Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dampak Perang, F1 Resmi Coret GP Bahrain dan Arab Saudi

Dampak Perang, F1 Resmi Coret GP Bahrain dan Arab Saudi
ilustrasi pembalap Mercedes di Formula 1 (pexels.com/Jonathan Borba)
Intinya Sih
  • Formula 1 resmi membatalkan Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi musim 2026 karena situasi keamanan di Timur Tengah yang memanas akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
  • Tidak ada seri pengganti untuk dua balapan tersebut, sehingga kalender F1 April kosong dan total seri musim 2026 berkurang dari 24 menjadi 22 balapan.
  • Keputusan ini diambil bersama FIA demi keselamatan seluruh pihak, juga berdampak pada pembatalan ajang pendukung seperti Formula 2, Formula 3, dan F1 Academy.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Ajang balap Formula 1 resmi membatalkan dua seri balapan di Timur Tengah musim 2026. Keputusan tersebut diumumkan pada Minggu (15/3/2026) setelah evaluasi situasi keamanan di kawasan yang memanas akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Dua balapan yang dipastikan tidak jadi digelar adalah Grand Prix Bahrain dan Grand Prix Arab Saudi, yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 12 dan 19 April 2026.

"Hari ini telah dikonfirmasi, setelah melalui evaluasi yang cermat, dan mengingat situasi yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah, Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi tidak akan digelar pada bulan April," tulis pernyataan resmi Formula 1.

Penyelenggara menyebut sejumlah opsi sempat dibahas untuk mengganti dua balapan tersebut. Namun setelah mempertimbangkan berbagai faktor, tidak ada seri pengganti yang dimasukkan ke kalender balap April.

"Meskipun beberapa alternatif telah dipertimbangkan, pada akhirnya diputuskan bahwa tidak akan ada penggantian balapan pada bulan April," lanjut pernyataan tersebut.

Pembatalan ini tak cuma berdampak pada ajang Formula 1. Seri pendukung seperti Formula 2, Formula 3, dan F1 Academy juga dipastikan tidak digelar.

Keputusan diambil setelah koordinasi dengan federasi otomotif dunia, Federation Internationale de l'Automobile (FIA).

Presiden dan CEO Formula 1, Stefano Domenicali, menyebut keputusan tersebut sebagai langkah sulit, tetapi perlu diambil demi keselamatan semua pihak.

"Meskipun ini merupakan keputusan yang sulit untuk diambil, sayangnya ini adalah keputusan yang tepat pada tahap ini mengingat situasi terkini di Timur Tengah," ujar Domenicali.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para promotor di kedua negara yang tetap memberikan dukungan penuh meskipun balapan harus dibatalkan.

Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran dilaporkan berdampak pada stabilitas keamanan di kawasan. Bahrain dan Arab Saudi disebut menjadi lokasi sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat yang berpotensi menjadi target serangan balasan Iran.

Situasi tersebut membuat penyelenggara menilai penyelenggaraan balapan di kawasan itu pada April terlalu berisiko.

Pembatalan dua seri ini membuat kalender Formula 1 musim 2026 berubah. Setelah balapan di Grand Prix Jepang pada 29 Maret, seri berikutnya baru digelar di Grand Prix Miami pada 3 Mei.

Artinya, sepanjang April tidak akan ada balapan Formula 1. Dengan demikian, jumlah seri musim ini juga berkurang dari 24 menjadi 22 balapan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Sport

See More