Rakernas PB Percasi 2026 Lahirkan Liga Catur Nasional

PB Percasi memperkenalkan konsep Liga Catur Nasional sebagai kompetisi profesional pertama dalam Rakernas ke-46.
Percasi menyiapkan pra-kualifikasi berbasis zonasi untuk pemerataan peserta PON 2028.
Federasi memperkuat integritas kompetisi melalui Komisi Disiplin, revisi AD/ART, dan basis data wasit nasional.
Jakarta, IDN Times - Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-46 di Serang, Banten, pada Sabtu (24/10/2026). Rakernas tersebut dihadiri oleh 32 perwakilan dari total 38 Pengurus Provinsi (Pengprov).
Pertemuan strategis ini melahirkan sejumlah keputusan krusial yang berfokus pada pengembangan olahraga catur di masa depan. Salah satu hasil paling menyita perhatian adalah rencana menggulirkan kompetisi profesional pertama bertajuk Liga Catur Nasional.
"Dalam Rakernas kali ini, pengurus mengintroduksi usulan konsep Liga Catur Nasional kepada Pengprov. Berbagai masukan dan usulan perbaikan diterima," ujar Sekretaris PB Percasi, Nanang Pujalaksana.
1. Gebrakan baru lewat Liga Catur Nasional

Indonesia mentas di Olimpiade Catur 2026 Samarkand, Uzbekistan. (Dok. Percasi) Pengurus telah mempresentasikan konsep dasar pembentukan Liga Catur Nasional kepada seluruh perwakilan provinsi. Rencana ini mendapat sambutan positif disertai berbagai masukan konstruktif untuk mematangkan regulasi kompetisi ke depannya.
Jika persiapan berjalan lancar, kompetisi profesional ini diharapkan dapat mulai bergulir pada April 2027. Pada tahap awal, liga akan berjalan dalam satu divisi tunggal sebelum dikembangkan menjadi Liga Utama dan Pratama pada tahun-tahun berikutnya.
Pemimpin Sidang, Pandapotan Sinaga, menegaskan liga ini bertujuan untuk membangun ekosistem catur yang dikelola secara profesional. Lewat gebrakan ini, Percasi berharap klub-klub catur kian menjamur di berbagai daerah.
"Diharapkan ke depannya akan lahir klub-klub di berbagai daerah sehingga penyebaran catur tidak hanya terpusat di Pulau Jawa," kata Pandapotan Sinaga.
2. Siapkan jalur menuju PON 2028

Rakernas ke-46 PB Percasi di Serang, Banten, pada Sabtu (24/10/2026). (Dok. Percasi). Selain fokus pada liga, Rakernas juga mengarah pada perbaikan sistem kualifikasi jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Percasi sepakat untuk menerapkan sistem pra-kualifikasi berbasis zonasi demi memastikan pemerataan peserta dari seluruh wilayah.
Langkah ini diambil agar kesempatan untuk berpartisipasi di PON bisa dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan. Hal ini juga sejalan dengan target federasi untuk menjadikan catur sebagai olahraga yang semakin digemari di tanah air.
Sidang juga menyepakati sejumlah poin penting lainnya, termasuk menetapkan Jakarta sebagai tuan rumah Kejurnas Catur sekaligus Rakernas pada 2027 mendatang. Selain itu, ada usulan resmi untuk menambah kuota medali bagi cabang olahraga catur pada pergelaran PON mendatang.
"Salah satu keputusan utamanya adalah pemerataan peserta PON melalui sistem prakualifikasi berbasis zona, agar jangkauannya menyentuh seluruh warga masyarakat Indonesia,” ujar Pandapotan Sinaga.
3. Tindak tegas pelaku match fixing

Indonesia mentas di Olimpiade Catur 2026 Samarkand, Uzbekistan. (Dok. Percasi) Dalam sesi rekomendasi, para pengurus sepakat untuk mulai membenahi integritas kompetisi dengan membentuk Komisi Disiplin yang lebih kuat. Federasi bakal menjatuhkan sanksi tegas kepada siapa pun yang terbukti melakukan pengaturan skor.
Pembenahan internal juga dilakukan melalui revisi beberapa pasal dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. Tujuannya adalah untuk mempertegas aturan main antar-perkumpulan catur agar roda organisasi berjalan lebih tertib dan disiplin.
Untuk memperkuat basis pembinaan usia dini, Percasi juga mendesak agar catur kembali dimasukkan dalam agenda Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Transformasi digital pun mulai disentuh dengan rencana pembuatan basis data wasit nasional yang terintegrasi melalui situs web resmi federasi.




















