Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pramono Semprot Pelari Terobos Pagar COP Jakarta Running Festival 2026
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, setelah menyelesaikan lari 10K di Jakarta Running Festival 2026, pada Minggu (25/10/2026). (IDN Times/Tino).
  • Pramono Anung menegur pelari yang menerobos pagar COP saat Jakarta Running Festival 2026.

  • COP memiliki batas waktu; peserta yang terlambat dapat dinyatakan gagal finis dan tidak boleh melanjutkan lomba.

  • Status Gold Label membuat Half Marathon JRF 2026 wajib mengikuti standar perlombaan internasional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sabtu (24/10/2026)

Sejumlah pelari menerobos pagar pembatas Cut-Off Point di kelas Half Marathon Jakarta Running Festival 2026.

Minggu (25/10/2026)

Pramono Anung menyampaikan teguran setelah menyelesaikan lari nomor 10K. Ia meminta pelari menaati ketentuan batas waktu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • Apa?
    Sejumlah pelari menerobos pagar pembatas Cut-Off Point saat kelas Half Marathon Jakarta Running Festival 2026.
  • Siapa?
    Sejumlah pelari dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
  • Di mana?
    Jakarta Running Festival 2026, pada lintasan kelas Half Marathon.
  • Kapan?
    Insiden terjadi pada Sabtu (24/10/2026); Pramono menyampaikan pernyataan pada Minggu (25/10/2026).
  • Mengapa?
    Pelari menerobos karena ingin melanjutkan lomba meski akses lintasan telah ditutup setelah batas waktu berakhir.
  • Bagaimana?
    Sejumlah peserta memaksa menerobos, melompati pembatas, bahkan memaksa membuka pagar COP.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pramono menegur beberapa pelari yang melewati pagar saat lomba lari Jakarta Running Festival 2026. Mereka tetap ingin berlari walau waktu di titik COP sudah habis. Pelari harus mengikuti aturan karena lombanya memakai standar internasional. Sekarang, Pramono meminta semua peserta tertib dan menghormati aturan perlombaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penegasan Pramono membantu memperjelas bahwa batas waktu dan pagar COP merupakan bagian dari standar perlombaan, bukan sekadar keputusan panitia. Penjelasan mengenai status World Athletics Road Race Gold Label juga memberi pemahaman kepada peserta tentang pentingnya menaati aturan dan menjaga penyelenggaraan lomba tetap sesuai ketentuan internasional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyentil pelari yang tak tertib di Jakarta Running Festival 2026. Insiden tak tertib itu menyoal adanya sejumlah pelari yang menerobos pagar pembatas Cut-Off Point (COP) di kelas Half Marathon, pada Sabtu (24/10/2026).

Pramono menegaskan, ketentuan batas waktu yang telah ditetapkan bukan sekadar aturan yang dibuat panitia penyelenggara. Aturan tersebut merupakan bagian dari standar perlombaan internasional yang harus dipatuhi peserta.

1. Pramono minta pelari untuk tertib

Potret garis finis di Jakarta Running Festival 2026, Minggu (25/10/2026). (IDN Times/Tino).

Aksi sejumlah pelari yang menerobos pagar pembatas COP di JRF 2026 ini viral di media sosial dan banjir kecaman oleh warganet. Sejumlah peserta terlihat memaksa menerobos untuk melanjutkan lomba meski akses lintasan telah ditutup petugas, karena telah mewati batas waktu yang ditentukan.

Pramono menilai peserta seharusnya memahami dan menaati ketentuan tersebut. Dia juga menyinggung pengalamannya mengikuti perlombaan dengan memperhatikan batas waktu yang berlaku.

"Memang sudah waktunya kita semua tertib untuk mengikuti apa yang digariskan atau diterapkan oleh panitia. Saya aja kasih tahu bahwa ini dua jam, jadi tadi karena saya enggak, mau apa? Cut-Off Time, ya ngejar," kata Pramono usai menyelesaikan lari di nomor 10K, Minggu (25/10/2026).

2. Kenapa pelari tidak boleh menerobos pagar COP?

Potret para pelari di garis start Full Marathon di Jakarta Running Festival 2026, Minggu (25/10/2026). (Dok. JRF).

COP merupakan titik pemeriksaan dalam perlombaan lari yang memiliki batas waktu tertentu. Pelari harus melewati titik tersebut sebelum batas waktu berakhir agar dapat melanjutkan perlombaan.

Pelari yang tidak mencapai titik pemeriksaan sesuai batas waktu dapat dinyatakan gagal finis (DNF). Mirisnya, demi tetap melanjutkan lomba, banyak dari mereka melompati pembatas, bahkan hingga memaksa membuka pagar.

3. Status Gold Label membuat standar perlombaan lebih ketat

Potret flag-off Full Marathon di Jakarta Running Festival 2026, Minggu (25/10/2026). (Dok. JRF).

Aturan ketat ini karena kategori Half Marathon di JRF 2026 telah berstatus World Athletics Road Race Gold Label. Status tersebut menunjukkan ajang memenuhi persyaratan tertentu dari World Athletics, badan pengatur atletik dunia.

Sehingga penyelenggaraannya harus menerapkan ketentuan dan standar internasional yang berlaku. Ke depannya, Pramono berharap seluruh pelari untuk menghormati aturan, demi menjaga nama baik bangsa.

"Jadi karena half marathon itu kan sudah masuk dalam gold label. Karena sudah masuk dalam gold label, aturannya itu juga ketat. Itu bukan aturan yang dibuat oleh panitia, tetapi itu memang aturannya gold label. Sehingga dengan demikian, memang sudah waktunya kita semua tertib," ucap Pramono.

Curated For You

Editorial Team

Related Article