Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Semangat dan Tantangan untuk Lewis Hamilton di Formula 1 2026

Lewis Hamilton saat menjalani pekan balap GP Italia 2025
Lewis Hamilton saat menjalani pekan balap GP Italia 2025. (commons.wikimedia.org/Eustace Bagge)

Lewis Hamilton berada di balik kemudi mobil SF-26 pada Kamis (23/1/2026) pagi waktu Italia. Itu bertepatan dengan peluncuran livery mobil baru Ferrari menyongsong Formula 1 2026. Hamilton mendapat kesempatan mengemudikan mobil tersebut pada sesi demonstrasi.

Hamilton mengaku siap menyambut musim baru. Namun, ia juga tak mengesampingkan tantangan yang akan terjadi musim ini. Apalagi, Formula 1 menerapkan regulasi baru yang mengubah sejumlah aspek pada mobil.

1. Lewis Hamilton menikmati momen saat mengemudikan SF-26 pada sesi demonstrasi

Lewis Hamilton memperoleh giliran pertama mengemudikan SF-26 di Sirkuit Fiorano, Italia, saat sesi demonstrasi. Pembalap bernomor mobil 44 itu menyelesaikan tiga putaran dari total jarak tempuh 15 kilometer yang diberlakukan. Sebanyak dua lap tersisa menjadi giliran Charles Leclerc.

Hamilton menikmati momen tersebut. Ia bisa merasakan mobil baru Ferrari sekaligus menyapa penggemar yang berkumpul menyaksikan aksinya di lintasan. Bahkan, Hamilton sempat mencoba membuka flap sayap depan dan belakang.

"Hari ini benar-benar tentang menghubungkan kembali dengan tim serta semangat semua orang yang mengikuti tim ini. Ini adalah hari yang menghidupkan kembali semangatmu. Ini juga mengingatkanku tentang alasan diriku mencintai hal yang aku lakukan dan kecintaanku terhadap olahraga ini," kata Hamilton dilansir Formula 1.

Hamilton mengapresiasi usaha tim dalam mempersiapkan SF-26. Ia melihat kerja keras yang telah dicurahkan sepanjang libur kompetisi. Hamilton senang berkesempatan mengemudikan mobil yang jadi andalan Ferrari pada tahun ini.

"Melihat semua pekerjaan yang telah kami lakukan di simulator, fondasi yang telah dibangun, dan melihat sebuah mobil terbentuk. Itulah bagian paling menarik sepanjang tahun saat menyaksikan semua komponen dari berbagai departemen bersatu. Kamu adalah salah satu dari dua orang yang mengemudikannya. Itu sangat luar biasa dan aku bersyukur atas semua kerja keras yang telah dilakukan semua orang," ujar Lewis Hamilton.

2. Lewis Hamilton menekankan pentingnya beradaptasi dengan cepat saat penerapan regulasi baru di Formula 1

Lewis Hamilton turut menyoroti perubahan regulasi yang diterapkan di Formula 1 2026. Pemilik tujuh gelar juara dunia itu melihat adanya tantangan besar yang bakal dihadapi tiap pembalap. Mampu beradaptasi lebih cepat menjadi kunci penting untuk mencapai keberhasilan di tengah persaingan yang sengit.

"Ini adalah periode saat kamu harus belajar menjadi pembalap paling efisien. Itu melibatkan semua alat yang kamu punya dalam persenjataanmu sebagai pembalap untuk menghemat bahan bakar, mengisi ulang daya baterai, memanfaatkan tenaga, pemanfaatan daya cengkeram, dan menggabungkan semua hal itu. Aku rasa ini akan membutuhkan banyak usaha dari insinyur untuk berkomunikasi dan membantu pembalap agar bisa memanfaatkan potensi yang ada," jelas Lewis Hamilton dikutip Formula 1.

Regulasi baru yang berlaku tahun ini mengubah sejumlah aspek pada mobil. Ketiadaan MGU-H dan peningkatan tenaga listrik menyebabkan pembagian daya dari bensin dan listrik terbagi menjadi hampir sama rata. Selain itu, penerapan aero aktif memungkinkan pembalap membuka flap sayap depan dan belakang mobil. Ini mendorong pembalap dan tim membuat strategi tepat guna demi memperbesar peluang meraih hasil maksimal.

3. Lewis Hamilton meraih hasil kurang memuaskan pada musim perdana memperkuat Ferrari

Musim perdana Lewis Hamilton bersama Ferrari di Formula 1 2025 berakhir kurang memuaskan. Hamilton gagal menorehkan kemenangan balapan utama dan naik podium sepanjang musim lalu. Itu menjadi pertama kalinya Hamilton tak membukukan kemenangan serta podium dalam satu musim sejak debut pada 2007.

Hamilton bertengger di peringkat keenam dalam klasemen akhir setelah mengumpulkan 156 poin. Ia tertinggal 86 poin dari Charles Leclerc yang menduduki peringkat kelima. Capaian tersebut memperpanjang rentetan gagal masuk zona lima besar menjadi dua musim beruntun. Terakhir kali Hamilton berada di posisi lima besar adalah pada 2023. Ia bercokol di peringkat ketiga saat memperkuat Mercedes.

Hamilton tentu mengincar peningkatan hasil pada 2026. Ia tak ingin kembali terpuruk seperti saat mengemudikan SF-25. Akankah kebangkitan Hamilton akan terwujud musim ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Latest in Sport

See More

5 Laga Pertama Federico Dimarco Cetak 2 Assist bersama Inter Milan

26 Jan 2026, 06:08 WIBSport