Perjalanan Moh. Zaki Ubaidillah Menjadi Runner-up di French Open 2026

- Moh. Zaki Ubaidillah menjadi satu-satunya wakil Indonesia di final French Open 2026, tetapi kalah dari unggulan ketiga tuan rumah, Christo Popov, 11-21, 21-14, 13-21.
- Pemain nonunggulan berusia 19 tahun itu mengejutkan dengan menyingkirkan unggulan keempat Jonatan Christie, Koki Watanabe, dan Chi Yu Jen sebelum semifinal.
- Ubed menundukkan juara dunia 2026 sekaligus unggulan ketujuh Alex Lanier dalam tiga gim pada semifinal, lalu menutup debut final World Tour Super 750 sebagai runner-up.
French Open 2026 berakhir dengan gagalnya Indonesia meraih gelar juara. Pada laga final yang digelar Minggu (25/10/2026), di Arena Grand Paris, Prancis, satu-satunya wakil Indonesia yang menembus final gagal mengamankan gelar juara. Wakil tersebut adalah Moh. Zaki Ubaidillah dari sektor tunggal putra yang kalah dari andalan tuan rumah, Christo Popov.
Meskipun gagal meraih gelar juara, laju Moh. Zaki Ubaidillah di turnamen BWF World Tour Super 750 ini terbilang mengejutkan. Pasalnya, ia datang dengan status nonunggulan dan berhasil menembus final dengan mengalahkan beberapa unggulan dan pemain yang lebih unggul secara peringkat. Berikut perjalanan Moh. Zaki Ubaidillah menjadi runner-up di French Open 2026.
1. Mengalahkan rekan senegara yang diunggulkan di urutan keempat pada babak pertama
Moh. Zaki Ubaidillah memulai langkahnya di French Open 2026 dengan membuat kejutan pada babak pertama. Ia langsung menyingkirkan seniornya yang diunggulkan di urutan keempat sekaligus juara edisi 2023, yakni Jonatan Christie. Dalam laga pembuka ini, pemain yang akrab disapa Ubed itu menang lewat drama 3 game yang berlangsung selama 69 menit dengan skor 16-21, 21-17, dan 21-17. Ini menjadi kemenangan pertama pada pertemuan pertama Ubed dengan Jonatan di turnamen resmi internasional.
2. Memulangkan tunggal putra Jepang pada babak kedua
Moh. Zaki Ubaidillah dihadapkan dengan tunggal putra Jepang pada babak kedua French Open 2026. Ia depertemukan dengan Koki Watanabe yang saat ini menghuni peringkat 16 dunia. Meski tertinggal dari segi peringkat, Ubed tetap berhasil memenangkan laga ini. Ia bahkan menang 2 game langsung dengan skor 21-17 dan 21-14 dalam waktu 42 menit. Ini menjadi kemenangan pertamanya atas Watanabe setelah kalah pada pertemuan pertama di Kejuaraan Asia 2026 beberapa bulan yang lalu. Kini, rekor pertemuan keduanya berimbang 1-1.
3. Membekuk tunggal putra Taiwan pada perempat final
Perempat final French Open 2026 dilalui Moh. Zaki Ubaidillah dengan membekuk tunggal putra Taiwan. Ia menang atas Chi Yu Jen yang secara peringkat berada di urutan 23 dunia. Dalam duel ini, Ubed mengantongi kemenangan 2 game langsung dengan skor 21-15 dan 21-13 dalam durasi 43 menit. Kemenangan itu tercatat sebagai kemenangan keduanya atas Chi Yu Jen dan mempertegas keunggulannya dalam rekor pertemuan dengan 2-0.
4. Membungkam andalan tuan rumah pada semifinal
Lawan kuat dihadapi Mh. Zaki Ubaidillah pada semifinal French Open 2026. Ia dihadapkan dengan andalan tuan rumah yang menyandang predikat sebagai unggulan ketujuh yang belum lama ini menjadi Juara Dunia 2026, yakni Alex Lanier. Dengan lawan yang jauh lebih kuat, Ubed tetap sukses memenangkan pertandingan. Ia menang lewat duel sengit 3 game yang berjalan selama 74 menit dengan skor 21-16, 16-21, dan 21-17. Kemenangan itu terhitung sebagai kemenangan pertama pada pertemuan pertama Ubed dengan Lanier.
5. Takluk dari unggulan tuan rumah pada laga final
Moh. Zaki Ubaidillah bersua tunggal putra tuan rumah lainnya pada final French Open 2026. Kali ini ia menghadapi Christo Popov yang merupakan unggulan ketiga. Sayangnya, dalam laga ini Ubed gagal mempertahankan performa ciamiknya. Ia harus takluk dalam pertarungan 3 game yang berjalan selama 61 menit dengan skor 11-21, 21-14, dan 13-21. Kekalahan itu memastikannya menjadi runner-up sekaligus memperburuk catatan rekor pertemuannya kontra Popov menjadi 0-2.
Keberhasilan Moh. Zaki Ubaidillah mencapai final French Open 2026 menjadi catatan penting dalam kiprahnya di level BWF World Tour Super 750. Meski belum berhasil membawa pulang gelar juara, langkahnya hingga partai puncak menunjukkan potensi besar dalam dirinya yang masih berusia 19 tahun. Menarik menantikan aksinya di turnamen lainnya.






















