Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sejumlah Staf Formula 1 Tertahan di Bahrain Jelang GP Australia 2026
bendera Bahrain (pixabay.com/jorono)
  • Operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu serangan balasan ke Bahrain, membuat sejumlah staf Formula 1 tertahan dan Pirelli membatalkan tes ban karena alasan keamanan.
  • Penutupan ruang udara Bahrain akibat konflik menghambat perjalanan tim Formula 1 menuju Australia, meski penyelenggara memastikan seluruh kru akan tiba tepat waktu untuk GP Australia 2026.
  • Formula 1 tengah menyiapkan rencana cadangan untuk GP Bahrain dan Arab Saudi sambil memantau situasi geopolitik serta menyesuaikan pengiriman logistik antar seri balapan di Asia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan Iran masih terus terjadi. Operasi yang terjadi pada Sabtu (28/2/2026) memantik serangan balasan dari Iran dalam hitungan jam. Serangan tersebut salah satunya mengarah ke pusat layanan armada angkatan laut Amerika Serikat di Bahrain.

Bahrain merupakan salah satu tuan rumah seri balap Formula 1. Konflik yang memanas saat ini menjadi perhatian banyak pihak, tak terkecuali pihak-pihak yang terlibat dalam kejuaraan. Bahkan, kabar terbaru menyebut sejumlah staf Formula 1 masih tertahan di Bahrain.

1. Pirelli membatalkan pengujian ban basah bersama Mercedes serta McLaren imbas konflik Amerika Serikat-Israel dan Iran

Pirelli sejatinya melangsungkan tes ban di Bahrain International Circuit pada 28 Februari--1 Maret 2026. Produsen ban asal Italia telah merencanakan uji coba ban basah sebelum seri pembuka Formula 1 2026 yang dihelat di Australia pada 6--8 Maret 2026. Pirelli melakukan tes tersebut bersama Mercedes dan McLaren.

Sayangnya, tes tersebut dibatalkan lantaran situasi konflik yang semakin memanas antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Pirelli langsung mengonfirmasi pembatalan tersebut sembari memastikan semua staf mereka dalam kondisi aman. Kini, Pirelli mengupayakan kepulangan staf mereka dari Bahrain dalam waktu dekat.

"Dua hari pengujian pengembangan untuk ban basah di Bahrain International Circuit dibatalkan karena alasan keamanan menyusul perkembangan situasi internasional. Seluruh staf Pirelli yang saat ini berada di Manama dalam keadaan aman di hotel masing-masing. Perusahaan sedang berupaya memastikan keselamatan serta mengatur kepulangan mereka ke Italia dan Inggris secepatnya," bunyi pernyataan resmi Pirelli dilansir The Race.

2. Konflik di kawasan Timur Tengah memengaruhi rencana perjalanan tim Formula 1 menuju negara lain

Pirelli, Mercedes, dan McLaren kini sedang mencari cara mengevakuasi staf mereka dari Bahrain. Mereka mempertimbangkan segala upaya untuk memulangkan kru atau membawanya ke Australia untuk mengikuti pekan balap GP Australia 2026. Akan tetapi, belum ada pilihan tersedia untuk meninggalkan Bahrain.

Serangan awal Iran terhadap Bahrain menyebabkan ruang udara negara tersebut ditutup. Hingga kini belum ada kepastian kapan ruang udara Bahrain akan dibuka. GPBlog melansir, penerbangan kemungkinan akan kembali beroperasi paling cepat pada 7 Maret 2026. Itu bertepatan dengan pekan balap di Sirkuit Albert Park, Australia.

Penutupan jalur penerbangan di kawasan Timur Tengah juga memengaruhi rencana perjalanan sejumlah tim menuju Australia. Sebab, kawasan tersebut merupakan transit penerbangan dari Eropa, terutama Inggris, sebelum melanjutkan perjalanan ke Australia. Meski demikian, Travis Auld selaku CEO Australian Grand Prix menyatakan semua pihak yang diperlukan untuk balapan akan hadir sesuai jadwal.

"Formula 1 punya keahlian dalam memindahkan orang di seluruh dunia. Mereka sudah mengatur ulang penerbangan dengan cepat. Aku mendapat kabar semua orang pasti datang dan akan tiba tepat pada waktunya," jelas Travis Auld dikutip Sky News Australia.

3. Formula 1 sedang mengevaluasi rencana cadangan terkait pekan balap GP Bahrain dan Arab Saudi

Kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang tak menentu membuat Formula 1 mengevaluasi rencana cadangan. Itu terkait dengan kelanjutan pekan balap GP Bahrain dan Arab Saudi. Potensi pembatalan kedua seri tersebut terbuka apabila konflik yang terjadi tak menunjukkan tanda reda.

Walau begitu, Formula 1 belum buru-buru mengambil keputusan akhir perihal nasib GP Bahrain dan Arab Saudi. Sebab, pekan balap GP Bahrain akan berlangsung pada 10--12 April 2026, sedangkan GP Arab Saudi dihelat pada 17--19 April 2026. Saat ini, Formula 1 masih memantau dengan seksama situasi konflik yang kini sedang terjadi.

Hal lain yang menjadi perhatian adalah penyaluran logistik untuk keperluan balapan. Racing News 365 melansir, pengiriman logistik untuk GP Australia, China, dan Jepang akan menggunakan pola melompat. Logistik yang kini berada di Australia akan dikirim ke Jepang. Sementara itu, logistik untuk GP China akan dikirim ke Bahrain selepas balapan di Negeri Tirai Bambu. Langkah itu dapat memberi waktu untuk mengevaluasi sembari mengamati perkembangan konflik di Timur Tengah.

Seri pembuka Formula 1 2026 di Australia kini ada di depan mata. Namun, perhatian terhadap konflik yang pecah di kawasan Timur Tengah tetap tak bisa dikesampingkan. Semua pihak di kejuaraan kini sedang mencermati situasi tersebut di tengah persiapan mereka menghadapi balapan perdana pada musim ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team