk setelah Guardiola dan setelah Slot. Posisi ketiga. Setidaknya kami berada di podium. Saya tidak peduli,” kata Xavi mengutip ESPN.
2. Bawa filosofi ‘Total Football’ ala Cruyff

Para pemain Jepang merayakan gol Daichi Kamada ke gawang Belanda di Piala Dunia 2026 (AFP / Aric Becker) Hubungan Xavi dengan sepak bola Belanda sudah terbentuk sejak awal kariernya sebagai pemain. Ia tumbuh di Barcelona dalam lingkungan yang sangat dipengaruhi filosofi Johan Cruyff.
Selain itu, Louis van Gaal menjadi pelatih yang memberinya debut bersama tim utama Blaugrana. Kini, Xavi ingin membawa pengaruh sepak bola Belanda tersebut ke dalam tim nasional Oranje. Xavi menegaskan keinginannya melihat Belanda kembali memainkan sepak bola yang dominan dan proaktif.
“Kami ingin mendominasi permainan, mengambil inisiatif dengan bola. Di saat yang bersamaan tujuan kami adalah menunjukkan karakter kuat di atas lapangan dengan penuh gairah, keinginan, dan ambisi,” kata Xavi.
3. Xavi dan misi mengembalikan kebanggaan Belanda

Penyerang Belanda, Brian Brobbey, menembak dan mencetak gol kedua timnya selama pertandingan sepak bola Grup F Piala Dunia 2026 antara Belanda dan Swedia di Stadion Houston di Houston pada 21 Juni 2026. (AFP/Paul Ellis) Belanda punya sejarah panjang di Piala Dunia. Namun belum sekalipun skuad Oranje menjadi juara. Capaian terbaik mereka adalah tiga kali mencapai partai final.
Xavi datang dengan pengalaman sebagai bagian dari generasi emas Barcelona dan Spanyol yang mengoleksi banyak gelar. Saat masih menjadi pemain, Xavi membantu Barcelona meraih 25 trofi, termasuk empat Liga Champions dan delapan gelar Liga Spanyol.
Di level timnas, Xavi juga menjadi bagian penting dari tim Spanyol yang memenangkan Piala Dunia 2010 serta Piala Eropa 2008 dan 2012. Kini, Xavi membawa pengalaman tersebut untuk mengubah atmosfer di tim nasional Belanda dengan misi mengembalikan kebanggaan Belanda.
“Kami akan mencoba mengubah beberapa hal. Kebiasaan baik, energi baru. Kami akan bekerja dengan gairah, ambisi, dan keinginan agar masyarakat di Belanda, 18 juta orang, bangga dengan tim kami,” kata Xavi.


















