Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Raymond/Joaquin Penasaran Jajal Karpet Abu-abu All England

WhatsAGanda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di pelatnas PBSI Cipayung (IDN Times/Margith Damanik)Ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di pelatnas PBSI Cipayung pp Image 2026-02-13 at 15.31.33.jpeg
Ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di pelatnas PBSI Cipayung (IDN Times/Margith Damanik)
Intinya sih...
  • Raymond/Joaquin penasaran main di karpet abu-abu All England
  • Debut di All England 2026 menjadi impian mereka sejak lama
  • Pasangan muda tersebut akan turun di dua turnamen lainnya di Eropa
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin tak sabar untuk tampil debut di All England pada edisi 2026. Seperti para pebulu tangkis pada umumnya, mentas di ajang tertua bulu tangkis dunia itu menjadi kebanggaan tersendiri untuk Raymond/Joaquin.

Salah satu yang paling mereka nantikan adalah bertanding dengan karpet abu-abu. Maklum karpet abu-abu memang menjadi ciri khas baru dari All England sejak beberapa edisi lalu.

1. Penasaran dengan atmosfernya

Hasil manis dipetik ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin yang menaklukkan Derby Tuan Rumah di semifinal Indonesia Masters 2026
Hasil manis dipetik ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin yang menaklukkan Derby Tuan Rumah di semifinal Indonesia Masters 2026. (IDN Times/Aditya Mustaqim)

Raymond/Joaquin mengakui main di karpet abu-abu akan berbeda karena pada umumnya, karpet turnamen bulu tangkis berwarna hijau. Tapi, memang ada sejumlah ajang Super 1000 yang pakai warna lain, termasuk Indonesia Open dengan ungu-kebiruan dan BWF World Tour Finals menggunakan karpet merah

“Kalau ekspetkasi saya pengen coba karpet abu-abu sih. Penasaran saja, soalnya saya gak pernah main di karpet abu-abu, jadi penasaran saja. Gak tau sih apa bedanya, tapi penasaran saja main di karpet abu-abu. Apalagi main di All England. Keren pasti itu," kata Joaquin.

2. Soal mimpi dan ambisi

Ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di pelatnas PBSI Cipayung
Ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di pelatnas PBSI Cipayung (IDN Times/Margith Damanik)

Jelang debut di All England 2026, Raymond/Joaquin mengaku tak sabar. Ajang ini menjadi impian mereka sejak lama.

"Ini salah satu wishlist saya juga bisa main di All England. Kan Beda sendiri, atmosfernya. Turnamen yang paling ditunggu-tunggu sama semua orang. Dan saya juga ingin banget merasakan main di situ," kata Joaquin.

Namun, juara Australian Open 2025 itu menyadari juga punya ambisi besar yang harus dikendalikan jelang All England.

"Kami memang harus kontrol ambisi, step by step," kata Joaquin.

"Kalau dari saya sih ambisinya pasti ada, untuk juara di sana. Cuma ingin melakukan yang terbaik dulu. Dari latihan mengembalikan, meningkatkan fisik. Apalagi besok juga tiga turnamen beruntun. Pasti nggak mudah," timpal Raymond.

3. Turun juga di dua turnamen lain

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin jadi runner up di Indonesia Masters 2026
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin jadi runner up di Indonesia Masters 2026 (dok.PP PBSI)

Selain All England 2026, Raymond/Joaquin diagendakan akan berlaga di dua turnamen lainnya sepanjang tur Eropa. Mereka akan mengarungi Swiss Open pada 10 hingga 15 Maret 2026 setelah main di Birmingham.

Kemudian, kiprah Raymond/Nikolaus di tur Eropa akan ditutup dengan mengikuti Orleans Masters 2026 di Prancis pada 17-22 Maret mendatang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Sport

See More

Ranking BWF: Anthony Ginting Naik 10 Tingkat

13 Feb 2026, 17:36 WIBSport