Pemain Iran Dapatkan Visa AS Jelang Piala Dunia 2026, Ada yang Ditolak

- Pemerintah AS telah mengeluarkan visa bagi seluruh pemain Iran untuk berlaga di Piala Dunia 2026, termasuk atlet dan staf pendukung yang dibutuhkan tim.
- Beberapa pejabat dan staf non-pemain Iran ditolak visanya tanpa penjelasan resmi, sehingga mereka tidak dapat memasuki wilayah Amerika Serikat.
- Menlu AS Marco Rubio menegaskan kebijakan selektif terhadap pemohon visa Iran, terutama bagi individu yang terafiliasi dengan Garda Revolusi Iran (IRGC).
Jakarta, IDN Times - Para pemain Iran yang akan berlaga di Piala Dunia 2026 telah mendapatkan visa Amerika Serikat. Seluruh pemain Iran, dijelaskan perwakilan AS, telah menerimanya dan bisa masuk ke wilayah Negeri Paman Sam.
Persetujuan visa AS terhadap seluruh pemain Iran diterima 10 hari jelang laga pembuka melawan Selandia Baru pada 15 Juni 2026 di Los Angeles.
"Visa yang dibutuhkan buat Iran bermain di Piala Dunia, termasuk atlet dan staf pendukung lainnya, sudah dikeluarkan," begitu pernyataan perwakilan AS, dilansir BBC.
1. AS kasih catatan
Ada catatan yang diberikan dalam visa tersebut. Pemerintah AS menegaskan visa yang diberikan tak boleh disalahgunakan.
"Sistem ini tak boleh digunakan untuk menyelundupkan teroris ke wilayah AS dengan penyamaran," lanjut pernyataan tersebut.
2. Ada beberapa yang ditolak
Meski begitu, dilansir Tasnim, ada beberapa aplikasi visa dari Iran yang ditolak. Manajer tim Mehdi Mohammadnabi, Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) Hedayat Mombini, Direktur Eksekutif Timnas Iran Mehdi Kharaati, Direktur Media Mohsen Motamedkia, Anggota Tim Media Siamak Qalichkhani, satu analis, dan perwakilan Kementerian Luar Negeri, Keamanan, dan Komite Internasional, tak dikeluarkan visanya.
Dengan begitu, mereka tak bisa memasuki wilayah AS. Alasan penolakan visa mereka, hingga kini belum dijelaskan secara resmi oleh pemerintah AS maupun FFIRI atau pemerintah Iran.
3. AS memang bakal selektif
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, memang sempat menyatakan bakal lebih selektif dalam mengeluarkan visa untuk skuad Iran. Rubio meminta kepada pihak imigrasi dan intelijen agar menyeleksi orang-orang yang terafiliasi dengan Garda Revolusi Iran (IRGC). Mereka yang terhubung dengan IRGC, ditegaskan Rubio, tak bisa masuk ke wilayah AS.
"Apa yang kami lakukan adalah tak mengizinkan sekelompok orang tanpa kaitan resmi dengan olahraga dan terafiliasi dengan IRGC atau organisasi lain secara natural. Jadi kami akan memantaunya dengan ketat," ujar Rubio, dilansir TRT.















