Pirelli, Mercedes, dan McLaren kini sedang mencari cara mengevakuasi staf mereka dari Bahrain. Mereka mempertimbangkan segala upaya untuk memulangkan kru atau membawanya ke Australia untuk mengikuti pekan balap GP Australia 2026. Akan tetapi, belum ada pilihan tersedia untuk meninggalkan Bahrain.
Serangan awal Iran terhadap Bahrain menyebabkan ruang udara negara tersebut ditutup. Hingga kini belum ada kepastian kapan ruang udara Bahrain akan dibuka. GPBlog melansir, penerbangan kemungkinan akan kembali beroperasi paling cepat pada 7 Maret 2026. Itu bertepatan dengan pekan balap di Sirkuit Albert Park, Australia.
Penutupan jalur penerbangan di kawasan Timur Tengah juga memengaruhi rencana perjalanan sejumlah tim menuju Australia. Sebab, kawasan tersebut merupakan transit penerbangan dari Eropa, terutama Inggris, sebelum melanjutkan perjalanan ke Australia. Meski demikian, Travis Auld selaku CEO Australian Grand Prix menyatakan semua pihak yang diperlukan untuk balapan akan hadir sesuai jadwal.
"Formula 1 punya keahlian dalam memindahkan orang di seluruh dunia. Mereka sudah mengatur ulang penerbangan dengan cepat. Aku mendapat kabar semua orang pasti datang dan akan tiba tepat pada waktunya," jelas Travis Auld dikutip Sky News Australia.